IHSG Rawan Koreksi Lagi Ini Pilihan Saham dari MNC Sekuritas

Senin, 18 Mei 2026 | 14:56:53 WIB
Ilustrasi MNC Sekuritas (Gambar: NET)

JAKARTA – Ritme dinamika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksikan masih akan tertahan di dalam tekanan setelah melewati masa libur panjang akhir pekan.

Rentetan stimulus negatif baik dari ranah global maupun domestik yang belum juga mereda diproyeksikan akan memberatkan laju pasar pada sesi transaksi Senin (18/5/2026), mulai dari imbas penataan ulang (rebalancing) indeks MSCI, memanasnya eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah, hingga pelemahan nilai kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Ketika sesi transaksi hari Rabu (13/5) resmi disudahi, IHSG berakhir melemah 1,98% menuju posisi 6.723,32. Pada saat yang bersamaan, pelaku pasar asing terdokumentasi melancarkan aksi pelepasan saham bersih atau net sell dengan akumulasi nominal menyentuh Rp1,53 triliun.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengungkapkan, pasar saham domestik hingga detik ini masih tersandera oleh beberapa faktor eksternal serta internal yang memicu lahirnya tekanan jual di pasar.

"Sentimen yang membayangi antara lain konflik geopolitik Timur Tengah, potensi foreign outflow pasca rebalancing MSCI, serta pergerakan rupiah terhadap dolar AS," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tingginya beban terhadap IHSG ini pun ikut didorong oleh hasil evaluasi triwulanan indeks MSCI yang berujung pada terdepaknya sejumlah emiten asal Indonesia dari daftar MSCI Global Standard Index maupun Global Small Cap Index. Keadaan tersebut pada fase berikutnya memicu aksi penyesuaian muatan portofolio oleh para investor asing dan mengatrol tingkat volatilitas pasar.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, berpendapat walaupun aksi pembersihan saham oleh asing masih berjalan, gelombang tekanan yang melanda sejauh ini dinilai relatif lebih terkontrol jika dibandingkan dengan kekhawatiran awal para pelaku pasar.

"Perkiraan foreign outflow tidak sebesar proyeksi awal karena sebagian pasar sudah lebih dulu mengantisipasi langkah MSCI," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia mengimbuhkan, status Indonesia yang sampai sekarang mampu bertahan sebagai bagian dari rumpun emerging market turut andil menjadi penyokong sentimen positif bagi para penanam modal. Kondisi ini dinilai ikut menahan gempuran jual agar tidak merosot semakin dalam lagi di pasar domestik.

Melihat dari kacamata teknikal, Alrich memetakan indikator MACD masih memperlihatkan adanya pelebaran histogram negatif, sedangkan untuk stochastic RSI terpantau melaju menuju ke area jenuh jual (oversold). Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan penurunan (bearish) masih tergolong solid untuk jangka pendek.

Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG mempunyai potensi untuk menguji batas wilayah support pada kisaran level 6.700 sampai 6.650.

Di lain pihak, Herditya mengestimasikan pergerakan IHSG akan bergulir pada rentang support 6.682 dan tingkat resistance di 6.789 pada transaksi awal pekan ini. Ia memberikan penilaian bahwa tren penurunan masih terbilang rawan untuk berlanjut sekiranya belum muncul sentimen positif baru yang sanggup memacu gairah beli para investor.

Menghadapi sesi perdagangan hari ini, pihak MNC Sekuritas menyarankan para investor untuk memperhatikan dengan cermat beberapa saham pilihan seperti DEWA, INDY, dan WIFI.

Terkini