JAKARTA - Memasuki awal 2026, perubahan harga bahan bakar minyak kembali menjadi perhatian masyarakat luas.
Penyesuaian harga BBM, khususnya produk nonsubsidi, kerap berdampak langsung pada pengeluaran harian, baik bagi pengguna kendaraan pribadi maupun pelaku usaha. Pada Selasa, 6 Januari 2026, PT Pertamina resmi menurunkan harga sejumlah BBM nonsubsidi di berbagai wilayah Indonesia.
Kebijakan ini menjadi angin segar di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi harga minyak dunia. Meski demikian, masyarakat tetap perlu mencermati rincian harga BBM sesuai wilayah karena besaran tarif berbeda, tergantung pajak bahan bakar kendaraan bermotor serta status daerah seperti kawasan perdagangan bebas.
Baca JugaASN Kementerian ESDM Perkuat Tata Kelola Tambang Lewat Big Data
Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Awal Tahun
Awal Januari 2026 ditandai dengan penurunan harga beberapa jenis BBM nonsubsidi. Produk yang mengalami penyesuaian antara lain Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, serta Pertamina Dex. Penurunan ini dilakukan serentak dan berlaku di hampir seluruh SPBU Pertamina.
Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar lima persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax kini menjadi Rp12.350 per liter. Angka ini turun dibandingkan harga sebelumnya yang berada di level Rp12.750 per liter, sehingga memberikan sedikit ruang penghematan bagi konsumen.
Perubahan Harga Produk BBM Berkualitas Tinggi
Selain Pertamax, produk dengan nilai oktan lebih tinggi juga mengalami penyesuaian harga. Pertamax Turbo kini dijual Rp13.400 per liter, turun dari sebelumnya Rp13.750 per liter. Penurunan serupa terjadi pada Pertamax Green 95 yang kini dibanderol Rp13.150 per liter dari harga sebelumnya Rp13.500 per liter.
Penurunan harga juga menyentuh segmen BBM jenis solar nonsubsidi. Dexlite terkoreksi signifikan menjadi Rp13.500 per liter dari Rp14.700 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex kini dijual Rp13.600 per liter, turun dari sebelumnya Rp15.000 per liter, menjadikannya lebih kompetitif bagi pengguna kendaraan diesel.
Harga BBM Subsidi Tetap Stabil
Di tengah penurunan harga BBM nonsubsidi, Pertamina memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter di seluruh wilayah Indonesia. Bio Solar subsidi juga masih berada di level Rp6.800 per liter.
Stabilitas harga BBM subsidi ini dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah dan sektor transportasi yang sangat bergantung pada bahan bakar bersubsidi dalam aktivitas sehari-hari.
Rincian Harga BBM di Wilayah Sumatera
Di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, harga Pertamax tercatat Rp12.500 per liter. Pertamax Turbo dijual Rp13.400 per liter, Dexlite Rp13.800 per liter, dan Pertamina Dex Rp13.900 per liter. Sementara itu, kawasan Free Trade Zone Sabang memiliki harga lebih rendah untuk Pertamax, yakni Rp11.500 per liter.
Wilayah Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Bengkulu mencatat harga Pertamax Rp12.800 per liter. Di kawasan FTZ Batam, harga Pertamax lebih murah di angka Rp11.850 per liter, dengan Dexlite Rp12.800 per liter dan Pertamina Dex Rp12.900 per liter.
Daftar Harga BBM di Jawa dan Bali
Untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur, harga Pertamax ditetapkan Rp12.350 per liter. Pertamax Turbo berada di Rp13.400 per liter, sementara Pertamax Green 95 dijual Rp13.150 per liter. Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing dibanderol Rp13.500 dan Rp13.600 per liter.
Harga serupa juga berlaku di Bali dan Nusa Tenggara Barat. Penetapan harga ini mencerminkan konsistensi kebijakan Pertamina di wilayah dengan tingkat konsumsi BBM yang tinggi.
Harga BBM di Kawasan Timur Indonesia
Di Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua, harga BBM relatif lebih tinggi karena faktor distribusi dan logistik. Pertamax di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah berada di Rp12.650 per liter. Sementara Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara mencatat harga Pertamax Rp12.950 per liter.
Wilayah Papua dan sekitarnya mencatat harga Pertamax Rp12.650 per liter, dengan Dexlite Rp13.800 per liter. Untuk beberapa wilayah di NTT, Bio Solar nonsubsidi juga tersedia dengan harga Rp13.700 per liter, menyesuaikan kebutuhan lokal.
Penyesuaian Harga dan Dampaknya bagi Konsumen
Penurunan harga BBM nonsubsidi di awal 2026 diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung mobilitas ekonomi. Meski selisih harga per liter terlihat kecil, akumulasi penghematan dapat terasa signifikan bagi pengguna kendaraan dengan konsumsi BBM tinggi.
Dengan rincian harga yang berbeda di setiap wilayah, masyarakat disarankan selalu memeriksa informasi terbaru sebelum mengisi BBM. Transparansi harga dan stabilitas pasokan menjadi kunci agar kebijakan penyesuaian harga ini benar-benar memberi manfaat optimal bagi publik sepanjang 2026.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?
- Jumat, 06 Februari 2026
Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan
- Jumat, 06 Februari 2026
Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan
- Jumat, 06 Februari 2026
Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan
- Jumat, 06 Februari 2026













