Kamis, 26 Maret 2026

Penjualan Produk Fisik Bukalapak Dihentikan Mulai Februari 2025

Penjualan Produk Fisik Bukalapak Dihentikan Mulai Februari 2025
Foto: Bukalapak

JAKARTA - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengumumkan langkah strategis terbaru dengan menghentikan penjualan produk fisik di platform marketplace-nya. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada Februari 2025.

Dalam pernyataannya, Head of Media & Communication Bukalapak, Dimas Bayu, menegaskan bahwa platform Bukalapak tetap beroperasi dan dapat diakses oleh pengguna. Namun, fokus perusahaan akan dialihkan sepenuhnya pada produk-produk virtual.

“Keputusan ini kami ambil sebagai respons terhadap perubahan dinamika pasar dan tingkat persaingan yang semakin ketat di industri. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Bukalapak untuk memastikan keberlanjutan bisnis sekaligus meningkatkan relevansi perusahaan di masa mendatang,” ungkap Dimas dalam keterangan tertulis pada Kamis (9/1/2025).

Baca Juga

BPH Migas Apresiasi Peran Operator Jaga Pasokan Gas Bumi Selama Lebaran

Sebagai bagian dari penyesuaian tersebut, Bukalapak akan mulai secara bertahap menghentikan layanan penjualan produk fisik. Dimas menambahkan bahwa perubahan ini memungkinkan perusahaan untuk lebih fokus pada lini bisnis dengan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi.

Fokus pada Produk Virtual dan Lini Bisnis Strategis

Meskipun menghentikan penjualan produk fisik, Bukalapak tetap optimis mengenai prospek masa depan. Dimas menyebut bahwa produk fisik saat ini hanya menyumbang kurang dari 3% terhadap total pendapatan perusahaan, sehingga penghentian layanan ini tidak akan memberikan dampak material yang signifikan.

“Dengan fokus pada produk virtual, kami yakin Bukalapak dapat memperkuat posisinya dalam ekosistem digital serta memberikan layanan terbaik bagi pengguna,” jelasnya. Selain itu, perusahaan telah mengembangkan berbagai lini bisnis baru, seperti Mitra Bukalapak, Gaming, Investment, dan Retail, yang menunjukkan potensi pertumbuhan positif.

Komitmen kepada Pelapak dan Pengguna

Dalam proses transisi ini, Bukalapak berkomitmen untuk mendukung pelapak dengan menyediakan panduan dan sumber daya yang diperlukan. “Kami ingin memastikan bahwa para pelapak dapat beradaptasi dengan perubahan ini secara lancar dan aman,” ujar Dimas.

Bukalapak juga menyatakan apresiasinya atas kepercayaan pelanggan selama ini dan memastikan bahwa semua hak pelanggan akan tetap terpenuhi hingga akhir proses transisi. “Kami akan terus memberikan layanan terbaik dan mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan selama perubahan ini berlangsung,” tambahnya.

Dengan langkah strategis ini, Bukalapak berharap dapat terus relevan dan kompetitif di tengah lanskap industri yang dinamis, sembari mempersiapkan fondasi untuk pertumbuhan jangka panjang.

(kkz/kkz)

Kevin Khanza

Kevin Khanza

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Penjualan Tiket Kereta Lebaran 2026 Capai 96,5 Persen Arus Balik Ramai

Penjualan Tiket Kereta Lebaran 2026 Capai 96,5 Persen Arus Balik Ramai

Update Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Maret 2026 di Seluruh Indonesia

Update Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Maret 2026 di Seluruh Indonesia

Tarif Listrik Triwulan II 2026 Dipastikan Tetap Tidak Mengalami Kenaikan

Tarif Listrik Triwulan II 2026 Dipastikan Tetap Tidak Mengalami Kenaikan

Harga TBS Kelapa Sawit Riau Pekan Ini Naik Hingga Rp3.842 per Kilogram

Harga TBS Kelapa Sawit Riau Pekan Ini Naik Hingga Rp3.842 per Kilogram

Daftar SPKLU Tol Trans Jawa untuk Arus Balik Mobil Listrik Lebaran 2026

Daftar SPKLU Tol Trans Jawa untuk Arus Balik Mobil Listrik Lebaran 2026