Ketahanan Energi Nasional Menguat: 1 Juta Barel Minyak Pertamina dari Aljazair Tiba di Cilacap
- Senin, 02 Februari 2026
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) berhasil merealisasikan pengiriman strategis 1 juta barel minyak mentah hasil produksi mandiri dari Aljazair, Afrika Utara.
Kapal pengangkut MT Spyros resmi bersandar dan terkoneksi dengan Single Point Mooring (SPM) di perairan selatan Cilacap, Jawa Tengah.
Langkah ini merupakan bagian dari misi besar Pertamina dalam mengamankan pasokan energi nasional sekaligus menjalankan amanat Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca JugaProgram Bedah Rumah PKP 2026, Ini Syarat dan Kriteria Penerimanya
Perjalanan Logistik dan Operasional
Keberhasilan ini menandai tuntasnya tantangan logistik lintas benua yang melibatkan koordinasi antar-benua:
Waktu Tempuh: Pelayaran memakan waktu lebih dari satu bulan (berangkat sejak 24 Desember 2025).
Lokasi Pengolahan: Minyak akan diolah di Refinery Unit (RU) IV Cilacap, kilang terbesar di Indonesia dengan kapasitas pengolahan yang andal.
Integrasi Teknologi: Proses unloading dipantau secara real-time melalui koneksi langsung antara kapal dengan Control Room RU IV Cilacap.
Sinergi Internal: "Berdikari" di Rantai Pasok Global
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menekankan bahwa pengapalan ini merupakan hasil sinergi solid dari tiga subholding utama Pertamina:
PT Pertamina Internasional EP (PIEP): Selaku produsen yang mengelola Wilayah Kerja (WK) Migas di Aljazair (Blok 405A).
Pertamina International Shipping (PIS): Selaku pelaksana proses pengapalan lintas samudera.
Kilang Pertamina Internasional (KPI): Selaku pembeli dan pengelola yang mengubah minyak mentah menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri.
Visi Jangka Panjang di Afrika Utara
Pengiriman kargo perdana ini juga menjadi tonggak sejarah pasca-perpanjangan Kontrak Bagi Hasil Produksi (PSC) Blok 405A di Aljazair. Kontrak ini menjamin kelangsungan operasional Pertamina di wilayah tersebut untuk 25 tahun ke depan, memberikan kepastian pasokan minyak mentah jangka panjang bagi Indonesia.
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh "Perwira" (pegawai) Pertamina atas kerja keras mereka. Ia menegaskan bahwa jajaran komisaris akan terus mengawal proses ini agar minyak mentah tersebut dapat dikonversi menjadi produk energi yang terjangkau bagi masyarakat luas.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Pink Moon April 2026 Muncul Rabu Malam, BRIN Jelaskan Waktu dan Cara Melihatnya
- Selasa, 31 Maret 2026
Ditjenpas Siap Terapkan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat Secara Bertahap
- Selasa, 31 Maret 2026
Garuda Indonesia Setop Rute Jakarta Bengkulu, Ini Alasan Resmi Kemenhub
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
Harga Minyak Dunia Terus Naik Terdorong Krisis Timur Tengah dan WTI Menguat Tajam
- Selasa, 31 Maret 2026
Pertamina Klarifikasi Isu Kenaikan BBM Nonsubsidi Ditengah Dinamika Pasar Energi Global
- Selasa, 31 Maret 2026













.jpg)