Breaking

Merosot ke Rp 140, Saham BUMI Malah Diborong Asing Rp 28,68 Miliar

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 12 Juni 2026
Merosot ke Rp 140, Saham BUMI Malah Diborong Asing Rp 28,68 Miliar
(Foto: dok. PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

JAKARTA – Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terpantau menyusut sebesar 2,78% menuju level Rp 140 pada penutupan sesi perdagangan hari Kamis (11/6/2026). 

Meskipun tengah terkoreksi, saham milik emiten kolaborasi Grup Bakrie dan Salim ini justru ramai diminati dan diborong oleh pemodal luar negeri.

Tercatat volume perdagangan saham Bumi Resources (BUMI) menyentuh kisaran 3 miliar lembar, yang digerakkan lewat total frekuensi sebanyak 53.325 kali transaksi, serta membukukan nilai perputaran uang mencapai Rp 421,64 miar.

Para penanam modal dari mancanegara tersebut menorehkan akumulasi aksi beli bersih (net buy) pada instrumen saham perusahaan batu bara ini dengan estimasi nominal Rp 28,68 miliar.

Situasi tersebut memperlihatkan pembalikan arah jika dikomparasikan dengan jalannya aktivitas pasar pada dua hari sebelumnya yang konsisten mencatatkan aksi jual bersih (net sell) oleh pihak asing.

Grafik harga saham BUMI pada sesi transaksi tanggal 10 Juni 2026 sebelumnya juga terdeteksi melemah dengan mencatatkan persentase minus 1,37%.

Apabila dikalkulasikan dalam rentang waktu satu bulan terakhir, performa pergerakan saham Bumi Resources memang ambles hingga mencapai 35,19%. Walakin, investor asing secara diam-diam terus mengoleksi aset ini melalui pembukuan net buy akumulatif yang menyentuh Rp 414,9 miliar.

Analis dari CGS International Sekuritas memperkirakan bahwa saham Bumi Resources memiliki kans untuk berbalik menguat pada perdagangan hari Jumat (12/6/2026) jika sanggup melewati level pivot 141, dengan sasaran batas resisten pertama di posisi 146 dan sasaran resisten kedua pada level 152.

Kendati demikian, masih ada potensi risiko yang patut diwaspadai di mana saham dengan kode tren BUMI tersebut tergelincir lebih dalam dengan batas support pertama di level 135 dan batas support kedua pada angka 130.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua