JAKARTA - PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK), yang dikenal dengan nama Emtek, kembali melakukan transaksi besar pada pasar saham.
Pada Februari 2026, perusahaan ini menambah porsi kepemilikannya di PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) dengan melakukan pembelian 2,68 miliar lembar saham SCMA.
Dengan tambahan ini, Emtek kini menguasai 74,02% saham SCMA, menguat dibandingkan dengan posisi sebelumnya yang hanya 70,39%.
Baca JugaLaba Bersih Pegadaian 2025 Tumbuh Signifikan Jadi Rp8,34 Triliun
Pembelian saham tersebut dilakukan melalui dua transaksi terpisah yang masing-masing dilakukan pada 10 dan 11 Februari 2026. Dengan nilai transaksi mencapai Rp752,66 miliar, Emtek menggenggam saham SCMA senilai total 54,75 miliar lembar.
Pembelian pertama dilakukan sebanyak 351,13 juta lembar saham dengan harga transaksi Rp258 per saham, sedangkan pembelian kedua berjumlah 2,33 miliar saham dengan harga Rp284 per lembar.
Tujuan Transaksi dan Status Kepemilikan Saham Emtek
Emtek mengungkapkan bahwa tujuan dari transaksi pembelian saham SCMA ini adalah untuk investasi jangka panjang. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan, disebutkan bahwa status kepemilikan saham yang dilakukan oleh Emtek adalah kepemilikan langsung.
Hal ini menunjukkan bahwa Emtek tidak hanya mengandalkan perusahaan lain dalam mengelola saham tersebut, tetapi langsung memegang saham tersebut sebagai bagian dari strategi investasi mereka.
Dengan menguasai 74,02% saham SCMA, Emtek kini memiliki kendali yang lebih besar atas kinerja SCMA. Ini memberikan Emtek posisi yang lebih dominan dalam pengambilan keputusan strategis yang berkaitan dengan SCMA, yang merupakan perusahaan media terkemuka di Indonesia.
SCMA sendiri memiliki portofolio yang beragam, termasuk stasiun televisi, konten digital, dan berbagai bisnis terkait media lainnya.
Harga Saham SCMA dan Pergerakannya di Pasar
Pada hari Rabu, 18 Februari 2026, saham SCMA dibuka dengan harga Rp312 per lembar. Sebelumnya, saham SCMA ditutup pada level Rp306 per lembar pada perdagangan pekan lalu.
Selama sesi perdagangan pada hari tersebut, harga saham SCMA bergerak di kisaran Rp306 hingga Rp318 per lembar, sebelum akhirnya ditutup pada harga Rp318 per lembar pada pukul 11.59 WIB.
Dengan harga tersebut, kapitalisasi pasar SCMA tercatat sebesar Rp23,62 triliun, meskipun harga saham SCMA sejak awal tahun 2026 mengalami penurunan 28 poin atau -8,09%.
Namun, dalam periode enam bulan terakhir, saham SCMA mengalami kenaikan sebesar 34 poin atau naik 11,97%, menunjukkan adanya potensi pertumbuhan yang lebih baik di masa mendatang.
Pergerakan harga saham ini menunjukkan bahwa meskipun harga saham SCMA mengalami penurunan pada awal tahun 2026, namun ada indikasi adanya pemulihan dalam jangka pendek. Hal ini mungkin terkait dengan strategi investasi jangka panjang yang diterapkan oleh Emtek dengan memperbesar kepemilikannya.
Strategi Investasi Emtek untuk Masa Depan
Emtek terus menunjukkan strategi investasi yang agresif di sektor media melalui pembelian saham SCMA. Langkah ini juga mencerminkan kepercayaan Emtek terhadap prospek industri media Indonesia, meskipun menghadapi beberapa tantangan di pasar yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan domestik.
Emtek yakin bahwa investasi di SCMA akan memberikan keuntungan jangka panjang seiring dengan perbaikan kinerja perusahaan dan pasar media yang terus berkembang.
Kepemilikan lebih besar atas SCMA memungkinkan Emtek untuk memiliki lebih banyak kendali dalam pengambilan keputusan strategis, termasuk keputusan tentang ekspansi bisnis, inovasi produk, dan pengelolaan sumber daya media yang lebih baik.
Ini juga dapat membuka lebih banyak peluang bagi Emtek untuk mengoptimalkan portofolio media mereka dan memperkuat posisi mereka di pasar.
Emtek berencana untuk terus meningkatkan kinerja SCMA dengan mendukung pengembangan teknologi media, termasuk investasi dalam platform digital, yang semakin penting dalam dunia media saat ini. Ini akan memungkinkan SCMA untuk bersaing lebih kuat di pasar yang sangat kompetitif.
Implikasi Jangka Panjang dan Potensi Keuntungan
Dengan bertambahnya kepemilikan saham SCMA, Emtek diharapkan akan menikmati keuntungan jangka panjang dari pertumbuhan yang potensial di sektor media.
Meskipun harga saham SCMA mengalami penurunan pada awal tahun 2026, Emtek memiliki keyakinan bahwa ini adalah peluang untuk membeli saham dengan harga yang lebih rendah dan mendapatkan keuntungan saat pasar kembali pulih.
Selain itu, SCMA sebagai perusahaan media besar memiliki potensi untuk terus berkembang, terutama dalam hal konten digital dan platform media lainnya.
Tren digitalisasi di Indonesia semakin berkembang, dan SCMA yang sudah memiliki portofolio media yang luas dapat memanfaatkan peluang ini untuk menarik lebih banyak audiens dan menghasilkan pendapatan yang lebih besar.
Emtek juga memperkirakan bahwa kepemilikan saham yang lebih besar ini akan memberikan kontrol lebih banyak atas strategi SCMA, baik dalam pengelolaan sumber daya maupun pengembangan bisnis media yang lebih berkelanjutan.
Hal ini memberi Emtek keunggulan kompetitif untuk mendominasi pasar media di Indonesia dalam jangka panjang.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Fintech Cicil Salurkan Rp1,9 Triliun Sepanjang 2025 Tumbuh 111 Persen
- Rabu, 18 Februari 2026
Purbaya Siapkan 3 Skema Anggaran Rehabilitasi Pascabanjir Sumatra Terpadu
- Rabu, 18 Februari 2026
Berita Lainnya
Saham NATO Ditawarkan Rp183 melalui Tender Wajib oleh Mercury Strategic
- Rabu, 18 Februari 2026
Pefindo Berikan Peringkat A Plus untuk RAJA, Outlook Stabil dan Positif
- Rabu, 18 Februari 2026
Hilirisasi Bauksit MIND ID Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Mempawah Daerah
- Rabu, 18 Februari 2026
Terpopuler
1.
Kebijakan Kuliah Daring Ramadhan UMI 2026: Solusi Ekonomi Mahasiswa
- 18 Februari 2026
2.
Peluang Karier Tutor Universitas Terbuka: Syarat dan Skema Honor
- 18 Februari 2026
3.
Daftar Mobil Listrik Murah IIMS 2026 Harga Rp100 Jutaan
- 18 Februari 2026












