Jumat, 06 Februari 2026

Kolaborasi Jadi Kunci Pemulihan Industri Otomotif Nasional Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan Jangka Panjang

Kolaborasi Jadi Kunci Pemulihan Industri Otomotif Nasional Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan Jangka Panjang
Kolaborasi Jadi Kunci Pemulihan Industri Otomotif Nasional Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan Jangka Panjang

JAKARTA - Pemulihan industri otomotif nasional dinilai belum sepenuhnya berada pada jalur yang kokoh untuk menopang pertumbuhan jangka panjang. 

Di tengah berbagai sinyal perbaikan, sektor ini masih menghadapi tantangan struktural yang membutuhkan pendekatan kolektif. Pemerintah menilai bahwa keberlanjutan industri otomotif tidak bisa hanya bertumpu pada satu pihak, melainkan memerlukan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Pandangan tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutan peresmian Indonesia International Motor Show atau IIMS 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis 5 Februari 2026. Menurutnya, meskipun industri otomotif telah menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, fondasi pemulihan tersebut masih perlu diperkuat agar mampu bertahan menghadapi dinamika ekonomi ke depan.

Baca Juga

Sidang Parade Caba TNI AD Ambon: Komitmen Rekrutmen Tanpa Pungli

Pemulihan Industri Masih Belum Kokoh

Menteri Perindustrian menegaskan bahwa kondisi industri otomotif saat ini belum sepenuhnya stabil. Ia menyebut, proses kebangkitan atau reborn industri otomotif masih menyisakan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama oleh pemerintah dan pelaku industri.

“Reborn industri otomotif belum sepenuhnya kokoh. Masih banyak tantangan yang harus kita cari jalan keluarnya bersama,” ujar Agus. Pernyataan ini mencerminkan kehati-hatian pemerintah dalam menilai kondisi industri, meskipun sejumlah indikator menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan periode sebelumnya.

Tantangan tersebut dinilai bersifat struktural dan tidak bisa diselesaikan secara instan. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis yang terukur agar pemulihan tidak hanya bersifat sementara.

Tantangan Pembiayaan Dan Dinamika Global

Agus mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama yang masih dihadapi industri otomotif adalah aspek pembiayaan. Akses pembiayaan yang kompetitif dinilai sangat menentukan daya beli masyarakat serta keberlanjutan produksi kendaraan bermotor di dalam negeri.

Selain pembiayaan, dinamika ekonomi global juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Perubahan kondisi geopolitik, fluktuasi harga komoditas, serta ketidakpastian ekonomi dunia turut memengaruhi kinerja industri otomotif nasional.

Kondisi tersebut menuntut industri untuk lebih adaptif dan memiliki strategi mitigasi risiko yang matang agar tidak terlalu terdampak oleh gejolak eksternal.

Proyeksi Penjualan Kendaraan Tahun 2026

Pemerintah memproyeksikan penjualan kendaraan nasional pada 2026 mencapai sekitar 850.000 unit. Angka ini diperkirakan meningkat sekitar 4 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya, meskipun masih berada di bawah potensi maksimal industri otomotif nasional.

Dengan kapasitas produksi kendaraan nasional yang mencapai sekitar 2,5 juta unit per tahun, Menperin berharap target tersebut dapat tercapai. Bahkan, ia optimistis penjualan bisa melampaui proyeksi awal apabila didukung oleh kondisi ekonomi yang lebih kondusif.

“Kita berharap ini angka konservatif dan bisa tercapai,” kata Agus. Pernyataan ini menunjukkan optimisme yang tetap dibarengi dengan sikap realistis terhadap kondisi pasar.

Kapasitas Produksi Dan Kesenjangan Pasar

Meski target penjualan 2026 menunjukkan tren positif, angka tersebut dinilai masih belum cukup kuat untuk mengembalikan pasar otomotif ke level sebelum pandemi. Sebelum krisis kesehatan global, penjualan kendaraan nasional sempat menembus angka 1 juta unit per tahun.

Kesenjangan antara kapasitas produksi dan realisasi penjualan menjadi catatan penting bagi pemerintah dan pelaku industri. Kapasitas yang besar belum sepenuhnya diimbangi oleh permintaan pasar yang kuat dan stabil.

Kondisi ini menuntut strategi yang lebih komprehensif, baik dari sisi kebijakan maupun inovasi produk, agar kapasitas produksi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pelemahan Distribusi Dan Permintaan

Data penjualan menunjukkan bahwa tantangan industri otomotif tidak hanya terjadi pada sisi distribusi, tetapi juga permintaan. Selama 2025, total penjualan wholesales kendaraan roda empat atau lebih secara nasional tercatat turun 7,2 persen.

Sementara itu, penjualan ritel juga mengalami perlambatan sebesar 6,3 persen. Angka ini mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih, meskipun aktivitas ekonomi mulai bergerak.

“Artinya pelemahan tidak hanya terjadi pada sisi distribusi tapi juga permintaan,” kata Agus. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemulihan industri otomotif harus menyentuh sisi hulu dan hilir secara bersamaan.

Kolaborasi Sebagai Kunci Pemulihan

Ke depan, pemerintah menilai penguatan pembiayaan, stabilitas rantai pasok, serta adaptasi terhadap elektrifikasi menjadi kunci utama pemulihan industri otomotif nasional. Tantangan tersebut dinilai tidak bisa dihadapi secara parsial oleh satu pihak saja.

“Banyak tantangan yang harus kita cari jalan keluarnya bersama, seperti pembiayaan, dinamika global, sampai rantai pasok dari supply chain,” ucap Agus. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai sangat krusial.

Agus berharap ajang IIMS 2026 kembali menjadi katalis pertumbuhan dan penguatan industri otomotif nasional. Melalui sinergi dan kerja bersama, industri otomotif diharapkan mampu pulih secara berkelanjutan dan kembali menjadi penggerak penting perekonomian Indonesia.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Literasi Budaya: Mahasiswa Unand Transformasi Tambo Mungo Jadi Buku Anak

Literasi Budaya: Mahasiswa Unand Transformasi Tambo Mungo Jadi Buku Anak

Agresivitas GAC Aion di IIMS 2026: Harga Turun, Unit Cepat Sampai

Agresivitas GAC Aion di IIMS 2026: Harga Turun, Unit Cepat Sampai

Era Baru Suzuki Indonesia: SUV Listrik e Vitara Resmi Mengaspal

Era Baru Suzuki Indonesia: SUV Listrik e Vitara Resmi Mengaspal

Mendagri Dorong Pemda Bentuk Tim Pendataan Warga Terdampak Bencana

Mendagri Dorong Pemda Bentuk Tim Pendataan Warga Terdampak Bencana

Mendagri Tegaskan Presiden Mobilisasi Nasional Renovasi Rumah Korban Bencana

Mendagri Tegaskan Presiden Mobilisasi Nasional Renovasi Rumah Korban Bencana