Kamis, 19 Februari 2026

Laba Bersih Pegadaian 2025 Tumbuh Signifikan Jadi Rp8,34 Triliun

Laba Bersih Pegadaian 2025 Tumbuh Signifikan Jadi Rp8,34 Triliun
Laba Bersih Pegadaian 2025 Tumbuh Signifikan Jadi Rp8,34 Triliun

JAKARTA - PT Pegadaian, perusahaan yang bergerak dalam sektor jasa keuangan, berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa pada tahun 2025. 

Laba bersih yang diperoleh oleh perusahaan melonjak 42,6 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, mencapai Rp8,34 triliun, yang jauh lebih tinggi daripada hasil pada tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp5,85 triliun. 

Pencapaian ini menandakan kesuksesan strategi dan pengelolaan bisnis yang dilakukan oleh Pegadaian, meskipun tantangan perekonomian global dan kondisi domestik yang tidak menentu.

Baca Juga

Emtek Akuisisi 2,68 Miliar Saham SCMA Senilai Rp752,66 Miliar di 2026

Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari strategi perusahaan yang tepat, serta adaptasi terhadap perubahan pasar yang terus berkembang. 

"Kami sangat bersyukur dengan pencapaian yang luar biasa ini, yang tidak hanya mencerminkan kinerja keuangan yang kuat tetapi juga keberhasilan dalam menghadapi tantangan ekonomi dan memberikan layanan yang semakin relevan bagi masyarakat," ujar Damar.

Pencapaian Aset dan Outstanding Loan (OSL) Gross yang Mengesankan

Pencapaian laba bersih yang signifikan ini juga didorong oleh keberhasilan Pegadaian dalam mengelola aset dan pinjaman. Total aset perusahaan tercatat sebesar Rp151,7 triliun, yang mengalami kenaikan 47,8 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya tercatat sebesar Rp102,6 triliun. 

Peningkatan ini menjadi salah satu indikator kuat bahwa Pegadaian terus tumbuh dengan pesat dan semakin memperluas jangkauannya di pasar keuangan.

Selain itu, Outstanding Loan (OSL) Gross Pegadaian juga menunjukkan kenaikan yang signifikan sebesar 47,5 persen. Pada tahun 2025, total OSL Gross Pegadaian tercatat mencapai Rp126 triliun, dibandingkan dengan Rp85,4 triliun pada tahun 2024. 

Kenaikan ini menggambarkan peningkatan permintaan akan produk pembiayaan dari Pegadaian, baik itu berupa pinjaman mikro maupun produk gadai yang semakin diminati oleh masyarakat.

Peningkatan Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE)

Kinerja keuangan Pegadaian semakin mengesankan dengan pencapaian Return on Asset (ROA) yang meningkat menjadi 6,7 persen, serta Return on Equity (ROE) yang mencatatkan angka 21,73 persen. 

Peningkatan ROA dan ROE ini menunjukkan bahwa Pegadaian berhasil mengelola aset dan ekuitas perusahaan dengan lebih efisien, yang pada akhirnya berkontribusi pada laba bersih yang melonjak signifikan.

ROA yang lebih tinggi mengindikasikan bahwa Pegadaian mampu menghasilkan keuntungan yang lebih besar dari setiap unit aset yang dimiliki. 

Sementara itu, ROE yang mencapai 21,73 persen menunjukkan bahwa perusahaan berhasil memberikan nilai tambah yang tinggi kepada para pemegang sahamnya.

Penurunan Tingkat Pembiayaan Bermasalah (NPL)

Salah satu pencapaian penting yang juga patut dicatat adalah penurunan tingkat pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL). 

Pada 2024, angka NPL Pegadaian tercatat sebesar 0,63 persen, sedangkan pada 2025 angka ini turun menjadi hanya 0,38 persen. Penurunan ini menunjukkan bahwa kualitas pembiayaan yang diberikan oleh Pegadaian semakin membaik dan pengelolaan risiko semakin optimal.

Penurunan NPL yang signifikan ini merupakan salah satu indikator penting bahwa Pegadaian berhasil menjaga kesehatan portofolio kreditnya. 

Selain itu, hal ini juga menunjukkan bahwa perusahaan semakin mampu memberikan layanan yang aman dan terpercaya bagi masyarakat serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi salah satu sasaran utama produk-produk pembiayaan Pegadaian.

Komitmen Pegadaian Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Pegadaian terus berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan perekonomian kerakyatan melalui produk-produk yang inklusif dan terjangkau. 

Salah satu produk unggulan Pegadaian adalah layanan gadai yang memungkinkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dana cepat tanpa harus kehilangan aset.

Produk gadai ini memberikan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan uang tunai dengan menjaminkan barang berharga mereka.

Selain itu, Pegadaian juga terus memperkuat layanan pinjaman mikro yang sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM. 

Produk pinjaman mikro ini memberikan akses pembiayaan yang terjangkau kepada para pelaku usaha kecil dan menengah yang membutuhkan modal untuk meningkatkan kapasitas bisnis mereka. 

Dengan adanya pinjaman mikro Pegadaian, diharapkan para pelaku UMKM dapat terus berkembang dan berkontribusi pada perekonomian nasional.

Pegadaian juga memperkenalkan layanan Bank Emas Pegadaian, yang memungkinkan masyarakat untuk merencanakan, mengelola, dan mengoptimalkan portofolio investasi emas, baik secara fisik maupun digital. 

Layanan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berinvestasi emas dengan cara yang lebih aman dan transparan.

Strategi Pegadaian untuk Tahun 2026

Melihat keberhasilan yang diraih pada tahun 2025, Pegadaian tetap optimis dapat melanjutkan kinerjanya yang positif di tahun 2026. 

Meskipun tantangan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik masih membayangi, perusahaan berencana untuk terus memperkuat strategi yang adaptif dalam menghadapi perubahan pasar. Hal ini mencakup penguatan layanan berbasis solusi, serta peningkatan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, optimis bahwa perusahaan akan terus tumbuh meskipun tantangan tersebut ada.

"Dengan penerapan strategi korporasi yang adaptif, penguatan layanan berbasis solusi, serta transformasi budaya perusahaan yang berkelanjutan, kami yakin Pegadaian dapat terus berkembang dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat," ungkap Ferdian.

Untuk itu, Pegadaian juga berencana untuk memperluas jaringan layanan dan meningkatkan kualitas produk agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Perusahaan juga akan terus memperbaiki tata kelola dan operasionalnya untuk menjaga kepercayaan pelanggan dan mitra bisnis.

Dengan pencapaian laba bersih yang melonjak signifikan pada tahun 2025, PT Pegadaian menunjukkan kapasitas dan ketahanannya dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. 

Peningkatan aset, OSL, serta turunnya NPL menjadi bukti nyata bahwa Pegadaian terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik untuk masyarakat. Komitmen Pegadaian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan juga terlihat jelas melalui berbagai produk dan layanan yang ditawarkan. 

Di masa depan, dengan strategi yang adaptif dan fokus pada transformasi perusahaan, Pegadaian siap menghadapi tantangan dan melanjutkan perjalanan kesuksesannya.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Saham NATO Ditawarkan Rp183 melalui Tender Wajib oleh Mercury Strategic

Saham NATO Ditawarkan Rp183 melalui Tender Wajib oleh Mercury Strategic

Chery C5 CSH Meluncur Serentak di 8 Kota, Harga Mulai Rp401 Juta

Chery C5 CSH Meluncur Serentak di 8 Kota, Harga Mulai Rp401 Juta

KTB Fuso Buka Diler Baru di Bandar Lampung, Lokasi Strategis

KTB Fuso Buka Diler Baru di Bandar Lampung, Lokasi Strategis

Pefindo Berikan Peringkat A Plus untuk RAJA, Outlook Stabil dan Positif

Pefindo Berikan Peringkat A Plus untuk RAJA, Outlook Stabil dan Positif

Hilirisasi Bauksit MIND ID Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Mempawah Daerah

Hilirisasi Bauksit MIND ID Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Mempawah Daerah