Panduan Cerdas 2026: Cara Memilih Aplikasi Investasi Saham Terbaik bagi Pemula
- Senin, 09 Februari 2026
JAKARTA - Memasuki tahun 2026, antusiasme masyarakat Indonesia terhadap pasar modal semakin tinggi.
Namun, dengan banyaknya pilihan platform digital yang tersedia, pemula sering kali terjebak dalam kebingungan. Memilih aplikasi investasi bukan sekadar soal tampilan yang keren, melainkan tentang keamanan aset dan kemudahan dalam belajar. Berikut adalah kriteria utama yang harus Anda perhatikan sebelum mulai menaruh modal di pasar saham.
Keamanan adalah Harga Mati: Cek Izin OJK
Baca JugaPerusahaan Pialang Adalah: Pengertian, Tugas, dan Jenis-Jenisnya
Sebelum mengunduh aplikasi apa pun, pastikan kredibilitas perusahaan sekuritas tersebut.
Legalitas Terjamin: Aplikasi wajib memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan merupakan anggota Bursa Efek Indonesia (BEI).
Terdaftar di SIPF: Pastikan sekuritas tersebut menjadi bagian dari Indonesia Securities Investor Protection Fund (SIPF) untuk menjamin keamanan dana nasabah dari risiko penyalahgunaan.
Struktur Biaya (Fee) yang Transparan
Sebagai pemula, setiap rupiah sangat berarti. Bandingkan biaya transaksi antara satu aplikasi dengan yang lain:
Fee Beli dan Jual: Pilihlah aplikasi dengan biaya transaksi yang kompetitif (biasanya berkisar 0,15% untuk beli dan 0,25% untuk jual).
Tanpa Setoran Minimum yang Memberatkan: Banyak aplikasi modern di tahun 2026 yang sudah mengizinkan pembukaan akun dengan modal mulai dari Rp100.000 saja.
Fitur Edukasi dan Analisis yang Ramah Pemula
Aplikasi terbaik adalah aplikasi yang membantu penggunanya menjadi lebih pintar, bukan sekadar tempat jual-beli.
Fitur "Stock Scanner": Membantu memfilter saham berdasarkan fundamental atau teknikal tertentu secara otomatis.
Akun Demo: Fitur simulasi trading sangat penting bagi pemula untuk berlatih menggunakan uang virtual sebelum terjun dengan uang sungguhan.
Materi Edukasi: Ketersediaan artikel, webinar, atau video tutorial di dalam aplikasi akan sangat membantu proses belajar Anda.
User Interface (UI) dan Stabilitas Aplikasi
Di tahun 2026, kecepatan eksekusi adalah segalanya. Aplikasi yang sering lag atau error saat jam bursa buka dapat merugikan Anda.
Kemudahan Navigasi: Tampilan harus intuitif sehingga Anda tidak bingung saat ingin melakukan pembelian atau memantau portofolio.
Layanan Konsumen (CS): Pastikan aplikasi memiliki layanan bantuan yang responsif melalui live chat atau WhatsApp untuk membantu kendala teknis Anda.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
XPENG Indonesia Pamerkan Kendaraan Listrik Canggih Berbasis AI Terbaru IIMS 2026
- Senin, 09 Februari 2026
Bank Jateng Dorong Konservasi dan Reboisasi Ramah Lingkungan di Banjarnegara
- Senin, 09 Februari 2026
Indosat Capai Laba Bersih Rp5,5 Triliun Didukung Pendapatan Stabil 2025
- Senin, 09 Februari 2026
DAMRI Bandara YIA Hadirkan Rute Jogja-Sleman Dengan Tarif Terjangkau Rp80.000
- Senin, 09 Februari 2026
Berita Lainnya
BEI Jadwalkan Pertemuan Lanjutan dengan MSCI Bahas Penguatan Pasar Modal
- Senin, 09 Februari 2026
OJK Dorong Perusahaan Asuransi Dukung Ekonomi Hijau dengan Perlindungan
- Senin, 09 Februari 2026
Solusi Hunian Gen Z: BCA Hadirkan KPR Bunga Berjenjang untuk Cicilan yang Lebih Fleksibel
- Senin, 09 Februari 2026
BTN Festiversary 2026: Gebyar Bunga KPR 2,65% dan Ragam Promo Spesial untuk Hunian Impian
- Senin, 09 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
Penjualan Sepeda Motor Indonesia Tunjukkan Lonjakan Awal Tahun 2026
- 09 Februari 2026
3.
Harga Minyakita Awal Februari 2026 Turun Meski Masih Di Atas HET
- 09 Februari 2026
4.
Peningkatan Pesanan Tiket KA Reguler Lebaran 2026 Capai 655.407 Unit
- 09 Februari 2026
5.
BYD Tembus Empat Besar Penjualan Mobil Nasional Januari 2026
- 09 Februari 2026













