Ditekan Sentimen Negatif, IHSG Berpotensi Menguji Support 5.700

Ilustrasi, tekanan terhadap IHSG masih berlanjut akibat tingginya ketidakpastian di pasar (Gambar: NET)
Penulis: Akbar
Jumat, 05 Juni 2026 | 14:45:43 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali melemah pada perdagangan hari ini (5/6/2026). Sejumlah sentimen masih menahan laju kebangkitan IHSG. Sekadar mengingatkan, IHSG ditutup turun 1,70 persen ke level 5.839,78, setelah sempat menyentuh level terendah di 5.644 pada perdagangan intraday pada Kamis (4/6/2026).

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mengatakan bahwa tekanan terhadap IHSG masih berlanjut akibat tingginya ketidakpastian di pasar.

"Tekanan jual berlanjut dari perdagangan sebelumnya akibat maraknya berbagai rumor di pasar domestik di tengah rendahnya kepercayaan investor," ujar Alrich kepada Kontan, Kamis (4/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga turut terjun bebas 0,46 persen ke level Rp 18.049 per dolar Amerika Serikat. Ini adalah penutupan terburuk rupiah sepanjang masa. Dari sisi eksternal, Alrich menambahkan, mayoritas bursa Asia juga bergerak melemah seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi.

Secara teknikal, ia menjelaskan, indikasi pelemahan masih berlanjut.

"Terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan Stochastic RSI membentuk death cross di area pivot," jelas Alrich, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk itu, Alrich memperkirakan IHSG masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah dan berpotensi menguji level support di kisaran 5.700-5.800 pada hari ini.

Senada, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa pergerakan IHSG yang fluktuatif turut dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas pasar keuangan domestik. Menurutnya, pelaku pasar juga mencermati sentimen jangka pendek dari rebalancing indeks global FTSE Russell yang akan efektif pada 22 Juni 2026.

"Hal ini dapat memengaruhi pergerakan dana pasif asing yang menyesuaikan portofolionya," ujar Nafan, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk perdagangan hari ini, Nafan memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan support di level 5.733 dan 5.602, serta resistance di 5.944 dan 6.075. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar dan mencermati perkembangan global maupun domestik yang dapat memengaruhi arah pergerakan IHSG.

Reporter: Akbar