Konflik Amerika Serikat dan Iran Dorong Harga Minyak, Bursa Asia Merah

Ilustrasi harga minyak melonjak akibat ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran. (Gambar: NET)
Penulis: Akbar
Kamis, 11 Juni 2026 | 16:12:00 WIB

JAKARTA – Bursa saham Asia pada pagi hari ini, Kamis (11/6/2026), dibuka di zona merah, melanjutkan tren penurunan indeks acuan dari penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Harga minyak melonjak setelah Amerika Serikat melancarkan gelombang baru serangan militer terhadap Iran, yang memicu kekhawatiran bahwa konflik dapat berlangsung lebih lama dan mengganggu pasokan energi global.

Dalam unggahan di platform X, Pusat Komando AS (CENTCOM) menyatakan pasukan AS telah mulai "melancarkan serangan tambahan untuk membela diri pada pukul 17.15 waktu Pantai Timur AS terhadap sejumlah target di Iran atas perintah Panglima Tertinggi." Militer AS menyebut operasi tersebut "sebagai respons atas agresi Iran," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran telah melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap kapal-kapal AS yang beroperasi di Selat Hormuz.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan berpotensi memasuki fase konsolidasi, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan melonjak 2,71 persen ke 5.902. Analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berisiko terkoreksi wajar setelah reli tajam dalam dua hari terakhir. Investor asing masih terus melepas saham Indonesia, dengan arus keluar mencapai 3,1 triliun rupiah pada Rabu kemarin.

Sementara itu, bursa Wall Street ditutup turun tajam akibat ketegangan AS-Iran. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,87 persen ke 49.918,78, S&P 500 merosot 1,62 persen ke posisi 7.266,99, dan Nasdaq Composite anjlok 1,98 persen ke level 25.169,50. Di sisi komoditas, harga minyak Brent melonjak 1,8 persen ke 93,10 dolar AS per barel, sementara harga emas spot terperosok 3,5 persen ke 4.111,95 dolar AS per ounce.

Reporter: Akbar