JAKARTA - Bagi masyarakat yang tengah berburu rumah murah di Jawa Barat, kawasan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, masih menawarkan sejumlah pilihan menarik.
Rumah dengan harga di bawah Rp 200 juta tetap tersedia, menawarkan hunian yang relatif kompak dengan luas bangunan sekitar 22–30 meter persegi.
Informasi ini diperoleh dari situs Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang), yang dikelola oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama BP Tapera, pada Minggu, 25 Januari 2026.
Baca JugaASN Kementerian ESDM Perkuat Tata Kelola Tambang Lewat Big Data
Kehadiran rumah subsidi ini menjadi kesempatan bagi keluarga muda atau calon pemilik rumah pertama kali untuk memiliki properti tanpa harus terbebani biaya tinggi. Meski ukurannya kecil, spesifikasi dan fasilitas yang ditawarkan tetap memenuhi standar hunian layak.
Panorama Citayam: Hunian Modern Harga Rp 185 Juta
Panorama Citayam dikembangkan oleh PT Multi Griya Propertindo, anggota Himpunan Pengembangan Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra). Rumah ditawarkan dengan harga Rp 185 juta untuk luas bangunan 26 meter persegi dan luas lahan 72 meter persegi.
Setiap unit memiliki 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Spesifikasi bangunan menggunakan genteng beton untuk atap, dinding dari bata, lantai keramik, dan fondasi batu. Hunian ini cocok untuk pasangan muda atau keluarga kecil yang ingin memulai rumah tangga dengan biaya terjangkau.
Amarta Residence 4: Alternatif Rumah Subsidi Luas 22 Meter Persegi
Perumahan Amarta Residence 4 berada di Tajurhalang dan dikembangkan oleh Petra Bangun Sarana, juga anggota Himperra. Harga rumah ditawarkan Rp 181 juta dengan luas bangunan 22 meter persegi dan luas lahan 60 meter persegi.
Setiap unit memiliki 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Atap rumah menggunakan baja ringan, dinding dari batako yang diplester dan diaci, serta lantai keramik. Fondasi menggunakan batu kali yang kokoh. Perumahan ini menjadi opsi bagi konsumen yang mencari hunian ekonomis dengan kualitas bangunan yang memadai.
Griya Hawthah Inat: Hunian Luas 29 Meter Persegi untuk Keluarga Muda
Griya Hawthah Inat dikembangkan oleh Anugrah Mulya Nusaindo, anggota Perkumpulan Wirausahawan Rumah Rakyat Nusantara (Perwiranusa). Harga rumah adalah Rp 185 juta dengan luas bangunan 29 meter persegi dan luas lahan 60 meter persegi.
Rumah memiliki 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Atap rumah menggunakan rangka baja ringan, dinding double dinding, lantai keramik, dan fondasi cakar ayam. Hunian ini menawarkan kenyamanan lebih bagi keluarga yang memerlukan ruang sedikit lebih luas namun tetap dalam harga terjangkau.
Oemah Tajur Halang Regency: Pilihan Rumah Subsidi Luas 30 Meter Persegi
Oemah Tajur Halang Regency dikembangkan oleh PT Oemah Insan Mandiri, anggota Perkumpulan Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (Apernas). Rumah ditawarkan seharga Rp 185 juta dengan luas bangunan 30 meter persegi dan luas lahan 60 meter persegi.
Spesifikasi bangunan meliputi atap baja ringan, dinding bata merah diplester dan diaci, lantai keramik ukuran 40x40 cm, serta fondasi batu kali. Rumah ini cocok bagi mereka yang ingin mendapatkan hunian sederhana namun tetap layak huni dan nyaman.
Nanggela Anugrah Pratama: Rumah Termurah Hanya Rp 158 Juta
Nanggela Anugrah Pratama, dikembangkan oleh PT Sinar Kandang Utama, anggota Himperra, menjadi rumah termurah di Tajurhalang. Harga ditawarkan Rp 158 juta dengan luas bangunan 22 meter persegi dan luas lahan 60 meter persegi.
Rumah memiliki 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Atap menggunakan genteng beton, dinding hebel yang diplester dan diaci, serta lantai keramik ukuran 30x30 cm dengan fondasi batu kali. Hunian ini menjadi opsi paling ekonomis untuk keluarga baru atau mereka yang mencari properti pertama dengan biaya rendah.
Manfaat Rumah Subsidi bagi Masyarakat
Rumah subsidi di Tajurhalang memberikan banyak keuntungan. Selain harga terjangkau, lokasi yang masih relatif dekat dengan pusat kota dan fasilitas umum membuat hunian ini menarik bagi calon pemilik rumah.
Dengan ukuran yang cukup untuk keluarga kecil, hunian ini membantu masyarakat memiliki rumah tanpa harus menunggu tabungan bertahun-tahun.
Selain itu, program subsidi pemerintah memastikan pembangunan rumah memenuhi standar kualitas, sehingga penghuni tetap mendapatkan hunian layak dengan fondasi dan struktur yang aman. Program ini juga mendukung pengembangan kawasan baru di Kabupaten Bogor, meningkatkan nilai properti di masa depan.
Tips Memilih Rumah Subsidi di Tajurhalang
Calon pembeli sebaiknya memperhatikan beberapa hal sebelum membeli rumah subsidi: lokasi strategis, akses transportasi, kualitas bangunan, dan potensi kenaikan nilai properti. Mengetahui spesifikasi teknis rumah, seperti material atap, dinding, lantai, dan fondasi, juga penting agar hunian dapat digunakan jangka panjang.
Melakukan survei ke lokasi secara langsung membantu calon pemilik memahami lingkungan sekitar, termasuk fasilitas publik, keamanan, dan potensi pengembangan di sekitar rumah. Ini memastikan keputusan membeli rumah tidak hanya berdasarkan harga, tetapi juga kenyamanan dan kelayakan jangka panjang.
Tajurhalang, Kabupaten Bogor, tetap menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah dengan harga terjangkau, mulai dari Rp 158 juta hingga Rp 185 juta. Dengan lima pilihan perumahan yang tersedia, calon pembeli memiliki fleksibilitas dalam memilih hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
Rumah subsidi ini tidak hanya memberikan hunian, tetapi juga kesempatan memiliki properti pertama dengan standar bangunan yang layak. Bagi keluarga muda, pasangan baru, atau masyarakat berpenghasilan rendah, hunian di Tajurhalang menjadi alternatif strategis untuk memulai kehidupan mandiri.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?
- Jumat, 06 Februari 2026
Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan
- Jumat, 06 Februari 2026
Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan
- Jumat, 06 Februari 2026
Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan
- Jumat, 06 Februari 2026













