Konsumsi BBM Toyota Hilux Rangga Capai 14 Km per Liter: Efisiensi untuk Pengusaha
- Selasa, 11 Februari 2025
JAKARTA - Toyota Hilux Rangga, pikap terbaru dari Toyota, kini hadir dengan dua varian mesin: bensin dan diesel, mengakomodasi kebutuhan beragam para pengusaha dengan mempertimbangkan efisiensi biaya operasional. Dalam uji coba eksklusif oleh tim redaksi Kompas.com, performa dari model diesel berhasil menunjukkan efisiensi luar biasa dengan catatan konsumsi bahan bakar mencapai 14,6 kilometer per liter.
Pilihan Mesin dan Efisiensi
Pengusaha kini dapat memilih antara varian mesin bensin atau diesel untuk Toyota Hilux Rangga, memberikan fleksibilitas dalam menyesuaikan kebutuhan operasional dan anggaran. Uji performa terhadap model diesel yang dilakukan Kompas.com menggunakan mesin tipe 2GD yang juga digunakan oleh Toyota Innova Reborn, dan mesin ini telah memenuhi standar emisi Euro 4 yang lebih ramah lingkungan. Menurut data teknis, mesin diesel ini mampu mengeluarkan tenaga mencapai 147 TK pada 3.400 RPM dan torsi maksimum 343 Nm pada kisaran 1.400 hingga 2.800 RPM.
Metode Pengujian dan Hasil
Metode pengujian yang diterapkan oleh tim Kompas.com adalah metode full to full. Metode ini mencakup proses mengisi tangki bahan bakar Toyota Hilux Rangga hingga penuh, melakukan perjalanan sejauh 130,8 kilometer, kemudian mengisi kembali tangki hingga penuh untuk mengukur konsumen bahan bakar secara akurat. Adapun jenis bahan bakar yang digunakan selama pengujian adalah Dexlite, yang memiliki Cetane Number 51, yang selaras dengan standar mesin yang digunakan.
Kondisi pengujian dilakukan tanpa membawa muatan, dengan dua penumpang, di bawah kondisi jalanan yang mayoritas lancar. Rute yang ditempuh meliputi perjalanan dari Jakarta menuju Bogor melalui jalan tol, dengan kecepatan rata-rata berkisar antara 80 hingga 100 km per jam. Dalam pengujian ini, Toyota Hilux Rangga menghabiskan 8,919 liter bahan bakar untuk rute 130,8 kilometer, menghasilkan efisiensi konsumsi bahan bakar sebesar 14,6 km per liter.
Fathan, salah satu penguji dari tim Kompas.com menyatakan, "Efisiensi yang dicapai Hilux Rangga memang benar-benar bisa menjadi pilihan tepat untuk pengusaha. Meski demikian, hasil ini dicapai dalam kondisi tanpa muatan dan jalanan lancar. Kondisi berbeda mungkin akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar."
Pengaruh Kondisi Jalan dan Beban
Perlu diperhatikan bahwa hasil konsumsi bahan bakar yang dicapai selama pengujian ini tidak serta merta dapat dijadikan patokan tetap jika kondisi penggunaan berubah. Penggunaan pada kondisi jalan yang lebih padat, seperti situasi macet di perkotaan, serta beban muatan yang lebih besar pada bak pikap, dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar. Kondisi jalan yang bergelombang atau buruk juga dapat mempengaruhi efisiensi bahan bakar secara signifikan.
**Kesimpulan**
Toyota Hilux Rangga menunjukkan daya tariknya sebagai pilihan kendaraan komersial yang efisien dalam konsumsi BBM. Bobot pikap yang ideal, mesin diesel yang kuat, dipadu dengan standar emisi Euro 4, memberikan kombinasi tepat untuk operasional bisnis sehari-hari. Meskipun efisiensi 14,6 km per liter yang dicapai dalam pengujian ini menggembirakan, selalu penting bagi pengguna mempertimbangkan kondisi operasional harian mereka dan menyadari bahwa berbagai faktor dapat mempengaruhi hasil konsumsi bahan bakar yang sebenarnya. Dengan demikian, Toyota Hilux Rangga tampaknya menjanjikan sebagai solusi transportasi bagi pengusaha yang mencari kombinasi antara efisiensi, kekuatan, dan kebijakan biaya operasional yang terkendali.
Rapli
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?
- Jumat, 06 Februari 2026
Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan
- Jumat, 06 Februari 2026
Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan
- Jumat, 06 Februari 2026
Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan
- Jumat, 06 Februari 2026












