Penjualan Mobil Listrik Indonesia November 2025 Tampilkan Tren Baru
- Selasa, 23 Desember 2025
JAKARTA - Penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) di Indonesia pada November 2025 mencatat sedikit penurunan, meski pasar tetap dinamis.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan distribusi dari pabrik ke diler sebanyak 13.378 unit.
Angka tersebut turun 3,5 persen dibanding Oktober 2025 yang mencatat 13.865 unit. Koreksi ini dianggap normalisasi pasar setelah lonjakan tinggi sebelumnya, bukan penurunan signifikan. Meski begitu, pergeseran pangsa pasar mulai terlihat jelas.
Baca JugaASN Kementerian ESDM Perkuat Tata Kelola Tambang Lewat Big Data
Persaingan antar merek semakin ketat dengan masuknya model baru yang mengubah susunan papan atas. Hal ini menunjukkan pasar mobil listrik Indonesia mulai matang dengan preferensi konsumen yang lebih beragam.
Dominasi Model dan Pendatang Baru
BYD Atto 1 tetap memimpin pasar dengan penjualan 8.333 unit meski turun 11,3 persen dari bulan sebelumnya. Posisi ini masih kokoh karena selisih volume penjualan sangat jauh dibanding pesaing berikutnya.
Kejutan datang dari Jaecoo J5 EV yang menembus posisi kedua dengan 653 unit, menunjukkan performa debut yang kuat di pasar nasional. Sementara BYD M6 naik 9,9 persen menjadi 567 unit, menguatkan segmen MPV listrik.
Peluncuran MPV Wuling Darion EV juga mulai menarik perhatian dengan penjualan 396 unit. Sebaliknya, Binguo EV menurun 41,4 persen menjadi 366 unit, sementara Chery J6 turun 34,5 persen menjadi 256 unit, memperlihatkan dinamika kompetitif di segmen BEV.
Pertumbuhan di Segmen Menengah dan SUV
Segmen menengah dan SUV mencatat pertumbuhan menarik. Geely EX5 melonjak 121,4 persen menjadi 321 unit, sementara Hyundai Kona Electric naik 183 persen menjadi 269 unit. Model ini menjadi salah satu kendaraan dengan pertumbuhan tertinggi bulan ini.
Di sisi lain, BYD Sealion 7 turun 20,7 persen menjadi 275 unit, Aion V turun 21 persen menjadi 268 unit, dan Denza D9 naik 8,9 persen menjadi 209 unit. Pergerakan ini mencerminkan pergeseran preferensi konsumen ke model SUV dan MPV listrik.
Pergeseran pangsa pasar ini juga menandai masuknya teknologi baru dan model yang lebih kompetitif, memperkaya pilihan konsumen dan mendorong inovasi dari produsen.
Kondisi Pasar dan Strategi Produsen
Secara keseluruhan, koreksi tipis pada November 2025 lebih mencerminkan penyesuaian pasar daripada pelemahan permintaan. Masuknya model-model baru, ketatnya persaingan, dan pergeseran preferensi konsumen membentuk wajah baru pasar BEV Indonesia.
Produsen mobil listrik diharapkan menyesuaikan strategi pemasaran dan produksi agar tetap kompetitif. Peluncuran model baru dengan fitur unggulan serta penetrasi ke segmen SUV dan MPV menjadi kunci mempertahankan posisi di pasar nasional.
Pasar BEV Indonesia diperkirakan akan terus berkembang menjelang akhir tahun 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh insentif pemerintah, kesadaran lingkungan, serta meningkatnya permintaan konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan dan hemat energi.
Enday Prasetyo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?
- Jumat, 06 Februari 2026
Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan
- Jumat, 06 Februari 2026
Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan
- Jumat, 06 Februari 2026
Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan
- Jumat, 06 Februari 2026













