JAKARTA - Pada pembukaan perdagangan yang berlangsung di Jakarta pada Rabu, 11 Februari 2026, nilai tukar rupiah mengalami penguatan terhadap dolar AS.
Rupiah tercatat menguat sebesar 36 poin atau setara dengan 0,21 persen, menjadi Rp16.775 per dolar AS, dibandingkan dengan posisi sebelumnya yang berada di angka Rp16.811 per dolar AS.
Penguatan ini menunjukkan adanya pergerakan yang positif dalam nilai tukar rupiah, meskipun pasar mata uang global cenderung fluktuatif.
Baca JugaTransformasi Kampung Nelayan: Menjamin Mutu Ikan Melalui Tata Kelola Dingin yang Handal
Banyak faktor yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah, di antaranya adalah kondisi ekonomi domestik, kebijakan pemerintah, serta perkembangan ekonomi global yang mempengaruhi pasar mata uang.
Pengaruh Ekonomi Global Terhadap Nilai Tukar Rupiah
Dalam konteks global, rupiah berhadapan dengan dinamika pasar internasional yang bisa mempengaruhi pergerakannya setiap harinya.
Penguatan yang terjadi pada hari ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya adalah keputusan kebijakan moneter global yang memberikan dampak terhadap kurs mata uang negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Ketidakpastian ekonomi global, terutama yang berkaitan dengan kebijakan suku bunga dari bank sentral negara-negara besar, menjadi salah satu penyebab utama volatilitas nilai tukar mata uang.
Selain itu, kebijakan ekonomi dalam negeri, seperti kebijakan fiskal dan moneter yang diterapkan oleh Bank Indonesia, juga memiliki peranan penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Dengan demikian, penguatan yang tercatat pada hari ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
Peran Bank Indonesia dalam Stabilisasi Rupiah
Bank Indonesia (BI) terus berupaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan berbagai kebijakan moneter yang ditempuh. Sebagai bank sentral, BI berperan dalam mengatur suku bunga, mengelola likuiditas, serta melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk mengurangi gejolak yang terjadi di pasar.
Dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar rupiah yang dipengaruhi oleh faktor eksternal, BI selalu mengedepankan kebijakan yang bertujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik, termasuk menjaga inflasi agar tetap terkendali.
Penguatan rupiah yang tercatat pada hari ini tidak terlepas dari upaya BI dalam menjaga agar mata uang domestik tetap kompetitif di pasar internasional, sekaligus menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih stabil bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Sentimen Pasar dan Optimisme terhadap Ekonomi Indonesia
Selain kebijakan moneter yang diterapkan oleh Bank Indonesia, sentimen pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah.
Optimisme terhadap ekonomi Indonesia yang stabil, ditambah dengan kebijakan pembangunan pemerintah yang mendukung pertumbuhan sektor-sektor strategis, turut memberikan dampak positif terhadap kepercayaan investor.
Kinerja sektor riil, seperti pertumbuhan industri, ekspor, serta konsumsi domestik, menjadi indikator penting bagi pelaku pasar dalam menilai prospek perekonomian Indonesia.
Jika kondisi ekonomi domestik dapat terus menunjukkan kinerja yang baik, maka tidak menutup kemungkinan rupiah akan terus menguat di masa mendatang, seiring dengan meningkatnya kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia.
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah ke Depan
Meskipun nilai tukar rupiah pada hari ini menunjukkan penguatan, para ekonom dan analis pasar tetap mengingatkan agar tetap waspada terhadap kemungkinan fluktuasi nilai tukar di masa depan.
Pergerakan rupiah sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global, terutama kebijakan moneter negara besar seperti AS dan Eropa. Selain itu, ketegangan geopolitik dan faktor eksternal lainnya juga dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pasar valuta asing.
Untuk itu, penting bagi pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus menjaga kestabilan ekonomi dalam negeri agar nilai tukar rupiah tetap berada dalam jalur yang positif.
Di samping itu, masyarakat juga diharapkan untuk dapat mengelola keuangan mereka dengan bijak, terutama dalam hal penggunaan mata uang asing, guna mengantisipasi perubahan nilai tukar yang mungkin terjadi.
Penguatan rupiah pada hari ini, Rabu 11 Februari 2026, menjadi tanda positif bagi perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian global. Meskipun demikian, pergerakan nilai tukar rupiah tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.
Oleh karena itu, upaya yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik menjadi sangat penting dalam menjaga keberlanjutan penguatan rupiah ke depan.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kepulangan Sang Legenda: Rencana Besar Lionel Messi Kembali ke Barcelona
- Rabu, 11 Februari 2026
Transformasi Sergi Roberto: Dari Kapten Ikonik Barcelona Menuju Keluarga Baru di Como
- Rabu, 11 Februari 2026
Masa Depan Pertahanan Anfield: Jeremy Jacquet dan Misi Menjadi Suksesor Virgil van Dijk
- Rabu, 11 Februari 2026
Transformasi Kampung Nelayan: Menjamin Mutu Ikan Melalui Tata Kelola Dingin yang Handal
- Rabu, 11 Februari 2026
Mengapa AI Paling Pintar Sekalipun Masih Keok Hadapi Soal Matematika Orisinal?
- Rabu, 11 Februari 2026
Berita Lainnya
Terpopuler
1.
Jadwal Kapal Pelni Ambon Jakarta Februari 2026 Harga Tiket
- 11 Februari 2026
2.
Jadwal Kapal Pelni Bitung Sorong Februari 2026 Harga Tiket
- 11 Februari 2026
3.
Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja Kutoarjo Rabu 11 Februari 2026
- 11 Februari 2026
4.
Jadwal Lengkap KA Bandara YIA Jogja YIA Rabu 11 Februari 2026
- 11 Februari 2026
5.
Jadwal Bus KSPN Jogja Ke Pantai Selatan Terbaru Hari Ini
- 11 Februari 2026




.jpg)







