Breaking

Wall Street Ditutup Melemah Akibat Konflik Iran dan Aksi Jual Teknologi

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 11 Juni 2026
Wall Street Ditutup Melemah Akibat Konflik Iran dan Aksi Jual Teknologi
Ilustrasi Sektor teknologi dan semikonduktor mengalami tekanan terbesar dengan penurunan indeks hingga 3,6 persen. (Gambar: NET)

JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tajam pada perdagangan Rabu (10/6/2026) akibat tertekan oleh aksi jual di sektor saham teknologi serta meningkatnya kekhawatiran para investor terhadap eskalasi konflik antara AS dan Iran.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 953,33 poin atau 1,87 persen ke level 49.918,78. Indeks S&P 500 merosot 119,66 poin atau 1,62 persen menjadi 7.266,99, sedangkan Nasdaq Composite anjlok 509,32 poin atau 1,98 persen menjadi 25.169,50. Tekanan terbesar muncul dari sektor teknologi dan semikonduktor, di mana indeks saham semikonduktor turun 3,6 persen dengan saham Nvidia dan Broadcom menjadi pemberat utama indeks S&P 500.

"Investor masih melakukan aksi ambil untung di sektor teknologi. Selain itu, pasar mulai memperhitungkan kemungkinan suku bunga yang lebih tinggi setelah data ekonomi terbaru, ditambah kekhawatiran terkait perang yang berpotensi berlanjut hingga musim panas," ujar Investment Strategist U.S. Bank Wealth Management, Tom Hainlin, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain sentimen teknologi, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan data makroekonomi menjadi sorotan. Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada Mei 2026 tercatat naik 4,2 persen secara tahunan, kenaikan terbesar sejak April 2023, yang dipicu oleh lonjakan harga energi akibat konflik di kawasan tersebut. Kondisi ini membuat pelaku pasar memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga Federal Reserve sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun.

Sementara itu, dari sisi korporasi, saham Super Micro Computer anjlok 28 persen setelah perusahaan mengumumkan rencana penghimpunan dana senilai US$ 7 miliar untuk mendukung kebutuhan komponen server kecerdasan buatan (AI). Di tengah gejolak pasar, investor mulai melakukan rotasi dana keluar dari saham teknologi berkapitalisasi besar menuju sektor yang sebelumnya tertinggal seperti kesehatan, properti, dan barang konsumsi primer.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua