Rabu, 13 Mei 2026

Kredensialing dan Rekredensialing Jaga Standar Layanan JKN Tetap Berkualitas

Kredensialing dan Rekredensialing Jaga Standar Layanan JKN Tetap Berkualitas
Kredensialing dan Rekredensialing Jaga Standar Layanan JKN Tetap Berkualitas

JAKARTA - Upaya menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat terus diperkuat melalui berbagai mekanisme pengawasan dan penilaian. 

Salah satu fondasi utama dalam sistem pelayanan kesehatan nasional adalah proses kredensialing yang diterapkan dalam kerja sama antara penyelenggara jaminan kesehatan dan fasilitas kesehatan.

Melalui proses ini setiap fasilitas kesehatan yang ingin bermitra diwajibkan memenuhi standar tertentu agar mampu memberikan pelayanan yang aman dan sesuai kebutuhan peserta. Mekanisme tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional agar tetap terjaga secara berkelanjutan.

Baca Juga

BMRI dan BBCA Teratas Ini Saham Banyak Dijual Asing Sepekan Terakhir

Peran Kredensialing dalam Menjamin Kualitas Layanan

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah menegaskan bahwa proses kredensialing dan rekredensialing memiliki peran krusial dalam memastikan mutu layanan bagi peserta JKN.

Dalam menjalin kerja sama setiap faskes wajib melalui proses kredensialing Ini merupakan tahap penilaian awal untuk memastikan fasilitas kesehatan memenuhi kualifikasi dalam memberikan layanan kepada peserta JKN ujar Rizzky Rabu 1 April 2026

Proses ini menjadi langkah awal untuk menilai kesiapan fasilitas kesehatan baik dari sisi sumber daya manusia sarana prasarana maupun standar pelayanan yang harus dipenuhi.

Cakupan Fasilitas Kesehatan Mitra JKN

Saat ini BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 23532 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama seperti puskesmas klinik dan praktik dokter. Selain itu terdapat 3189 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan seperti rumah sakit yang turut menjadi mitra dalam program ini.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa seluruh fasilitas kesehatan yang terlibat telah melalui proses seleksi dan penilaian sehingga dinyatakan memenuhi kriteria untuk memberikan pelayanan kepada peserta JKN. Dengan cakupan yang luas ini masyarakat memiliki akses yang lebih mudah terhadap layanan kesehatan di berbagai wilayah.

Proses Transparan Libatkan Banyak Pihak

Dalam pelaksanaannya proses kredensialing dan rekredensialing tidak dilakukan secara sepihak. BPJS Kesehatan melibatkan berbagai pihak mulai dari dinas kesehatan hingga asosiasi fasilitas kesehatan untuk memastikan penilaian berjalan objektif dan sesuai standar.

Proses ini dilakukan secara transparan dengan melibatkan pihak terkait sesuai mandat regulasi Program JKN Hasil penilaian didasarkan pada indikator yang terukur dan merupakan keputusan bersama tim sehingga dapat dipertanggungjawabkan dan benar benar mencerminkan kondisi riil di lapangan tegas Rizzky

Keterlibatan berbagai pihak ini menjadi kunci agar proses penilaian tidak hanya bersifat administratif tetapi juga mencerminkan kondisi nyata layanan kesehatan di lapangan.

Evaluasi Berkala dan Dorongan Transformasi Digital

Rizzky menambahkan bahwa rekredensialing dilakukan secara berkala sebagai bentuk pengawasan sekaligus pembinaan bagi fasilitas kesehatan. Melalui evaluasi rutin ini diharapkan kualitas layanan dapat terus meningkat seiring dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

Kredensialing menjadi momentum evaluasi bagi faskes untuk terus berbenah dan beradaptasi Kami ingin memastikan bahwa kualitas layanan tidak stagnan tetapi terus meningkat tambahnya

Sejalan dengan hal tersebut Sekretaris Jenderal Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia Noor Arida Sofiyana juga menekankan bahwa kredensialing tidak sekadar memenuhi aspek administratif tetapi merupakan upaya bersama dalam menjaga mutu layanan kesehatan.

Ia menjelaskan bahwa rumah sakit berkomitmen memenuhi berbagai indikator yang ditetapkan mulai dari kompetensi tenaga kesehatan kecukupan sumber daya kesiapan sarana prasarana hingga kepatuhan terhadap standar akreditasi dan keselamatan pasien.

Arida melihat penguatan kredensialing yang mencakup indikator kinerja layanan seperti waktu tunggu pasien serta integrasi sistem digital menjadi langkah positif dalam mendorong pelayanan yang lebih efektif dan efisien. Transformasi digital yang terus didorong dinilai mampu memperkuat sinergi antara BPJS Kesehatan dan rumah sakit.

Lebih lanjut Arida juga mendorong penguatan mekanisme kredensialing melalui digitalisasi proses dan penyempurnaan instrumen penilaian yang berfokus pada mutu layanan. Keterlibatan asosiasi dalam penyusunan indikator dinilai penting agar kebijakan yang dihasilkan lebih implementatif.

Kami harap sinergi tersebut terus dilakukan sehingga asosiasi faskes dengan BPJS Kesehatan bisa menyamakan persepsi untuk menghadirkan pelayanan yang mengedepankan mutu bagi peserta tegas Arida

Dalam proses kredensialing dan rekredensialing BPJS Kesehatan tidak memungut biaya apapun. Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan jika menemukan praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kemenparekraf Perkuat UMKM Pariwisata Nasional dan Akses Pasar Global

Kemenparekraf Perkuat UMKM Pariwisata Nasional dan Akses Pasar Global

 Update Harga Kripto Bitcoin Turun 0,88 Persen dan Solana Naik 1,24 Persen

Update Harga Kripto Bitcoin Turun 0,88 Persen dan Solana Naik 1,24 Persen

Harga Pangan 12 Mei: Cabai Rawit Merah Tembus 67.650 Rupiah per Kg

Harga Pangan 12 Mei: Cabai Rawit Merah Tembus 67.650 Rupiah per Kg

Kementan Prioritaskan Peternak Rakyat dalam Industri Perunggasan

Kementan Prioritaskan Peternak Rakyat dalam Industri Perunggasan

Harga Bawang dan Cabai Merah di Medan Mulai Naik, Warga Mengeluh

Harga Bawang dan Cabai Merah di Medan Mulai Naik, Warga Mengeluh