Breaking

Telkom Alokasikan Rp1 Triliun hingga Rp1,2 Triliun Pensiun Dini 2026

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 05 Juni 2026
Telkom Alokasikan Rp1 Triliun hingga Rp1,2 Triliun Pensiun Dini 2026
ILUSTRASI, Gedung Telkom (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menyediakan alokasi dana dengan rentang dana Rp1 triliun sampai Rp1,2 triliun demi menjalankan program pensiun dini atau early retirement program (ERP) pada tahun 2026.

Direktur Telkom Arthur Angelo Syailendra mengungkapkan bahwa untuk periode tahun ini, TLKM mempersiapkan dana tambahan untuk kebutuhan ERP sebesar Rp1 triliun hingga Rp1,2 triliun.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, dalam earning calls TLKM pada Selasa (2/6/2026), Angelo memaparkan, “Sebagian besar peserta program tersebut kami perkirakan berasal dari karyawan di level anak usaha, bukan lagi dari level holding company seperti yang kami lakukan pada 2025,”

Angelo menjelaskan lebih lanjut bahwa pada triwulan IV/2025, TLKM telah menerapkan program ERP yang disasarkan bagi para karyawan pada tingkat induk perusahaan (parent company) atau level holding company.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Angelo mengonfirmasi, “Untuk program tersebut, kami mengeluarkan biaya sekitar Rp937 miliar, dengan sekitar 612 karyawan mengikuti program tersebut,”

Di sisi lain, analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan, melalui laporan risetnya memprediksi bahwa jalannya program ERP ini berpotensi menimbulkan tekanan baru terhadap pengeluaran operasional atau operational expenditure (Opex) TLKM dalam kurun waktu jangka pendek.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Kafi dan Erindra menuliskan, “Hal ini mendasari proyeksi margin EBITDA 2026 kami sebesar 48,7%, dengan perkiraan pemulihan menjadi 50,0% dan 50,3% masing-masing pada 2027 dan 2028,”

Pihak BRI Danareksa Sekuritas tetap menyarankan rekomendasi buy bagi saham TLKM, namun mereka menetapkan target harga yang disesuaikan menjadi lebih rendah pada level Rp3.750 per lembar saham.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, analis memaparkan, “Kami mempertahankan rekomendasi buy, namun dengan target harga lebih rendah menjadi Rp3.750, mencerminkan pemangkasan EBITDA 2026—2028 sebesar 3,7%—5,4%,”

Selain itu, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan pandangan netral dalam jangka waktu pendek untuk tiga bulan ke depan. Hal ini merujuk kepada tren penurunan musiman di sektor bisnis seluler pada kuartal II/2026, serta adanya peluang penyesuaian naik pada panduan capex yang saat ini ditetapkan pada batas 17%—19% dari total pendapatan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, analis menambahkan, “Menurut kami, kenaikan capex berpotensi dipicu depresiasi rupiah dan tambahan belanja untuk implementasi spektrum 5G,”

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua