Harga Kripto Selasa 10 Februari 2026 Menguat Terbatas, Bitcoin Bertahan di Zona Hijau
- Selasa, 10 Februari 2026
JAKARTA - Perdagangan aset kripto pada Selasa pagi, 10 Februari 2026, menunjukkan sinyal pemulihan terbatas setelah tekanan yang cukup kuat dalam sepekan terakhir.
Sejumlah kripto utama kembali bergerak di zona hijau, meski penguatannya masih relatif tipis. Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati investor yang belum sepenuhnya kembali agresif, tetapi mulai merespons peluang setelah koreksi harga cukup dalam.
Pantauan pada pukul 06.45 WIB memperlihatkan pergerakan harga kripto teratas cenderung seragam. Beberapa aset digital utama mencatat kenaikan harian, meski secara mingguan masih berada di area pelemahan.
Baca JugaPanduan Tabel Angsuran KUR BNI 2026 Beserta Syarat Pengajuan Lengkap
Situasi tersebut menunjukkan bahwa pasar kripto masih berada dalam fase konsolidasi, di mana pelaku pasar menimbang arah pergerakan selanjutnya di tengah sentimen global yang belum sepenuhnya kondusif.
Data Coinmarketcap mencatat mayoritas kripto dengan kapitalisasi pasar besar kembali menguat secara terbatas. Namun, tekanan dalam jangka pendek masih terasa, terutama bagi aset yang sebelumnya mengalami penurunan tajam.
Bitcoin Menguat Tipis, Namun Tekanan Mingguan Masih Terasa
Bitcoin (BTC) sebagai kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kembali mencatatkan penguatan tipis. Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin naik 0,06 persen. Meski demikian, secara mingguan BTC masih melemah cukup dalam, yakni 10,84 persen.
Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 70.317 per koin atau setara Rp 1,18 miliar, dengan asumsi kurs Rp 16.803 per dolar Amerika Serikat. Pergerakan ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berusaha bertahan di level psikologis penting, meski tekanan jual belum sepenuhnya mereda.
Penguatan terbatas ini mengindikasikan adanya minat beli yang mulai muncul, namun belum cukup kuat untuk mendorong reli lebih signifikan. Investor tampaknya masih menunggu kepastian arah pasar sebelum meningkatkan eksposur pada Bitcoin, mengingat volatilitas yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Ethereum Ikut Naik, Altcoin Bergerak Variatif
Ethereum (ETH) juga menunjukkan pergerakan sejalan dengan Bitcoin. ETH tercatat naik 1,19 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, seperti Bitcoin, Ethereum masih mencatat pelemahan mingguan sebesar 10,11 persen. Dengan pergerakan tersebut, harga Ethereum saat ini berada di level Rp 35,4 juta per koin.
Sementara itu, pergerakan altcoin besar lainnya cenderung bervariasi. Binance Coin (BNB) justru kembali berada di zona merah. Dalam 24 jam terakhir, BNB melemah 0,52 persen dan secara mingguan turun cukup dalam hingga 17,54 persen. Kondisi ini membuat BNB diperdagangkan di kisaran Rp 10,7 juta per koin.
Di sisi lain, Cardano (ADA) kembali masuk zona hijau dengan kenaikan tipis 0,13 persen dalam sehari terakhir. Meski demikian, ADA masih melemah 9,49 persen dalam sepekan dan saat ini berada di level Rp 4.542 per koin. Pergerakan yang relatif datar ini mencerminkan minat beli yang masih terbatas pada altcoin tertentu.
Solana, XRP, hingga Dogecoin Tunjukkan Arah Berbeda
Solana (SOL) turut mencatatkan penguatan harian. SOL naik 0,43 persen dalam 24 jam terakhir, meski secara mingguan masih melemah 16,69 persen. Saat ini, harga Solana berada di level Rp 1,46 juta per koin. Tekanan mingguan yang cukup besar menunjukkan bahwa sentimen terhadap SOL masih cenderung berhati-hati.
XRP juga kembali berada di zona hijau. XRP menguat 0,74 persen dalam sehari terakhir, namun masih melemah 10,98 persen dalam sepekan. Dengan pergerakan tersebut, XRP kini dibanderol di level Rp 24.224 per koin.
Berbeda dengan beberapa kripto utama lainnya, koin meme Dogecoin (DOGE) masih berada di zona merah. Dalam satu hari terakhir, DOGE turun 0,21 persen dan melemah 10,65 persen secara mingguan.
Hal ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 1.620 per token. Kondisi ini menandakan minat investor terhadap aset berisiko tinggi seperti meme coin masih belum pulih sepenuhnya.
Kapitalisasi Pasar Kripto Masih Tertekan Tipis
Sementara itu, pergerakan stablecoin relatif stabil. Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) masih bertahan di kisaran USD 1,00. Meski begitu, keduanya tercatat melemah tipis masing-masing sebesar 0,26 persen dan 0,28 persen. Stabilitas stablecoin ini mencerminkan fungsinya sebagai aset penyeimbang di tengah volatilitas pasar kripto.
Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global hari ini berada di level USD 2,39 triliun atau setara Rp 40.159 triliun. Angka tersebut melemah sekitar 0,21 persen dalam 24 jam terakhir. Penurunan tipis ini menunjukkan bahwa meski sebagian besar kripto menguat harian, tekanan jual masih membayangi pasar secara umum.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Pink Moon April 2026 Muncul Rabu Malam, BRIN Jelaskan Waktu dan Cara Melihatnya
- Selasa, 31 Maret 2026
Ditjenpas Siap Terapkan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat Secara Bertahap
- Selasa, 31 Maret 2026
Garuda Indonesia Setop Rute Jakarta Bengkulu, Ini Alasan Resmi Kemenhub
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
Belanja Online Ramadan 2026: Fashion Menjadi Primadona dan Produk Premium
- Selasa, 31 Maret 2026
Bank Jatim Catat Pertumbuhan Kinerja dan Laba Menguat Sepanjang Tahun 2025
- Selasa, 31 Maret 2026
5,5 Juta Wajib Pajak Belum Lapor SPT, Ini Panduan dan Contoh Isi Coretax
- Selasa, 31 Maret 2026













.jpg)