Kinerja Moncer Nobu Bank 2025, Laba Melonjak 46 Persen dan QRIS 2 Juta Merchant
- Jumat, 03 April 2026
JAKARTA - Kinerja sektor perbankan digital kembali menunjukkan tren positif sepanjang 2025, salah satunya tercermin dari capaian PT Bank Nationalnobu Tbk (Nobu Bank).
Bank ini berhasil mencatat lonjakan laba bersih yang signifikan, seiring dengan strategi ekspansi bisnis ritel dan penguatan layanan berbasis digital yang terus digencarkan.
Pertumbuhan tersebut tidak hanya tercermin dari sisi keuntungan, tetapi juga dari perluasan ekosistem pembayaran digital yang semakin masif. Hal ini menjadi indikator bahwa transformasi digital di sektor perbankan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja perusahaan.
Baca JugaMega Insurance Lirik Peluang Kampung Nelayan 5.000 Program Nasional 2029
Kinerja Keuangan Tumbuh Signifikan Sepanjang 2025
Sepanjang tahun 2025, Nobu Bank membukukan laba bersih sebesar Rp481,3 miliar atau meningkat 46,30% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan keberhasilan perseroan dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan efisiensi operasional.
Selain itu, total aset Nobu Bank tercatat mencapai Rp41,2 triliun atau tumbuh 23,67% secara tahunan. Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami peningkatan sebesar 18,76% menjadi Rp28,9 triliun. Kenaikan ini mencerminkan tingkat kepercayaan nasabah yang semakin kuat terhadap layanan yang diberikan.
Manajemen perusahaan menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat bisnis di masa mendatang. "Ke depan, Nobu Bank akan terus memperkuat pada pengembangan ekosistem pembayaran digital, perluasan jaringan merchant, serta pertumbuhan kredit yang berkualitas pada sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan," tulis manajemen Nobu Bank.
Penyaluran Kredit dan Kualitas Aset Tetap Terjaga
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Nobu Bank mencapai Rp24,2 triliun atau tumbuh 20,07%. Pertumbuhan ini didorong oleh segmen konsumer, terutama Kredit Pemilikan Rumah (KPR), serta kontribusi dari sektor usaha kecil dan menengah (UKM) dan mikro.
Meski ekspansi kredit terus berjalan, kualitas aset tetap terjaga dengan baik. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang berada pada level rendah, yaitu 0,44% secara gross.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perseroan mampu mengelola risiko kredit secara efektif, sekaligus menjaga stabilitas portofolio pembiayaan di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.
Pendapatan Berbasis Komisi Dorong Kinerja
Selain pertumbuhan kredit, peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee based income) juga menjadi salah satu pendorong utama kinerja perusahaan. Kontribusi pendapatan ini mencapai 16,6% terhadap total pendapatan.
Kenaikan tersebut didukung oleh berbagai layanan transaksi digital yang terus berkembang, termasuk agent banking, bancassurance, serta administrasi kredit. Diversifikasi sumber pendapatan ini menjadi strategi penting dalam memperkuat ketahanan bisnis di tengah persaingan industri perbankan.
Dengan semakin meningkatnya transaksi digital, Nobu Bank mampu memanfaatkan peluang dari perubahan perilaku masyarakat yang kini lebih mengandalkan layanan keuangan berbasis teknologi.
Ekspansi QRIS dan Jaringan Agent Banking
Dalam pengembangan bisnis digital, Nobu Bank mencatat pencapaian signifikan melalui perluasan ekosistem pembayaran. Jumlah merchant QRIS yang telah tergabung kini melampaui 2 juta, didukung oleh lebih dari 143 ribu jaringan agent banking di seluruh Indonesia.
Capaian ini memperkuat posisi perseroan dalam ekosistem pembayaran digital nasional, sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat di berbagai wilayah.
Ekspansi ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong inklusi keuangan, dengan menghadirkan layanan yang lebih mudah dijangkau dan efisien bagi pelaku usaha maupun masyarakat umum.
Rasio Keuangan Tetap Sehat dan Prospek Positif
Secara keseluruhan, rasio keuangan Nobu Bank berada pada level yang sehat. Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 22,29%, Return on Assets (ROA) 1,67%, Return on Equity (ROE) 13,07%, serta Loan to Deposit Ratio (LDR) 83,68%.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perseroan memiliki fondasi keuangan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan. Dengan strategi yang berfokus pada digitalisasi dan penguatan sektor ritel, Nobu Bank optimistis mampu mempertahankan kinerja positif di tengah tantangan ekonomi.
Transformasi digital yang terus dilakukan diyakini akan menjadi kunci utama dalam menjaga daya saing, sekaligus membuka peluang baru di industri perbankan yang semakin dinamis.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mega Insurance Lirik Peluang Kampung Nelayan 5.000 Program Nasional 2029
- Jumat, 03 April 2026
Penyaluran KUR BRI Tembus Rp31,42 Triliun per Februari 2026, UMKM Makin Terdorong
- Jumat, 03 April 2026
Berita Lainnya
Penyaluran KUR BRI Tembus Rp31,42 Triliun per Februari 2026, UMKM Makin Terdorong
- Jumat, 03 April 2026
Harga Perak Dunia Anjlok Ikuti Emas Tertekan Dolar dan Geopolitik Global
- Jumat, 03 April 2026









