Jumat, 15 Mei 2026

Peluang Trading Saham RATU, ELSA, dan ADMR di Tengah Tekanan Pasar

Peluang Trading Saham RATU, ELSA, dan ADMR di Tengah Tekanan Pasar
Ilustrasi Peluang Trading Saham. (Foto: kompas.com)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup pada zona merah pada sesi perdagangan keempat. Laju IHSG tertekan oleh sentimen rebalancing MSCI yang mengeluarkan beberapa saham asal Indonesia dari daftar indeks tersebut.

Merujuk pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG merosot sebesar 1,98 persen atau kehilangan 135,57 poin menuju level 6.723,32 pada penutupan hari Rabu (13/5/2026). Volume perdagangan saham di bursa pada hari ini mencapai 38,43 miliar saham dengan total nilai transaksi menyentuh Rp19,33 triliun. Meski pasar tengah mengalami tekanan, sejumlah analis melihat terdapat peluang trading pada beberapa saham untuk periode Senin (18/5/2026).

Di bawah ini adalah ulasan teknikal saham yang dapat dicermati oleh para investor:

Baca Juga

Aksi Jual Saham CEO Cigna David Cordani Capai 59,1 Juta Dolar AS

1. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)

Secara teknikal, gerak saham RATU menunjukkan indikasi positif seiring dengan terbentuknya pola bullish harami. Selain itu, indikator stochastic memiliki peluang untuk melakukan golden cross yang diikuti dengan kenaikan volume transaksi. 

Akan tetapi, investor diharapkan tetap waspada pada area resistance di kisaran 5.900-6.050. Saham RATU berisiko mengalami aksi sell on strength (SOS) apabila gagal melewati level tersebut. Pada perdagangan Rabu (13/5/2026), saham RATU menguat 0,88 persen ke posisi Rp5.700 per saham.

  • Rekomendasi: Trading Buy
  • Support: Rp5.400
  • Resistance: Rp6.350

Head of Online Trading BCA Sekuritas, Achmad Yaki mengatakan, "muncul bullish harami dengan stochasticnya potensi golden cross dan volume meningkat, rawan SOS jika gagal break 5900-6050," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

2. PT Elnusa Tbk (ELSA)

Kondisi saham ELSA saat ini masih berada dalam fase konsolidasi pada rentang 690-720 yang telah menjadi area support semenjak Maret 2026. Di sisi lain, indikator MACD memperlihatkan adanya tanda pelemahan tren. 

Oleh karena itu, investor disarankan untuk melakukan buy on break jika saham ELSA sukses menembus level 720. Jika terjadi breakout, saham ini berpotensi menuju resistance 805. Sementara itu, level support ditetapkan pada area 665 sebagai patokan pembatasan risiko. Pada perdagangan Rabu (13/5/2026), harga saham ELSA turun 2,10 persen ke level Rp700 per saham.

  • Rekomendasi: Buy on Break
  • Support: Rp665
  • Resistance: Rp805

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi mengatakan, "ELSA masih bergerak konsolidasi dalam rentang level 690-720 yang menjadi support area sejak Maret 2026 dengan indikator MACD menunjukkan pelemahan trend," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

3. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR)

Saham ADMR diperkirakan masih akan meneruskan fase koreksi wave (iv) menuju arah 1.600-1.660 selama harganya masih berada di bawah resistance 1.895. 

Meski demikian, pelemahan ini diprediksi akan segera berakhir asalkan saham ADMR tidak merosot melampaui level 1.600. 

Namun, indikator MACD menunjukkan momentum bearish yang masih menyelimuti pergerakan sahamnya. Pada penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026), saham ADMR terkoreksi 2,74 persen ke posisi Rp1.775 per saham.

  • Rekomendasi: Hold atau Buy on Weakness
  • Support: Rp1.600
  • Resistance: Rp1.890

Technical Analyst Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova mengatakan, “ADMR masih akan melanjutkan koreksi wave (iv) ke area 1600-1660 apabila harga tetap bergerak di bawah resisten 1895,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ibtihal

Ibtihal

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Update Harga BBM Mei 2026 Pertamina Shell Vivo dan BP Alami Kenaikan

Update Harga BBM Mei 2026 Pertamina Shell Vivo dan BP Alami Kenaikan

Harga Emas Perhiasan Lakuemas 13 Mei 2026 Tembus 2.523.000 Rupiah

Harga Emas Perhiasan Lakuemas 13 Mei 2026 Tembus 2.523.000 Rupiah

Distribusi MinyaKita Tembus 49 Persen dan Harga Kini Lebih Stabil

Distribusi MinyaKita Tembus 49 Persen dan Harga Kini Lebih Stabil

Harga CPO Bursa Malaysia Anjlok Akibat Tekanan Stok dan Pasar China

Harga CPO Bursa Malaysia Anjlok Akibat Tekanan Stok dan Pasar China

Harga Minyak dan Komoditas Global Naik Imbas Ketegangan Amerika Serikat-Iran

Harga Minyak dan Komoditas Global Naik Imbas Ketegangan Amerika Serikat-Iran