Sabtu, 07 Februari 2026

Mahasiswa Politeknik PU Dikerahkan Dukung Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh Sumut

Mahasiswa Politeknik PU Dikerahkan Dukung Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh Sumut
Mahasiswa Politeknik PU Dikerahkan Dukung Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh Sumut

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat upaya pemulihan pascabencana banjir di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) dengan melibatkan mahasiswa magang dari Politeknik PU. 

Langkah ini menunjukkan kesiapsiagaan Kementerian PU dalam menanggapi kebutuhan darurat sekaligus memberikan pengalaman pengabdian nyata bagi mahasiswa.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, keterlibatan mahasiswa bukan sekadar tugas belajar, tetapi bagian dari tanggung jawab sosial dan profesional. "Ini adalah wujud pengabdian insan PU kepada ibu pertiwi, tidak hanya membangun, tetapi juga membangun kembali dengan lebih baik atau build back better pascabencana," ujar Dody.

Baca Juga

ASN Kementerian ESDM Perkuat Tata Kelola Tambang Lewat Big Data

Sebanyak 21 mahasiswa diterjunkan untuk mendukung tim teknis yang telah lebih dahulu bertugas di lapangan. Kehadiran mereka diharapkan mempercepat proses rekonstruksi infrastruktur dan pemulihan layanan dasar di wilayah terdampak.

Penugasan Mahasiswa Berdasarkan Keahlian

Mahasiswa yang diterjunkan berasal dari tiga program studi Politeknik PU, disesuaikan dengan kebutuhan teknis di lapangan. Lima mahasiswa Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Air ditempatkan di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II.

Sepuluh mahasiswa Program Studi Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan bertugas di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara. Sementara enam mahasiswa Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung ditempatkan di Satuan Kerja Prasarana Strategis Sumatera Utara.

Pembagian ini memastikan setiap mahasiswa memanfaatkan keahliannya secara optimal. Penempatan yang tepat juga membantu tim teknis kementerian dalam merencanakan dan melaksanakan rekonstruksi lebih cepat dan efektif.

Tugas Mahasiswa di Lapangan

Selama enam bulan penugasan, mahasiswa akan membantu inventarisasi dan pendataan kerusakan infrastruktur. Mereka juga terlibat dalam pendampingan teknis lapangan, termasuk mendukung perencanaan dan desain cepat (quick design) rekonstruksi bangunan terdampak.

Direktur Politeknik PU Brawijaya menekankan, mahasiswa harus menerapkan kompetensi teknis sekaligus menjaga sikap profesional di lapangan. "Mahasiswa diharapkan bekerja dengan penuh tanggung jawab, disiplin, serta menjaga nama baik institusi dan Kementerian PU," kata Brawijaya.

Kegiatan ini memberi mahasiswa pengalaman langsung menangani bencana, memahami kondisi lapangan, dan mengasah kemampuan problem solving dalam situasi nyata.

Kontribusi Sosial dan Pembentukan SDM Unggul

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Apri Artoto menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa magang bukan hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Kehadiran mereka menjadi sarana pembelajaran integritas, kepedulian sosial, dan bakti kepada negara.

"Mahasiswa magang diharapkan memberikan kontribusi positif bagi proses pemulihan di lapangan. Ini bukan hanya pembelajaran akademik, tetapi juga pembentukan integritas, kepekaan sosial, dan bakti kepada negara," ujar Apri.

Dengan pengalaman ini, mahasiswa diharapkan menjadi sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan memiliki empati tinggi terhadap masyarakat terdampak bencana.

Sinergi Antara Mahasiswa dan Tim Teknis PU

Keterlibatan mahasiswa juga memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan kementerian. Mahasiswa bekerja berdampingan dengan tim PU untuk memastikan rekonstruksi berjalan cepat, aman, dan sesuai standar teknis.

Langkah ini memperlihatkan kolaborasi yang efektif antara generasi muda dan tenaga profesional. Sinergi ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari pengalaman praktisi di lapangan.

Kementerian PU menekankan bahwa pemulihan infrastruktur pascabencana tidak hanya sebatas perbaikan fisik, tetapi juga pemulihan sosial-ekonomi masyarakat melalui akses jalan, jembatan, dan fasilitas dasar yang cepat.

Peningkatan Kesiapsiagaan dan Pengetahuan Mahasiswa

Selain mendukung proses pemulihan, penugasan ini meningkatkan kesiapsiagaan mahasiswa menghadapi situasi darurat. Mereka belajar menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan, bekerja dalam tim, dan mengelola sumber daya terbatas secara efektif.

Pengalaman ini diharapkan membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis dan soft skill yang dibutuhkan untuk karier profesional mereka kelak. Mahasiswa juga menjadi duta Kementerian PU yang menampilkan komitmen pengabdian kepada masyarakat.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?

Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?

Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan

Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan

Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan

Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan

Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan

Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan

Rahasia Menjaga SoH Baterai Mobil Listrik di Musim Hujan 2026

Rahasia Menjaga SoH Baterai Mobil Listrik di Musim Hujan 2026