Target Penjualan Mayora Rp41,85 Triliun, Laba Naik 17,3 Persen

ILUSTRASI, pt mayora indah tbk (produk) (Sumber Gambar : Net)
Jumat, 05 Juni 2026 | 13:36:00 WIB

JAKARTA – PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) membidik pertumbuhan penjualan hingga 8,2% serta laba bersih mencapai 17,3% secara tahunan. Di samping itu, perusahaan memandang pelemahan nilai tukar rupiah sebagai peluang yang justru dapat memperkuat performa bisnis mereka sepanjang tahun ini.

Direktur MYOR Wardhana Atmadja memprediksi perusahaan dapat mengantongi penjualan senilai Rp41,85 triliun dengan perolehan laba bersih menyentuh Rp3,41 triliun pada tahun ini. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Proyeksi penjualan pada 2026 meningkat 8,2% dibandingkan realisasi tahun lalu yang mencapai Rp38,68 triliun, dan laba bersih tumbuh 17,3% secara tahunan dari tahun lalu Rp2,91 triliun," ujarnya dalam Public Expose, Kamis (4/6/2026).

Ia menilai target itu dapat diraih selaras dengan capaian penjualan sampai April 2026 yang sudah menyentuh Rp12,48 triliun. Dari aspek profitabilitas, laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp1,26 triliun pada periode yang sama.

Selain itu, ia mengestimasi bahwa penurunan nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat berpotensi menjadi pendorong positif bagi performa perusahaan tahun ini.

Ia memaparkan, meski depresiasi rupiah dapat menaikkan harga bahan baku, perusahaan melihat efek tersebut bisa diredam oleh kenaikan pendapatan ekspor yang didapat dalam bentuk mata uang asing.

Pasar ekspor perusahaan lewat beberapa anak usahanya menyumbang porsi sebesar 40% terhadap total penjualan perusahaan. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Komposisi penjualan ekspor perseroan yang signifikan dan memiliki banyak negara tujuan mendukung perseroan untuk terus bertumbuh dengan stabil," terangnya.

Faktor positif lain bagi kinerja perusahaan juga terlihat dari tren penurunan harga kopi serta cokelat pada tahun ini. Situasi ini memberikan angin segar bagi perusahaan terkait adanya kenaikan margin di tahun 2026.

Bukan hanya itu, perusahaan pun menangkap peluang ekspansi dari penambahan jaringan distribusi domestik. Salah satunya melalui peran Koperasi Desa Merah Putih yang diproyeksikan menjadi jalur distribusi baru untuk produk-produk Mayora.

Ia merasa yakin bahwa penambahan titik penjualan di tingkat akar rumput akan membuka peluang besar dalam mendongkrak volume penjualan.

Reporter: Gemilang Ramadhan