Sabtu, 07 Februari 2026

Sistem Keuangan Indonesia Kuartal IV/2024 Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Global

Sistem Keuangan Indonesia Kuartal IV/2024 Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Global

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, selaku Koordinator Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), melaporkan bahwa stabilitas sistem keuangan Indonesia hingga kuartal IV/2024 berhasil terjaga dengan baik. Hal ini ditopang oleh kebijakan fiskal yang sehat, stabilitas moneter, serta performa positif sektor keuangan.

"Stabilitas sistem keuangan triwulan IV/2024 tetap terjaga di tengah divergensi pertumbuhan ekonomi global. Di saat beberapa negara maju seperti Amerika Serikat masih menunjukkan ekonomi yang kuat, Eropa dan Tiongkok justru menghadapi tantangan," ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers hasil rapat berkala KSSK I Tahun 2025, Jumat (24/1/2025).

Menurut KSSK, perekonomian Amerika Serikat tetap tumbuh kuat, sementara ekonomi Tiongkok sedikit terdorong oleh kebijakan stimulus pemerintah. Namun, ketidakpastian global masih dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), yang memainkan peran signifikan terhadap kondisi pasar global.

Baca Juga

Mandiri Debit Gold Visa Minimal Saldo Berapa? Wajib Tahu Ini!

Sri Mulyani menjelaskan bahwa penguatan ekonomi AS berdampak pada perbaikan pasar tenaga kerja dan menekan inflasi, sehingga ekspektasi terhadap penurunan suku bunga The Fed menjadi lebih terbatas.

"Ekonomi global saat ini menunjukkan divergensi, dengan pertumbuhan yang bervariasi di berbagai negara. Kondisi ini menimbulkan kompleksitas dan meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan internasional," tambahnya.

Komitmen KSSK dalam Menjaga Stabilitas

KSSK, yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), telah menggelar rapat berkala pada Selasa (21/1/2025). Dalam rapat tersebut, KSSK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kewaspadaan dan sinergi antar-lembaga guna memitigasi risiko eksternal yang dapat memengaruhi perekonomian Indonesia.

Sri Mulyani menekankan pentingnya kolaborasi untuk menghadapi dinamika ekonomi global, memastikan stabilitas sistem keuangan, dan menjaga daya tahan ekonomi domestik.

Optimisme Stabilitas di Tengah Ketidakpastian

Meskipun menghadapi tantangan global, stabilitas sistem keuangan Indonesia hingga akhir 2024 menjadi bukti ketahanan ekonomi nasional. Dengan sinergi antarlembaga yang solid, Indonesia diharapkan mampu mengantisipasi risiko global dan mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan pada 2025.

Redaksi

Redaksi

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026

Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026

Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR

Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR

Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026

Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026

Investasi EBT Triliunan Buka Peluang Asuransi Energi Hijau bagi ACA

Investasi EBT Triliunan Buka Peluang Asuransi Energi Hijau bagi ACA

BI dan Bank of Korea Perpanjang Swap Mata Uang Lokal Hingga 2031

BI dan Bank of Korea Perpanjang Swap Mata Uang Lokal Hingga 2031