JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto membuat langkah simbolis dalam setiap perjalanan dinasnya ke luar negeri dengan memilih Garuda Indonesia sebagai pesawat kenegaraan utama.
Keputusan ini bukan sekadar urusan logistik, melainkan bagian dari strategi diplomasi untuk menunjukkan identitas dan kekuatan bangsa di mata dunia.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa penggunaan maskapai nasional ini merupakan representasi dari kebanggaan terhadap produk dan layanan dalam negeri yang memiliki skala global.
Baca Juga
Simbol Negara Besar dan Kuat
Pemilihan pesawat jenis Boeing 777 milik Garuda Indonesia bertujuan untuk memberikan impresi positif saat mendarat di negara-negara sahabat. Ada pesan tersirat yang ingin disampaikan Presiden kepada para pemimpin dunia.
Dengan menggunakan Garuda Indonesia, Presiden Prabowo secara langsung mempromosikan maskapai pembawa bendera (flag carrier) Indonesia sebagai bukti nyata kemajuan sektor kedirgantaraan dan layanan transportasi udara nasional.
Konfigurasi Pesawat: Mengedepankan Fungsionalitas
Hal menarik dari penggunaan armada Boeing 777 Garuda ini adalah tidak adanya perubahan drastis pada interior pesawat. Berbeda dengan pesawat kepresidenan di banyak negara yang dirancang khusus dengan kemewahan VVIP, pesawat yang digunakan Presiden Prabowo tetap mempertahankan bentuk aslinya.
Tanpa Perubahan Khusus: Konfigurasi kursi dan kabin tetap seperti pesawat komersial Garuda Indonesia pada umumnya.
Tidak Ada Kesan Eksklusif: Teddy menegaskan tidak ada penambahan fitur khusus kepresidenan atau perubahan tata letak VIP yang berlebihan.
Klarifikasi Terkait Jumlah Pesawat Kenegaraan
Menanggapi isu penggunaan dua pesawat kenegaraan, Sekretaris Kabinet memberikan klarifikasi tegas. Meskipun terdapat dua pesawat yang bergerak dalam satu rangkaian kunjungan, peruntukannya sangat berbeda.
Pesawat Utama (Garuda Indonesia): Digunakan oleh Presiden untuk kegiatan kenegaraan.
Pesawat Pendukung (TNI AU): Digunakan untuk mengangkut perangkat kepresidenan yang diwajibkan oleh undang-undang, seperti Paspampres, protokol, tim medis, staf Kementerian Luar Negeri, serta awak media.
"Jadi, saya mau sampaikan tidak benar bahwa bapak presiden menggunakan dua pesawat kenegaraan," pungkas Teddy. Penggunaan pesawat pendukung milik TNI AU merupakan prosedur standar keamanan dan koordinasi untuk memastikan seluruh tim pendukung tetap terintegrasi dalam satu misi perjalanan.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Aturan 4 Persen Membantu Karyawan Swasta Menentukan Target Dana Pensiun
- Jumat, 06 Februari 2026
Layanan SIM Keliling Jakarta Jumat 6 Februari 2026 Hadir Lima Lokasi
- Jumat, 06 Februari 2026
Indonesia dan Inggris Perkuat Kolaborasi Demi Mutu Pendidikan Tinggi
- Jumat, 06 Februari 2026
Mendiktisaintek Soroti Peran Teaching Factory dalam Ekosistem Vokasi Produktif
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Prospek Permintaan Nikel Terus Tinggi, MIND ID Soroti Peluang Industri
- Jumat, 06 Februari 2026
PLN Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik Lewat Jaringan 5.000 SPKLU
- Jumat, 06 Februari 2026
PLN EPI Pastikan Gas Natuna Tersalur Lewat Jalur Pipa WNTS-Pemping
- Jumat, 06 Februari 2026
Danantara Dorong Percepatan Izin Investasi untuk Proyek Tak Mandek Lagi
- Jumat, 06 Februari 2026
Konsolidasi Danantara Satukan Lebih dari 1.000 BUMN untuk Efisiensi Investasi Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026













