Peluang Trading Saham RATU, ELSA, dan ADMR di Tengah Tekanan Pasar

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:44:26 WIB
Ilustrasi Peluang Trading Saham. (Foto: kompas.com)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup pada zona merah pada sesi perdagangan keempat. Laju IHSG tertekan oleh sentimen rebalancing MSCI yang mengeluarkan beberapa saham asal Indonesia dari daftar indeks tersebut.

Merujuk pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG merosot sebesar 1,98 persen atau kehilangan 135,57 poin menuju level 6.723,32 pada penutupan hari Rabu (13/5/2026). Volume perdagangan saham di bursa pada hari ini mencapai 38,43 miliar saham dengan total nilai transaksi menyentuh Rp19,33 triliun. Meski pasar tengah mengalami tekanan, sejumlah analis melihat terdapat peluang trading pada beberapa saham untuk periode Senin (18/5/2026).

Di bawah ini adalah ulasan teknikal saham yang dapat dicermati oleh para investor:

1. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)

Secara teknikal, gerak saham RATU menunjukkan indikasi positif seiring dengan terbentuknya pola bullish harami. Selain itu, indikator stochastic memiliki peluang untuk melakukan golden cross yang diikuti dengan kenaikan volume transaksi. 

Akan tetapi, investor diharapkan tetap waspada pada area resistance di kisaran 5.900-6.050. Saham RATU berisiko mengalami aksi sell on strength (SOS) apabila gagal melewati level tersebut. Pada perdagangan Rabu (13/5/2026), saham RATU menguat 0,88 persen ke posisi Rp5.700 per saham.

  • Rekomendasi: Trading Buy
  • Support: Rp5.400
  • Resistance: Rp6.350

Head of Online Trading BCA Sekuritas, Achmad Yaki mengatakan, "muncul bullish harami dengan stochasticnya potensi golden cross dan volume meningkat, rawan SOS jika gagal break 5900-6050," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

2. PT Elnusa Tbk (ELSA)

Kondisi saham ELSA saat ini masih berada dalam fase konsolidasi pada rentang 690-720 yang telah menjadi area support semenjak Maret 2026. Di sisi lain, indikator MACD memperlihatkan adanya tanda pelemahan tren. 

Oleh karena itu, investor disarankan untuk melakukan buy on break jika saham ELSA sukses menembus level 720. Jika terjadi breakout, saham ini berpotensi menuju resistance 805. Sementara itu, level support ditetapkan pada area 665 sebagai patokan pembatasan risiko. Pada perdagangan Rabu (13/5/2026), harga saham ELSA turun 2,10 persen ke level Rp700 per saham.

  • Rekomendasi: Buy on Break
  • Support: Rp665
  • Resistance: Rp805

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi mengatakan, "ELSA masih bergerak konsolidasi dalam rentang level 690-720 yang menjadi support area sejak Maret 2026 dengan indikator MACD menunjukkan pelemahan trend," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

3. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR)

Saham ADMR diperkirakan masih akan meneruskan fase koreksi wave (iv) menuju arah 1.600-1.660 selama harganya masih berada di bawah resistance 1.895. 

Meski demikian, pelemahan ini diprediksi akan segera berakhir asalkan saham ADMR tidak merosot melampaui level 1.600. 

Namun, indikator MACD menunjukkan momentum bearish yang masih menyelimuti pergerakan sahamnya. Pada penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026), saham ADMR terkoreksi 2,74 persen ke posisi Rp1.775 per saham.

  • Rekomendasi: Hold atau Buy on Weakness
  • Support: Rp1.600
  • Resistance: Rp1.890

Technical Analyst Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova mengatakan, “ADMR masih akan melanjutkan koreksi wave (iv) ke area 1600-1660 apabila harga tetap bergerak di bawah resisten 1895,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini