Saham INDY Loyo, Indika Energy Siap Bagikan Dividen Rp510 Miliar

Kamis, 21 Mei 2026 | 13:21:03 WIB
Ilustrasi PT Indika Energy Tbk atau INDY. (Foto: Kabarbursa.com)

JAKARTA - Angka jual saham emiten energi PT Indika Energy Tbk (INDY) terpantau mengalami kemerosotan dalam beberapa waktu belakangan. 

Walakin, para penanam modal saham korporasi ini dapat sedikit merasa lega lantaran penyaluran dividen bakal segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

Seperti yang dinukil dari Investasi, laju harga saham INDY menyentuh titik henti di level Rp 2.290 pada sesi transaksi Rabu 22 Mei 2026. Nominal itu memperlihatkan adanya koreksi sebesar 150 poin atau melemah hingga 6,15% dalam skala harian.

Apabila diakumulasikan sepanjang perdagangan 30 hari belakangan, harga saham INDY sudah mencatatkan penyusutan sedalam 1.150 poin. Rasio penurunan tersebut menyentuh angka 33,43%.

Di tengah tren pelemahan itu, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) INDY yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu (20/5/2026) secara resmi mengesahkan penyaluran dividen tunai. 

Akumulasi nilai dividen yang digelontorkan mencapai USD 3,01 juta atau setara dengan lebih dari Rp 510 miliar jika dikonversi memakai nilai tukar rupiah saat ini.

Pembagian dana itu mengambil jatah sebesar 50 persen dari perolehan laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Merujuk pada lini masa yang sudah ditentukan, dividen ini bakal ditransfer kepada para pemegang saham pada 19 Juni 2026.

Manajemen INDY turut mempergunakan kesempatan RUPST tersebut demi menegaskan kembali komitmen perseroan dalam peralihan roda bisnis. Korporasi saat ini tengah masif memindahkan fokus menuju sektor non-batubara sekaligus memperkokoh penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG).

Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy, Azis Armand, memaparkan bahwa penjatahan belanja modal perusahaan pada periode ini diutamakan demi menyokong proyek strategis. Konsentrasi utamanya tertuju pada pertambangan emas Awak Mas serta penguatan lini bisnis yang ramah lingkungan.

“Kami terus memperkuat transformasi bisnis di mana seluruh belanja modal pada periode ini dialokasikan untuk proyek tambang emas Awak Mas dan berbagai inisiatif bisnis hijau,” ujar Azis dalam siaran pers perseroan.

Tindakan taktis ini dipandang sebagai bagian dari cetak biru jangka panjang INDY. Aturan tersebut berjalan beriringan dengan pergerakan transisi energi global yang mengarah pada target net zero emission.

Penyegaran Pengurus dan Laporan Keuangan

Bukan hanya menetapkan regulasi dividen, para pemegang saham juga memberikan lampu hijau bagi laporan tahunan serta laporan keuangan untuk periode tahun buku 2025.

Agenda RUPST tersebut sekalian memberikan pelunasan serta pembebasan tanggung jawab secara penuh atau acquit et de charge bagi jajaran Direksi dan Dewan Komisaris atas segala kinerja yang telah mereka lakukan selama tahun buku yang berjalan.

Rotasi pun didapati pada struktur pengurus perseroan yang paling baru. Posisi Komisaris Utama sekarang resmi dijabat oleh Agus Lasmono, sementara untuk kursi Direktur Utama masih dipercayakan kepada Azis Armand.

Pertumbuhan Signifikan Laba Bersih INDY

Melihat pada aspek capaian keuangan, Indika Energy menorehkan raport positif pada kuartal I-2026 lewat pembukuan laba bersih sebesar USD 7 juta yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Pencapaian laba itu melesat sangat masif jika disandingkan dengan periode serupa di tahun sebelumnya yang tertahan di level USD 2,9 juta.

Omzet perseroan juga ikut mencatatkan kenaikan tipis menuju angka USD 493,2 juta. Akselerasi ini disokong oleh menguatnya sumbangsih dari sektor logistik, niaga energi, serta lini sumber daya non-batubara.

Anak Usaha Non-Batubara Menjadi Motor Penggerak

Peningkatan performa Indika Energy tidak lepas dari peran serta beberapa entitas anak usahanya di bidang non-batubara yang menorehkan pertumbuhan omzet.

Tripatra sukses mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 11,2 persen menjadi USD 68,7 juta. Di kutub lain, Interport Mandiri Utama membukukan lonjakan pendapatan yang terhitung besar yakni 53,4 persen menjadi USD 43,1 juta lewat lini bisnis perdagangan bahan bakar.

Situasi kontras dijumpai pada Kideco yang mencatatkan penurunan omzet. Hal ini disebabkan oleh menyusutnya volume melepas produk beserta harga jual rata-rata untuk komoditas batu bara.

Peningkatan Margin Laba dan Efisiensi Biaya

Indika Energy pun berhasil menaikkan profitabilitas via penghematan pada pengeluaran operasional serta tata kelola utang yang mampu memangkas beban keuangan.

Laba kotor perusahaan naik sebesar 16,2 persen ke angka USD 74 compiler, yang secara simultan mendongkrak margin laba kotor ke level 15 persen. 

Pengeluaran keuangan perseroan juga terpantau mengalami penurunan sebesar 8,6 persen dibanding tahun yang lalu.

Progres Proyek Emas Awak Mas

Realisasi dari belanja modal INDY di sepanjang kuartal I-2026 tercatat berada di angka USD 26,2 juta dan seluruh dana tersebut disalurkan untuk pengerjaan sektor non-batubara.

Sebagian besar dana itu, yaitu berkisar USD 20,4 juta, dipusatkan guna mempercepat fase konstruksi proyek tambang emas Awak Mas.

Sampai dengan pengujung Maret 2026, progres fisik bangunan di proyek Awak Mas telah menyentuh level 56,8 persen.

Total investasi yang sudah digulirkan bagi proyek ini menyentuh angka USD 288,1 juta, dan perseroan merasa optimistis bahwa tambang ini akan menjadi roda penggerak pertumbuhan dalam jangka panjang.

Terkini