Pemerintah Percepat Pengembangan PLTS Untuk Energi Mandiri di Indonesia
- Selasa, 13 Januari 2026
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto berkomitmen penuh untuk mengembangkan energi surya sebagai sumber utama listrik nasional.
Ia menegaskan bahwa pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) akan diperluas di berbagai wilayah guna mencapai kemandirian energi.
Dengan visi yang jelas, Indonesia diharapkan bisa mandiri dalam penyediaan energi dalam waktu lima tahun ke depan. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Presiden saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi RDMP Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Baca JugaASN Kementerian ESDM Perkuat Tata Kelola Tambang Lewat Big Data
Kemandirian energi menjadi bagian utama dari tiga pilar prioritas pemerintah selain kemandirian pangan dan air.
Prabowo menegaskan bahwa pengembangan tenaga surya dengan penggunaan panel surya menjadi fokus utama untuk mewujudkan energi yang dapat diproduksi sendiri oleh Indonesia tanpa ketergantungan impor dari luar negeri.
Visi Mandiri Energi dalam Lima Tahun
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa target kemandirian energi ini diupayakan tercapai dalam lima tahun.
Namun, jika tidak tercapai, bukan berarti gagal, sebab bisa saja proses ini berlanjut hingga enam atau tujuh tahun ke depan. Yang terpenting adalah kemauan dan langkah-langkah nyata untuk terus bergerak ke arah kemandirian energi.
"Kita harapkan dalam lima tahun kita bisa mencapai ini," ucap Prabowo. Ia menambahkan, "Kalau tidak, tahun ke-6, tahun ke-7, yang penting kita harus menuju ke situ. Tetapi, siapa tahu dengan kerja keras kita bisa menghasilkan lebih cepat."
Sikap optimistis ini didukung oleh bukti keberhasilan pemerintah dalam mencapai swasembada beras secara signifikan lebih cepat dari target semula.
Pemerintah semula menargetkan swasembada beras tercapai dalam empat tahun, namun dalam waktu satu tahun saja berhasil mencapainya, berkat kerja keras dan sinergi seluruh kementerian dan lembaga.
Pengalaman Sukses Swasembada Beras Jadi Inspirasi
Keberhasilan swasembada beras dijadikan preseden bagi target mandiri energi. Presiden mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut tidak terduga dan menunjukkan betapa kerja keras serta sinergi antar lembaga dapat mempercepat pencapaian tujuan yang awalnya tampak sulit.
"Kita memangkas regulasi yang tidak masuk akal," tambah Prabowo. Ini menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah untuk menghilangkan hambatan birokrasi dan fokus pada hasil.
Dalam konteks energi, hal ini berarti bahwa pemerintah akan terus mengupayakan penyederhanaan regulasi dan percepatan implementasi program energi terbarukan, khususnya energi surya, agar tujuan mandiri energi dapat segera diwujudkan.
Langkah Konkret di Balikpapan dan RDMP Pertamina
Peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi RDMP Pertamina di Balikpapan menjadi simbol langkah konkret menuju kemandirian energi.
RDMP atau Refinery Development Master Plan merupakan proyek strategis yang mengintegrasikan berbagai infrastruktur energi untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Setelah peresmian, Presiden Prabowo juga melakukan kunjungan langsung ke kilang minyak terbesar di Indonesia tersebut. Kunjungan ini menandakan keseriusan pemerintah dalam mendukung pengembangan energi domestik dan penguatan kapasitas produksi energi dalam negeri.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan jajaran Pertamina, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Optimisme dan Komitmen untuk Energi Mandiri
Presiden menyatakan kebanggaannya atas kemajuan yang telah dicapai di bidang energi dan optimisme terhadap kemampuan Indonesia untuk berdiri di atas kaki sendiri. Ia menekankan bahwa ketergantungan energi dari luar negeri tidak bisa dibiarkan karena Indonesia memiliki segala potensi untuk menjadi mandiri.
"Oleh karena itu, saya berbahagia. Bangga. Hari ini, satu langkah lagi, di bidang energi, kita menuju kemampuan kita untuk mandiri," kata Prabowo. Ia menegaskan bahwa negara harus merdeka dalam hal energi dan memanfaatkan karunia alam yang melimpah.
Pernyataan ini menjadi panggilan bagi seluruh komponen bangsa untuk bersinergi dan bekerja keras demi mewujudkan visi kemandirian energi yang berkelanjutan dan bermanfaat luas bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sinergi dan Dukungan Semua Pihak
Keberhasilan mencapai kemandirian energi sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, daerah, sektor swasta, dan masyarakat.
Dalam kunjungan ke Balikpapan, hadir pula pejabat daerah setempat serta jajaran Pertamina dan anak perusahaannya yang turut mendukung percepatan pengembangan infrastruktur energi.
Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat implementasi program-program energi terbarukan dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada, terutama energi surya yang melimpah di Indonesia.
Presiden Prabowo juga mengajak semua pihak untuk memiliki keyakinan dan optimisme tinggi bahwa Indonesia mampu menjadi bangsa yang mandiri energi, memanfaatkan potensi besar yang dimiliki, dan menghadapi tantangan global dengan percaya diri.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?
- Jumat, 06 Februari 2026
Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan
- Jumat, 06 Februari 2026
Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan
- Jumat, 06 Februari 2026
Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan
- Jumat, 06 Februari 2026













