Bank Danamon dan MUFG Indonesia Resmi Umumkan Rencana Integrasi
- Selasa, 12 Mei 2026
JAKARTA – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) secara resmi telah memaparkan rencana integrasi dengan MUFG Cabang Indonesia melalui keterbukaan informasi pada Senin (11/5) sore.
Aksi koRp orasi ini menarik perhatian pasar karena melibatkan dua kekuatan utama dalam ekosistem Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) di Indonesia.
Perlu digarisbawahi bahwa transaksi ini merupakan proses integrasi, bukan merger.
Baca JugaBEI Pantau Saham BREN Milik Prajogo Pangestu Usai Turun Tidak Wajar
Istilah integrasi dipilih karena status MUFG di Indonesia saat ini adalah Kantor Cabang Bank Asing (KCBLN), bukan bank berbadan hukum Indonesia yang berdiri sendiri seperti Bank Danamon.
Oleh karena itu, proses yang berlangsung bukanlah penggabungan dua perseroan terbatas bank lokal, melainkan penyatuan kegiatan usaha, aset, kewajiban tertentu, jaringan nasabah, serta operasional MUFG Cabang Indonesia ke dalam platform BDMN.
Langkah ini serupa dengan yang pernah dilakukan PT Bank Permata Tbk saat berintegrasi dengan Bangkok Bank Indonesia.
Proses ini berbeda dengan merger yang dilakukan antar sesama perseroan terbatas berbadan hukum Indonesia, seperti penggabungan BTPN dan Bank Sumitomo Mitsui Indonesia pada 2019.
Ketentuan mengenai perbedaan integrasi, merger, peleburan, pengambilalihan, dan konversi sendiri telah diatur dalam POJK No. 41 tahun 2019.
Head of Research MNC Sekuritas, Victoria Venny, beRp endapat bahwa rencana ini telah diprediksi oleh pelaku pasar sejak MUFG mengakuisisi BDMN.
“Pasar sebenarnya sudah lama membaca, pada akhirnya MUFG akan menjadikan BDMN sebagai platform utama di Indonesia. Yang tidak diketahui pelaku pasar hanya timing-nya. Jadi, kalau pengumuman ini keluar, suRp rise bukan pada arah strateginya, tetapi pada kapan eksekusinya,” sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Senin (11/5).
Integrasi ini diproyeksikan memperkuat posisi BDMN pada segmen koRp orasi, wholesale banking, hingga akses jaringan global MUFG.
Hal ini diyakini akan memperkokoh dukungan franchise wholesale global pada BDMN yang selama ini kuat di sektor ritel dan UKM.
Berdasarkan laporan keuangan Desember 2025, gabungan aset keduanya beRp otensi menyentuh Rp 477,36 triliun, dengan rincian BDMN sebesar Rp 275,71 triliun dan MUFG Cabang Indonesia Rp 201,65 triliun.
Ekuitas proforma gabungan diperkirakan mencapai Rp 98,32 triliun. Untuk fungsi intermediasi, total eksposur pembiayaan gabungan dapat mencapai sekitar Rp 314,12 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) gabungan sederhana tercatat sebesar Rp 226,55 triliun.
Dari sisi profitabilitas, laba gabungan keduanya diprediksi bisa menembus angka Rp 11,13 triliun.
Ibtihal
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026












