Rute Transjabodetabek Cawang-Jababeka Resmi Dibuka, Tarif Hemat Mulai Rp 2.000
- Rabu, 18 Februari 2026
JAKARTA - Pada 18 Februari 2026, layanan Bus Transjabodetabek rute Cawang-Jababeka resmi beroperasi, memberikan angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi umum yang efisien dan terjangkau.
Kerjasama antara Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, PT Jababeka Tbk (KIJA), dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menggelar acara flag off ceremony yang menandai dimulainya operasional rute ini.
Rute Cawang-Jababeka ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antara kawasan industri Jababeka dengan Jakarta, serta mempermudah akses transportasi bagi pekerja dan masyarakat yang beraktivitas di area komersial di sekitar Jababeka.
Baca JugaPemerintah Optimalkan Pembangunan Hunian Sementara dan Tetap di Tiga Provinsi
Dengan adanya layanan ini, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi yang selama ini seringkali menyebabkan kemacetan, serta mendukung upaya pengurangan emisi karbon.
Tarif yang Terjangkau untuk Semua Kalangan
Layanan Transjabodetabek rute Cawang-Jababeka memiliki tarif yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp 3.500 per perjalanan untuk jadwal reguler.
Bahkan, untuk perjalanan pada pagi hari, khususnya dari pukul 05.00 hingga 07.00 WIB, Transjabodetabek menawarkan tarif khusus hanya Rp 2.000.
Dengan harga yang ramah di kantong ini, layanan ini semakin menarik bagi pekerja di kawasan industri Jababeka yang mencari alternatif transportasi yang nyaman dan terjangkau.
Rute Transjabodetabek Cawang-Jababeka beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB, dengan total 14 armada yang siap melayani penumpang.
Layanan ini akan melalui titik-titik strategis di sepanjang rutenya, antara lain Cawang Sentral, Grand Wisata Bekasi, Living Plaza Jababeka, dan Jababeka Hollywood Junction, sebelum kembali ke titik awal di Cawang.
Mendukung Pengurangan Kemacetan dan Emisi Karbon
Salah satu tujuan utama pengoperasian Transjabodetabek rute Cawang-Jababeka adalah untuk mengurangi kemacetan di jalan-jalan utama yang menghubungkan Jakarta dengan kawasan industri di Bekasi.
Dengan jumlah armada yang cukup banyak dan frekuensi perjalanan yang terjadwal dengan baik, diharapkan dapat menekan penggunaan kendaraan pribadi, yang selama ini menjadi penyebab utama kemacetan di kawasan ini.
Selain itu, penggunaan transportasi publik seperti Transjabodetabek juga turut mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh kendaraan pribadi.
Dengan mengalihkan sebagian besar mobilitas pekerja dan pelaku bisnis dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, maka dampak negatif terhadap lingkungan dapat diminimalkan.
Kolaborasi Antara Pemerintah dan Swasta
Ivonne Anggraini, Presiden Direktur Graha Buana Cikarang, yang merupakan bagian dari PT Jababeka Tbk, menyatakan bahwa pengoperasian rute Cawang-Jababeka ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan kawasan industri yang terintegrasi dengan sistem transportasi publik berkelanjutan.
Menurutnya, Jababeka berkomitmen untuk menghadirkan ekosistem perkotaan yang nyaman dan terkoneksi, serta mendukung terciptanya mobilitas yang produktif bagi masyarakat.
Hal senada juga disampaikan oleh Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, yang memberikan apresiasi atas kolaborasi antara berbagai pihak, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun pengelola kawasan Jababeka.
Asep menekankan bahwa kolaborasi yang kuat ini telah berhasil menciptakan sistem transportasi yang terintegrasi dan dapat menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat di kawasan industri.
Infrastruktur Terintegrasi untuk Masa Depan
Kota Jababeka terus berupaya untuk meningkatkan konektivitas dan infrastruktur transportasinya.
Selain adanya layanan Transjabodetabek rute Cawang-Jababeka, Jababeka juga didukung oleh berbagai sistem transportasi lainnya, seperti DAMRI Bandara Soekarno-Hatta, Primajasa ke Bandung, dan shuttle bus AO yang menghubungkan Jababeka dengan Deltamas dan Blok M.
Tak hanya itu, pengembangan infrastruktur seperti MRT Fase III Cikarang–Balaraja dan LRT Jakarta-Cikarang yang akan berhenti di pusat kota semakin memperkuat konektivitas kawasan ini.
Kehadiran fasilitas EV Charging Station juga semakin mempertegas komitmen Jababeka untuk menciptakan ekosistem mobilitas yang modern dan berkelanjutan.
Dengan semakin lengkapnya infrastruktur transportasi, Kota Jababeka tidak hanya menawarkan kenyamanan bagi penghuninya, tetapi juga memberikan peluang besar bagi investor yang tertarik berinvestasi di kawasan industri yang terintegrasi ini.
Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Dengan semakin banyaknya akses transportasi yang terhubung, baik dari rute Transjabodetabek maupun berbagai sistem transportasi lainnya, Kota Jababeka kini semakin menjadi kawasan mandiri berbasis industri yang terintegrasi.
Ekosistem yang dibangun di sini mencakup semua aspek kehidupan, mulai dari tempat tinggal hingga tempat bekerja, serta sarana transportasi yang mendukung kelancaran mobilitas penghuninya.
Sebagai bagian dari kota mandiri, Jababeka menawarkan lingkungan yang nyaman untuk hidup dan bekerja.
Kolaborasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam pengoperasian Transjabodetabek dan pengembangan infrastruktur lainnya menjadi bukti nyata bahwa pembangunan berkelanjutan dan efisiensi mobilitas dapat tercapai melalui kerja sama yang solid.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Fintech Cicil Salurkan Rp1,9 Triliun Sepanjang 2025 Tumbuh 111 Persen
- Rabu, 18 Februari 2026
Purbaya Siapkan 3 Skema Anggaran Rehabilitasi Pascabanjir Sumatra Terpadu
- Rabu, 18 Februari 2026
Berita Lainnya
Intip Detil Kabin dan Fitur BYD Racco, EV Kei Car yang Siap Menggoyang Jepang
- Rabu, 18 Februari 2026
BYD Tampilkan Denza B5 di Indonesia, Harga dan Waktu Peluncuran Belum Diungkap
- Rabu, 18 Februari 2026
3 Rekomendasi Varian Colokan Pengisian Mobil Listrik yang Populer di Indonesia
- Rabu, 18 Februari 2026
Suzuki Perkenalkan E-Vitara Listrik Versi Terjangkau Sekitar Rp 200 Jutaan bagi Pasar India
- Rabu, 18 Februari 2026
Terpopuler
1.
Kebijakan Kuliah Daring Ramadhan UMI 2026: Solusi Ekonomi Mahasiswa
- 18 Februari 2026
2.
Peluang Karier Tutor Universitas Terbuka: Syarat dan Skema Honor
- 18 Februari 2026
3.
Daftar Mobil Listrik Murah IIMS 2026 Harga Rp100 Jutaan
- 18 Februari 2026












