Rama Indonesia Resmi Akuisisi Mayoritas Saham DPUM Jadi Pengendali
- Selasa, 12 Mei 2026
JAKARTA – PT Rama Indonesia secara resmi menuntaskan transaksi akuisisi saham mayoritas pada emiten perikanan PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM), sehingga kini sah menjadi pengendali baru perseroan.
Pengambilalihan ini dilakukan melalui pembelian saham dari PT Pandawa Putra Investama sebagai bagian dari taktik memperkokoh transformasi bisnis serta ekspansi usaha DPUM di masa depan.
Direktur PT Rama Indonesia, Sherley Chandra Hadipurnomo, menjelaskan bahwa akuisisi ini merefleksikan optimisme perusahaan terhadap prospek jangka panjang Dua Putra Utama Makmur.
Baca JugaBEI Pantau Saham BREN Milik Prajogo Pangestu Usai Turun Tidak Wajar
“Transaksi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat fundamental perseroan sekaligus membuka peluang sinergi dan transformasi bisnis yang lebih agresif, adaptif, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber, Senin (11/5/2026).
Pihak manajemen berpendapat bahwa kehadiran Rama Indonesia sebagai pengendali baru diharapkan mampu memberikan pengaruh positif bagi pasar serta pemegang saham.
Perusahaan berkomitmen untuk mempertajam tata kelola, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperlebar peluang ekspansi bisnis.
Menurut Sherley, pergantian pengendali ini menandai dimulainya fase baru transformasi perusahaan demi menciptakan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan, termasuk investor publik.
Sebagai konsekuensi dari transaksi ini, Rama Indonesia bakal menggelar Penawaran Tender Wajib atau Mandatory Tender Offer (MTO) kepada pemegang saham publik sesuai regulasi POJK No. 9/POJK.04/2018 mengenai Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.
Perseroan merasa optimis bahwa sinergi setelah akuisisi akan membuka ruang pengembangan bisnis yang lebih luas, menaikkan daya saing, serta memperkuat posisi DPUM untuk meraih pertumbuhan yang konsisten.
Dari sisi performa, DPUM mencatatkan pendapatan senilai Rp1,25 triliun sepanjang 2025. Perusahaan juga sukses memangkas rugi bersih menjadi Rp26 miliar dari posisi rugi tahun sebelumnya yang mencapai Rp37 miliar.
Meski begitu, DPUM tetap mewaspadai tantangan fluktuasi harga bahan baku serta dinamika pasar yang memengaruhi operasional dan keuangan.
Ibtihal
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026












