IHSG Diprediksi Terkoreksi, Cek Saham Pilihan untuk Awal Pekan
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Senin (15/6/2026) diprediksi akan mengalami koreksi terbatas. Tekanan pelemahan ini dipicu oleh perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Pada akhir pekan lalu, rupiah di pasar spot menguat 0,71 persen ke level Rp 17.860 per dolar AS. Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate dari Bank Indonesia tercatat naik 0,33 persen menjadi Rp 17.921 per dolar AS.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG memiliki titik support di 5.988 dan resistance di 6.060. Investor disebut masih memantau perkembangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi sentimen risiko di pasar keuangan Indonesia.
"Untuk Senin kami perkirakan IHSG rawan terkoreksi terbatas dengan support 5.988 dan resistance 6.060, di mana investor masih akan mengikuti perkembangan geopolitik Timur Tengah serta perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, Herditya menyarankan investor ritel untuk memperhatikan beberapa saham. Saham HMSP diproyeksikan berada pada target harga Rp 650 sampai Rp 670, sedangkan saham INDY berpotensi di kisaran Rp 2.560 hingga Rp 2.810.
Saham NCKL juga dapat dicermati dengan proyeksi pergerakan harga antara Rp 930 dan Rp 990. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memperkirakan area support IHSG berada di level 5.917 dan 5.803, serta resistance di 6.058 dan 6.178.
"Support 5,917 dan 5,803. Sementara resistance: 6,058 dan 6,178," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Nafan merekomendasikan pembelian saham ANTM di rentang harga Rp 2.640 hingga Rp 2.940 dengan batas stop loss Rp 2.450. Saham MBMA disarankan dikoleksi secara bertahap pada rentang Rp 830 hingga Rp 900, dengan anjuran stop loss di bawah Rp 735.
Terakhir, saham TPIA direkomendasikan untuk dibeli pada kisaran harga Rp 1.620 sampai Rp 2.020. Seluruh rekomendasi tersebut berasal dari analis sekuritas dan keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab investor secara mandiri.