Sabtu, 07 Februari 2026

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Rp55.000, Telur Rp31.950

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Rp55.000, Telur Rp31.950
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Rp55.000, Telur Rp31.950

JAKARTA - Pergerakan harga pangan strategis kembali menjadi perhatian masyarakat pada awal pekan ini. 

Berdasarkan pemantauan terbaru, sejumlah komoditas kebutuhan pokok masih bertahan di level harga yang relatif tinggi, terutama cabai rawit merah dan telur ayam ras. Kondisi tersebut tercermin dari data resmi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia.

Data PIHPS yang dirilis di Jakarta pada Selasa pukul 09.00 WIB menunjukkan bahwa harga cabai rawit merah secara nasional berada di angka Rp55.000 per kilogram. Sementara itu, telur ayam ras tercatat dijual dengan harga Rp31.950 per kilogram di tingkat pedagang eceran. Dua komoditas ini kerap menjadi indikator sensitif bagi daya beli masyarakat karena perannya yang cukup dominan dalam konsumsi harian rumah tangga.

Baca Juga

ASN Kementerian ESDM Perkuat Tata Kelola Tambang Lewat Big Data

Pemantauan harga pangan secara rutin menjadi penting, baik bagi konsumen maupun pemangku kebijakan, untuk mengetahui dinamika pasar serta potensi tekanan inflasi yang dapat muncul dari sektor pangan.

Bawang dan Beras Bertahan di Berbagai Kualitas Harga

Selain cabai rawit merah dan telur ayam ras, PIHPS juga mencatat pergerakan harga bawang merah dan bawang putih yang masih berada pada kisaran tertentu. Harga bawang merah tercatat sebesar Rp46.350 per kilogram, sementara bawang putih berada di level Rp40.600 per kilogram.

Sementara itu, komoditas beras yang menjadi pangan utama masyarakat Indonesia menunjukkan variasi harga berdasarkan kualitas. Beras kualitas bawah I dan kualitas bawah II sama-sama dibanderol Rp14.400 per kilogram. Untuk beras kualitas medium, harga medium I tercatat Rp15.900 per kilogram, sedangkan medium II berada di angka Rp15.750 per kilogram.

Pada kategori beras kualitas lebih tinggi, PIHPS mencatat harga beras kualitas super I mencapai Rp17.100 per kilogram, sementara kualitas super II berada di level Rp16.650 per kilogram. Variasi harga ini mencerminkan perbedaan mutu dan preferensi konsumen di berbagai daerah, sekaligus menggambarkan kondisi pasokan beras nasional yang masih relatif stabil.

Cabai Merah dan Cabai Hijau Ikut Alami Fluktuasi

Selain cabai rawit merah, sejumlah jenis cabai lain juga tercatat dalam pemantauan harga PIHPS. Cabai merah besar dibanderol Rp39.500 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting tercatat sedikit lebih tinggi di angka Rp40.800 per kilogram.

Adapun cabai rawit hijau, yang juga banyak digunakan dalam kebutuhan dapur sehari-hari, tercatat memiliki harga Rp54.200 per kilogram. Harga ini menunjukkan bahwa komoditas cabai secara umum masih berada pada level tinggi, meskipun terdapat perbedaan antarjenisnya.

Fluktuasi harga cabai kerap dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi cuaca, distribusi, hingga pola permintaan masyarakat. Oleh karena itu, cabai sering menjadi salah satu komoditas yang paling dinamis pergerakan harganya dalam daftar pangan strategis nasional.

Harga Daging Ayam, Daging Sapi, dan Gula Pasir

Pada komoditas protein hewani, PIHPS mencatat harga daging ayam ras berada di angka Rp40.80p per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi kualitas I tercatat Rp142.250 per kilogram, dan daging sapi kualitas II berada di level Rp134.600 per kilogram.

Selain protein hewani, komoditas gula pasir juga masuk dalam daftar pantauan harga. Gula pasir kualitas premium tercatat dijual dengan harga Rp19.800 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di angka Rp18.250 per kilogram.

Harga-harga tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pokok masyarakat masih memerlukan perhatian, terutama bagi rumah tangga dengan tingkat konsumsi tinggi terhadap bahan pangan strategis ini.

Minyak Goreng Masih Beragam di Tingkat Eceran

Komoditas minyak goreng juga tercatat mengalami perbedaan harga berdasarkan jenis dan kemasan. Minyak goreng curah berada di harga Rp18.800 per liter. Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek I dibanderol Rp22.550 per liter, dan minyak goreng kemasan bermerek II tercatat Rp21.500 per liter.

Perbedaan harga ini mencerminkan variasi kualitas, merek, serta rantai distribusi yang memengaruhi harga jual di tingkat pedagang eceran. Minyak goreng tetap menjadi salah satu komoditas penting yang pergerakan harganya dipantau secara ketat karena berpengaruh langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.

Secara keseluruhan, data PIHPS memberikan gambaran terkini mengenai kondisi harga pangan strategis nasional. Informasi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalam mengatur belanja, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemangku kepentingan dalam menjaga

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?

Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?

Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan

Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan

Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan

Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan

Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan

Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan

Rahasia Menjaga SoH Baterai Mobil Listrik di Musim Hujan 2026

Rahasia Menjaga SoH Baterai Mobil Listrik di Musim Hujan 2026