JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan bantuan kemanusiaan gelombang pertama telah tiba di Kota Langsa, Aceh, Sabtu.
Bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar korban banjir sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana di wilayah terdampak.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan, 12 mobil logistik berisi sembako dan perlengkapan bayi sudah diterima di Desa Geudubang Jawa, Kota Langsa.
Distribusi bantuan ini menjadi tahap awal bagi masyarakat Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tenggara.
Baca JugaASN Kementerian ESDM Perkuat Tata Kelola Tambang Lewat Big Data
Bantuan Hasil Gotong Royong dan Pengawasan Ketat
Amran menegaskan bantuan merupakan hasil gotong royong pegawai Kementan, dunia usaha, dan mitra strategis.
Pengawasan dilakukan ketat mulai dari pengumpulan, pengemasan, hingga penyerahan ke BNPB dan daerah bencana.
“Semua bantuan ini berasal dari mitra dan pegawai Kementan. Kami kawal sampai tujuan, tidak boleh ada penyalahgunaan. Ini amanah,” ujar Amran.
Warga penerima bantuan, Nur Aini, menyampaikan terima kasihnya atas dukungan tersebut.
Tahap Awal Bantuan Bernilai Miliaran Rupiah
Sebelumnya, pada Kamis, Amran melepas bantuan kemanusiaan Kementan Peduli berupa 207 truk senilai Rp34,8 miliar dari total donasi Rp74,85 miliar. Bantuan awal terdiri dari beras, mi instan, minyak goreng, susu, air mineral, makanan siap saji, selimut, perlengkapan bayi, hingga genset untuk mendukung operasional tanggap darurat.
Pengiriman dilakukan melalui jalur darat, udara, dan laut, termasuk menggunakan pesawat Hercules dan KRI Banda Aceh dengan dukungan penuh TNI.
Distribusi bertahap ditujukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan di lapangan bagi korban banjir.
Penyaluran Terus Ditingkatkan dan Cadangan Pangan Terjaga
Mentan Amran menekankan penyaluran bantuan akan terus ditingkatkan sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat terdampak. Setiap pengiriman disertai dokumentasi lengkap, berita acara serah terima, dan verifikasi lapangan agar bantuan tetap utuh hingga ke tangan warga.
Selain bantuan kemanusiaan, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan reguler berupa 44 ribu ton beras dan 6 ribu ton minyak goreng.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat cadangan daerah serta menjaga stabilitas suplai di wilayah terdampak bencana.
Wildan Dwi Aldi Saputra
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?
- Jumat, 06 Februari 2026
Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan
- Jumat, 06 Februari 2026
Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan
- Jumat, 06 Februari 2026
Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan
- Jumat, 06 Februari 2026













