Breaking

Hemat 365 Juta Rupiah PNRE Sukses Pasang PLTS di Kapal Minyak

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 15 Juni 2026
Hemat 365 Juta Rupiah PNRE Sukses Pasang PLTS di Kapal Minyak
ILUSTRASI, Pekerja Pertamina NRE (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mempelopori pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) pada Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303 kepunyaan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK).

Agenda ini menorehkan sejarah baru sebagai penempatan PLTS pertama kali di kapal Oil Barge kepunyaan Pertamina, sekaligus menjadi perintis pemanfaatan teknologi panel surya di kapal pengangkut komoditas minyak.

Menjalankan fungsinya selaku Subholding Power & New Renewable Energy Pertamina (SH PNRE), Pertamina NRE memadukan PLTS berkapasitas 11,5 kWp dengan BESS berdaya 32 kWh untuk memasok keperluan daya operasional kapal.

Pemanfaatan inovasi tersebut diklaim bisa memotong penggunaan bahan bakar diesel hingga 28 kiloliter per tahun, atau setara dengan penghematan biaya operasional mencapai Rp365 juta per tahun.

Pemanfaatan tenaga surya pada armada laut ini tidak hanya meningkatkan efisiensi energi, namun juga ikut berkontribusi dalam meminimalkan emisi gas rumah kaca sebesar 79,2 ton CO? ekuivalen per tahun.

Pencapaian positif ini mengonfirmasi bahwa pilihan energi bersih dapat diterapkan secara fungsional pada industri pelayaran, yang selama masa ini sangat bergantung terhadap bahan bakar fosil.

Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, mengungkapkan bahwa langkah ini menjadi bentuk nyata kemampuan energi terbarukan dalam mendukung kegiatan bisnis serta memacu dekarbonisasi. Menurutnya, penerapan teknologi surya pada kapal membutuhkan sinergi yang kuat dari sisi kelistrikan, tata kelola kapal, hingga aspek keselamatan serta stabilitas sistem.

“Implementasi proyek ini bukanlah sesuatu yang sederhana. Hasilnya dapat kami lihat hari ini, yaitu pengurangan penggunaan bahan bakar diesel secara signifikan dan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon. Ini menunjukkan bahwa teknologi energi bersih dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus efisiensi operasional,” ujar John sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, juga menyatakan bahwa proyek kerja sama ini merefleksikan kolaborasi nyata antar-subholding untuk menyukseskan agenda transisi energi nasional. 

Dalam pandangannya, maksimalisasi energi hijau pada sektor maritim menunjukkan bahwa program dedeselisasi tidak cuma berfokus di darat, melainkan sangat adaptif untuk diterapkan di area perairan.

“Pemerintah mendorong pembangunan PLTS hingga 100 GW dan salah satu fokus utamanya adalah dedieselisasi. Melalui proyek ini, Pertamina membuktikan bahwa dedieselisasi di sektor maritim dapat dilakukan. Jika di laut saja bisa dilakukan, maka peluang implementasinya di berbagai sektor lainnya tentu akan semakin besar,” tutur Agung sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Keberhasilan pada OB Patra 2303 ini diproyeksikan menjadi cetak biru perdana bagi ekspansi dekarbonisasi di seluruh armada laut Pertamina. Hingga tahun 2029, program konversi energi tersebut ditargetkan menyasar enam kapal Oil Barge lainnya secara bertahap.

Berdasarkan inovasi serta sinergi lintas lini bisnis, Pertamina NRE terus berkomitmen memperkuat posisinya selaku penggerak utama transisi energi serta penyedia solusi rendah karbon guna merealisasikan target Net Zero Emission Indonesia.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua