Rabu, 11 Februari 2026

Investasi Emas di Usia Muda: 5 Tips yang Harus Kamu Ketahui

Investasi Emas di Usia Muda: 5 Tips yang Harus Kamu Ketahui
Investasi Emas di Usia Muda: 5 Tips yang Harus Kamu Ketahui

JAKARTA - Di era yang serba cepat ini, keputusan keuangan yang bijak menjadi kunci untuk menciptakan kestabilan finansial jangka panjang. 

Generasi muda sering kali dihadapkan pada pilihan antara membeli barang-barang konsumtif seperti gawai terbaru atau mengelola keuangan untuk masa depan. Salah satu pilihan yang semakin populer adalah investasi emas. 

Emas, yang dahulu dianggap sebagai instrumen investasi kuno, kini kembali dilirik sebagai pilihan aman (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Baca Juga

Transformasi Kampung Nelayan: Menjamin Mutu Ikan Melalui Tata Kelola Dingin yang Handal

Emas dikenal dengan nilai stabilnya, terutama ketika pasar lain sedang bergejolak. Namun, meski terkesan aman, investasi emas tetap memerlukan strategi yang tepat agar tidak merugi. 

Oleh karena itu, bagi kamu yang baru mulai tertarik dengan investasi emas, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan agar hasil investasi yang didapatkan maksimal.

Fokus Pada Logam Mulia, Bukan Perhiasan

Sering kali pemula menganggap membeli perhiasan emas seperti kalung atau cincin sama dengan investasi. Padahal, itu adalah kesalahan besar. Membeli perhiasan emas tidak sama dengan membeli emas batangan atau logam mulia. 

Kenapa? Karena perhiasan emas memiliki biaya pembuatan yang cukup besar. Biaya tersebut akan terhitung sebagai kerugian jika kamu berniat menjualnya kembali, sebab harga jual perhiasan emas biasanya lebih rendah dibandingkan dengan harga beli.

Jika tujuan kamu adalah investasi, pastikan untuk membeli emas dalam bentuk batangan atau logam mulia. Emas dalam bentuk logam mulia murni memiliki harga yang lebih transparan dan mengikuti harga pasar secara langsung tanpa adanya biaya tambahan seperti pada perhiasan. 

Emas logam mulia ini lebih stabil nilainya dan lebih mudah diperdagangkan kembali saat kamu membutuhkannya. Biasanya, pembelian emas batangan atau logam mulia juga dilengkapi dengan sertifikat yang memastikan keaslian dan kualitasnya, memberikan kamu rasa aman saat berinvestasi.

Pastikan Emas yang Kamu Beli Memiliki Sertifikat Resmi

Salah satu langkah pertama dalam investasi emas adalah memastikan bahwa emas yang kamu beli terjamin keasliannya. Jangan tergiur dengan harga murah yang ditawarkan oleh sumber yang tidak jelas. 

Emas palsu bisa beredar di pasaran, dan jika kamu membeli tanpa memeriksa keasliannya, bisa jadi uang yang kamu keluarkan sia-sia. Oleh karena itu, selalu pastikan bahwa emas yang kamu beli memiliki sertifikat dari lembaga terpercaya, seperti ANTAM atau UBS.

Kini, untuk memverifikasi keaslian emas tidaklah sulit. Banyak platform yang menyediakan fitur untuk memindai QR code pada kemasan emas, yang bisa kamu cek melalui aplikasi di ponsel. 

Sertifikat emas ini bukan hanya jaminan kualitas, tetapi juga bisa memastikan bahwa emas tersebut memiliki nilai jual yang tinggi. Jika emas yang ditawarkan tidak dilengkapi dengan sertifikat atau tidak dapat diverifikasi dengan mudah, lebih baik untuk mencari pilihan lain yang lebih terpercaya.

Pilih Gramasi yang Lebih Besar untuk Efisiensi Biaya

Jika kamu sudah memutuskan untuk berinvestasi emas dan memiliki dana lebih, lebih baik membeli emas dalam gramasi yang lebih besar, misalnya 5 gram atau 10 gram, daripada membeli emas dengan gramasi kecil, seperti 0,5 gram secara berkali-kali. 

Mengapa demikian? Setiap keping emas, baik itu kecil atau besar, memiliki biaya produksi atau cetak yang sama. Jadi, semakin kecil gramasi emas, maka semakin besar pula proporsi biaya cetaknya. Sebaliknya, semakin besar gramasi emas, semakin rendah biaya yang kamu keluarkan untuk membeli emas tersebut.

Misalnya, saat membeli emas dengan gramasi besar, kamu akan mendapatkan harga yang lebih efisien, mirip dengan konsep harga grosir. Dengan cara ini, kamu bisa menghemat biaya dan mendapatkan harga yang lebih kompetitif. 

Selain itu, harga jual kembali emas dengan gramasi besar cenderung lebih stabil dan lebih mudah dipasarkan karena lebih banyak diminati oleh investor.

Emas Digital: Solusi Praktis untuk Investasi Tanpa Risiko Kehilangan

Salah satu kekhawatiran yang sering dirasakan oleh investor emas adalah potensi kehilangan atau pencurian emas fisik. Bagi kamu yang tidak ingin menyimpan emas dalam bentuk fisik, emas digital bisa menjadi solusi yang menarik. 

Emas digital memungkinkan kamu untuk berinvestasi emas tanpa harus menyimpan logam mulia secara fisik. Dengan modal yang terjangkau, mulai dari Rp 10.000 saja, kamu sudah bisa membeli emas digital dan mulai berinvestasi.

Namun, meskipun emas digital menawarkan kemudahan, pastikan kamu hanya menggunakan platform atau aplikasi yang terdaftar dan diawasi oleh lembaga resmi seperti OJK atau Bappebti. 

Keberadaan regulasi ini sangat penting untuk melindungi dana dan memastikan bahwa transaksi yang dilakukan aman. 

Jangan sampai kamu terjebak pada investasi bodong yang menawarkan janji keuntungan besar tanpa dasar yang jelas. Dengan platform yang terpercaya, kamu bisa melakukan transaksi secara aman dan transparan tanpa takut kehilangan uang.

Sabar dan Jangan Terburu-buru Menjual Emas

Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan oleh investor pemula adalah terburu-buru menjual emas setelah hanya beberapa bulan membeli. 

Harga emas memang dapat mengalami fluktuasi dalam jangka pendek, namun sebagai investasi jangka panjang, emas memerlukan waktu untuk menghasilkan keuntungan yang optimal. 

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah selisih antara harga beli dan harga jual emas. Jika kamu membeli emas sekarang dan segera menjualnya dalam waktu dekat, kemungkinan besar kamu akan rugi karena harga jualnya lebih rendah dari harga beli.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari investasi emas, sebaiknya simpan emas kamu minimal selama 3 hingga 5 tahun sebelum menjualnya. 

Emas bukanlah jenis investasi yang memberikan keuntungan instan. Seiring berjalannya waktu, nilai emas cenderung meningkat, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dengan kesabaran dan disiplin, kamu akan mendapatkan hasil yang jauh lebih menguntungkan di masa depan.

Investasi emas adalah pilihan yang cerdas untuk jaminan masa depan, terutama bagi anak muda yang baru memulai perjalanan investasi. Emas menawarkan stabilitas dan potensi keuntungan yang baik di tengah fluktuasi ekonomi yang tidak menentu. 

Namun, agar investasi emas benar-benar menguntungkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: fokus pada logam mulia, pastikan keaslian emas yang dibeli, pilih gramasi yang lebih besar untuk efisiensi, pertimbangkan emas digital untuk kenyamanan, dan jangan terburu-buru menjual emas sebelum waktunya.

Dengan mengikuti tips ini, kamu bisa memulai investasi emas dengan langkah yang lebih percaya diri dan terhindar dari kesalahan umum yang sering dilakukan pemula.

Jangan ragu untuk memulai investasi emas sejak dini, karena meskipun emas tidak menjadikanmu kaya mendadak, ia bisa menjadi aset berharga yang melindungi kekayaanmu di masa depan. 

Dengan strategi yang tepat, investasi emas bisa memberikan hasil yang memuaskan dan membantu kamu meraih tujuan finansial jangka panjang.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Buyback Emas Antam Pegadaian 11 Februari 2026 Naik Rp10.000

Harga Buyback Emas Antam Pegadaian 11 Februari 2026 Naik Rp10.000

Harga Buyback Emas Antam 11 Februari 2026 Turun Dan Pajaknya

Harga Buyback Emas Antam 11 Februari 2026 Turun Dan Pajaknya

Harga Perak Dunia 11 Februari 2026 Turun Tajam Tiga Persen

Harga Perak Dunia 11 Februari 2026 Turun Tajam Tiga Persen

5 Saham Listing BEI Potensial Untuk Strategi Scalping Hari Ini Rabu

5 Saham Listing BEI Potensial Untuk Strategi Scalping Hari Ini Rabu

Rekomendasi Saham Hari Ini 11 Februari 2026 BBCA CDIA BRPT ADMR

Rekomendasi Saham Hari Ini 11 Februari 2026 BBCA CDIA BRPT ADMR