BCA Syariah Kembangkan Pembiayaan Emas, Jalin Kolaborasi dengan UBS
- Rabu, 11 Februari 2026
JAKARTA - Dengan permintaan emas yang terus meningkat dan tren kenaikan harga yang stabil, BCA Syariah semakin serius untuk memperluas bisnis pembiayaan emasnya.
Setelah mencatatkan pertumbuhan pembiayaan yang luar biasa pada 2025, Bank BCA Syariah kini menjajaki peluang untuk memperkuat jaringan penyedia emas dengan menggandeng UBS, salah satu nama besar dalam sektor ini.
Kerja sama ini merupakan bagian dari strategi bank untuk terus mendongkrak posisi mereka di sektor perbankan syariah, yang semakin diminati oleh masyarakat, terutama untuk investasi yang lebih aman dan menguntungkan.
Baca JugaPanduan Tabel Angsuran KUR BNI 2026 Beserta Syarat Pengajuan Lengkap
Latar Belakang Kinerja Pembiayaan Emas BCA Syariah
Pada tahun 2025, BCA Syariah mengalami lonjakan pembiayaan emas yang fantastis, mencapai Rp 520 miliar, atau meningkat sebesar 238% dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka ini menjadi salah satu pendorong utama kinerja pembiayaan konsumer bank yang tumbuh 47,1% pada tahun tersebut, menjadi total sebesar Rp 2,1 triliun.
Meningkatnya permintaan terhadap pembiayaan emas dipicu oleh tren harga emas yang terus naik, menjadikannya pilihan investasi yang stabil di tengah ketidakpastian pasar dan ekonomi global.
Pranata, Direktur BCA Syariah, menjelaskan bahwa tingginya minat nasabah terhadap pembiayaan emas ini berkat permintaan yang terus berkembang, terutama dari segmen nasabah baru yang kini lebih banyak berfokus pada investasi emas.
"Pembiayaan emas kini semakin mudah didapatkan melalui BCA Syariah, dan kami optimis dapat memperluas jangkauan kami di sektor ini," ungkapnya.
Strategi Perluasan Melalui Kerja Sama dengan UBS
Untuk memperkuat jaringan penyedia emas dan memperluas ekosistem pembiayaan emas, BCA Syariah mulai menggandeng beberapa mitra, antara lain Galeri24, Pegadaian, dan Harta Dinata.
Tak hanya itu, bank ini juga tengah menjajaki kerja sama dengan UBS di Surabaya, yang diharapkan dapat memperkuat penawaran mereka di pasar emas yang semakin kompetitif. Kolaborasi ini merupakan langkah penting bagi BCA Syariah untuk terus memperluas akses produk emas syariah yang mereka tawarkan kepada nasabahnya.
"Saat ini, kami sedang aktif menjajaki kolaborasi dengan UBS sebagai bagian dari strategi memperluas jaringan penyedia emas. Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk memastikan nasabah kami mendapat akses yang lebih luas dan lebih aman ke produk emas," kata Pranata menambahkan.
Manajemen Risiko dalam Bisnis Pembiayaan Emas
Meski permintaan emas terus berkembang pesat, BCA Syariah tidak mengabaikan aspek risiko yang mungkin timbul akibat fluktuasi harga emas.
Direktur Manajemen Risiko BCA Syariah, Eduard Guntoro Purba, menegaskan bahwa meskipun emas tetap menjadi instrumen investasi yang menarik, bank harus tetap berhati-hati dengan dinamika pasar yang sangat volatil.
Eduard mengungkapkan bahwa penurunan harga emas yang signifikan dapat berujung pada risiko pasar dan kredit yang perlu dikelola dengan cermat.
Namun, meskipun terdapat risiko pasar, Eduard menilai emas masih sangat relevan sebagai instrumen lindung nilai, terutama di tengah ketidakpastian global dan melemahnya kepercayaan terhadap aset berbasis dolar AS.
"Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian, emas menjadi pilihan yang lebih aman bagi nasabah yang ingin melindungi kekayaannya," ujar Eduard.
Edukasi dan Pendekatan Syariah dalam Pemasaran Pembiayaan Emas
Dalam memasarkan pembiayaan emas, BCA Syariah tidak hanya mengedepankan keuntungan finansial, tetapi juga pentingnya edukasi kepada nasabah.
Mengedepankan prinsip-prinsip syariah yang menjaga harta nasabah, bank ini memberikan pemahaman kepada calon debitur bahwa pembiayaan emas bukan untuk tujuan spekulasi, melainkan untuk menjaga kekayaan dalam jangka panjang.
Pendekatan edukasi ini bertujuan untuk memastikan nasabah memahami bahwa pembiayaan emas adalah bentuk investasi yang aman dan menguntungkan, bukan untuk permainan pasar yang berisiko tinggi.
Pranata menegaskan bahwa komitmen bank untuk memberikan layanan yang sesuai dengan prinsip syariah akan terus dijaga.
"Kami tidak hanya memberikan produk pembiayaan, tetapi juga memastikan nasabah memahami manfaatnya dan sesuai dengan ketentuan syariah, sehingga pembiayaan ini bisa bermanfaat dalam jangka panjang bagi mereka," tutupnya.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Pink Moon April 2026 Muncul Rabu Malam, BRIN Jelaskan Waktu dan Cara Melihatnya
- Selasa, 31 Maret 2026
Ditjenpas Siap Terapkan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat Secara Bertahap
- Selasa, 31 Maret 2026
Garuda Indonesia Setop Rute Jakarta Bengkulu, Ini Alasan Resmi Kemenhub
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
Belanja Online Ramadan 2026: Fashion Menjadi Primadona dan Produk Premium
- Selasa, 31 Maret 2026
Bank Jatim Catat Pertumbuhan Kinerja dan Laba Menguat Sepanjang Tahun 2025
- Selasa, 31 Maret 2026
5,5 Juta Wajib Pajak Belum Lapor SPT, Ini Panduan dan Contoh Isi Coretax
- Selasa, 31 Maret 2026












