JAKARTA - Memasuki akhir tahun 2025, masyarakat Indonesia kembali disajikan informasi terbaru terkait harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina.
Pada Senin, 22 Desember 2025, harga BBM di SPBU seluruh Indonesia mengalami penyesuaian untuk beberapa jenis BBM nonsubsidi, sementara BBM subsidi seperti Pertalite dan solar tetap stabil sejak beberapa tahun terakhir.
Penyesuaian harga BBM ini menjadi perhatian karena berpengaruh langsung pada pengeluaran transportasi dan logistik, khususnya bagi pengguna kendaraan pribadi, angkutan umum, maupun pelaku usaha. Perubahan harga ditentukan dengan mengacu pada tren harga rata-rata minyak dunia serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, sehingga fluktuasi global menjadi salah satu faktor utama penentuan harga BBM di dalam negeri.
Baca JugaASN Kementerian ESDM Perkuat Tata Kelola Tambang Lewat Big Data
Menurut informasi yang dirilis oleh mypertamina.id, terdapat lima BBM non-subsidi yang mengalami kenaikan harga bervariatif. Misalnya di Jawa Barat, harga Pertamax naik Rp550 per liter, sementara Dexlite dan Pertamina Dex meningkat hingga Rp800. Sementara itu, harga Pertalite tetap stabil di Rp10.000 per liter, dan Biosolar tidak mengalami perubahan harga, tetap Rp6.800 per liter.
Kebijakan penyesuaian harga BBM berada di bawah kewenangan Pertamina bekerja sama dengan pemerintah. Masyarakat pun disarankan untuk rutin memantau update harga agar dapat menyesuaikan pengeluaran harian atau merencanakan perjalanan jauh, khususnya menjelang libur akhir tahun.
Berikut update harga BBM Pertamina per Senin 22 Desember 2025 di seluruh wilayah Indonesia:
Sumatera
Aceh
Pertamax: Rp13.050, Pertamax Turbo: Rp14.050, Dexlite: Rp15.000, Pertamina Dex: Rp15.300, Pertalite: Rp10.000, Biosolar: Rp6.800
FTZ Sabang
Pertamax: Rp12.050, Dexlite: Rp13.750, Pertalite: Rp10.000, Biosolar: Rp6.800
Sumatera Utara
Pertamax: Rp13.050, Pertamax Turbo: Rp14.050, Dexlite: Rp15.000, Pertamina Dex: Rp15.300, Pertalite: Rp10.000, Biosolar: Rp6.800
Sumatera Barat
Pertamax: Rp13.350, Pertamax Turbo: Rp14.350, Dexlite: Rp15.300, Pertamina Dex: Rp15.600, Pertalite: Rp10.000, Biosolar: Rp6.800
Riau & Kepulauan Riau
Pertamax: Rp13.350, Pertamax Turbo: Rp14.350, Dexlite: Rp15.300, Pertamina Dex: Rp15.600, Pertalite: Rp10.000, Biosolar: Rp6.800
FTZ Batam
Pertamax: Rp12.250, Pertamax Turbo: Rp13.100, Dexlite: Rp13.950, Pertamina Dex: Rp14.300, Pertalite: Rp10.000, Biosolar: Rp6.800
Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung
Pertamax: Rp13.050, Pertamax Turbo: Rp14.050, Dexlite: Rp15.000, Pertamina Dex: Rp15.300, Pertalite: Rp10.000, Biosolar: Rp6.800
Jawa dan Bali
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
Pertamax: Rp12.750, Pertamax Turbo: Rp13.750, Pertamax Green: Rp13.500, Dexlite: Rp14.700, Pertamina Dex: Rp15.000, Pertalite: Rp10.000, Biosolar: Rp6.800
Bali
Pertamax: Rp12.750, Pertamax Turbo: Rp13.750, Pertamax Green: Rp13.500, Dexlite: Rp14.700, Pertamina Dex: Rp15.000, Pertalite: Rp10.000, Biosolar: Rp6.800
Nusa Tenggara Barat & Timur
Pertamax: Rp12.750, Pertamax Turbo: Rp13.750, Pertamax Green: Rp13.500, Dexlite: Rp14.700, Pertamina Dex: Rp15.000, Pertalite: Rp10.000, Biosolar: Rp6.800
Kalimantan
Kalimantan Barat, Tengah, Timur, Utara
Pertamax: Rp13.050, Pertamax Turbo: Rp14.050, Dexlite: Rp15.000, Pertamina Dex: Rp15.300, Pertalite: Rp10.000, Biosolar: Rp6.800
Kalimantan Selatan
Pertamax: Rp13.350, Pertamax Turbo: Rp14.350, Dexlite: Rp15.300, Pertamina Dex: Rp15.600, Pertalite: Rp10.000, Biosolar: Rp6.800
Sulawesi
Seluruh provinsi Sulawesi
Pertamax: Rp13.050, Pertamax Turbo: Rp14.050, Dexlite: Rp15.000, Pertamina Dex: Rp15.300, Pertalite: Rp10.000, Biosolar: Rp6.800
Maluku dan Papua
Maluku & Maluku Utara
Pertamax: Rp13.050, Dexlite: Rp15.000, Pertalite: Rp10.000, Biosolar: Rp6.800
Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat Daya
Pertamax: Rp13.050, Dexlite: Rp15.000, Pertamina Dex: Rp15.300, Pertalite: Rp10.000, Biosolar: Rp6.800
Kenaikan harga BBM non-subsidi tertinggi terjadi pada Dexlite dan Pertamina Dex di beberapa wilayah, yakni hingga Rp800 per liter, sementara Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green mengalami kenaikan antara Rp500–Rp650.
Untuk BBM subsidi, harga pertalite tetap Rp10.000 per liter, dan solar stabil di Rp6.800 per liter. Masyarakat disarankan menggunakan aplikasi MyPertamina atau situs resmi Pertamina untuk memantau update harga harian sesuai lokasi SPBU masing-masing, agar dapat menyesuaikan pengeluaran dan perencanaan perjalanan secara efektif.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?
- Jumat, 06 Februari 2026
Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan
- Jumat, 06 Februari 2026
Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan
- Jumat, 06 Februari 2026
Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan
- Jumat, 06 Februari 2026













