Breaking

Pasar Masih Volatil, Phintraco Sekuritas Rekomendasikan Lima Saham

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 05 Juni 2026
Pasar Masih Volatil, Phintraco Sekuritas Rekomendasikan Lima Saham
Phintraco Sekuritas merekomendasikan TINS yang berpotensi memberikan keuntungan (Foto: NET)

JAKARTA – Phintraco Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibayangi tekanan jual pada perdagangan Jumat (5/6/2026). IHSG hari ini diperkirakan bergerak pada rentang resistance 5.900, pivot 5.800, dan support 5.700. Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang berpotensi memberikan keuntungan, salah satunya ADRO.

Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa IHSG pada penutupan kemarin berakhir melemah di level 5.839,78 (1,7 persen). Sebelumnya, IHSG sempat mengalami pelemahan hingga menyentuh level 5.644.

"Tekanan jual berlanjut dari perdagangan sehari sebelumnya akibat maraknya berbagai macam rumor di pasar domestik di tengah ketidakpastian yang tinggi serta rendahnya kepercayaan investor.," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Jumat (5/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Phintraco Sekuritas menambahkan, nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,45 persen di level Rp 18.020 per dolar AS. Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan Stochastic RSI membentuk Death Cross, meskipun pelemahan IHSG sempat berkurang dari level terendah hariannya.

"Namun diperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih akan fluktuatif cenderung melemah dan menguji support di 5.700-5.800," tambah Phintraco Sekuritas, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkait kebijakan, Phintraco Sekuritas menyebut bahwa DPR telah mengesahkan RUU tentang Perubahan atas UU No.4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menjadi undang-undang, yang merupakan kelanjutan dari reformasi besar sektor keuangan di Indonesia.

"Dengan adanya UU ini memperkuat mandat OJK dan pengaturan pasar modal, termasuk rencana demutualisasi BEI dan peningkatan integritas transaksi," papar Phintraco Sekuritas, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Phintraco Sekuritas menilai, penerapan undang-undang tersebut diharapkan mampu meningkatkan likuiditas pasar, seiring dengan perluasan peran bank di pasar modal, penguatan lembaga keuangan dan instrumen pasar, serta produk pasar modal yang semakin beragam.

"Transparansi dan tata kelola diperketat serta perlindungan investor diharapkan menjadi lebih kuat," jelas Phintraco Sekuritas, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa UU P2SK ini akan mengatur Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk menerbitkan surat utang khusus, yakni Patriot Bond dan Merah Putih Bond.

"Penerbitan obligasi tersebut dimaksudkan untuk memperluas sumber pendanaan jangka panjang bagi proyek-proyek strategis nasional sekaligus memperkuat kapasitas investasi Danantara," tambah Phintraco Sekuritas, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas memaparkan bahwa Danantara juga berencana menerbitkan surat utang global senilai US$ 5 miliar. Obligasi tersebut diketahui telah mendapatkan peringkat Baa dengan outlook negatif dari Moody's.

"Penerbitan surat utang oleh Danantara ini diharapkan dapat memperdalam struktur modal nasional dan membiayai program pembangunan tanpa membebani APBN," kata Phintraco Sekuritas, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebagai penutup, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang berpotensi memberikan keuntungan, yaitu ADRO, ANTM, MDKA, TINS, dan INCO.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua