Selasa, 12 Mei 2026

PGEO Tingkatkan Pertanian Mengandalkan Panas Bumi di Sulawesi Utara

PGEO Tingkatkan Pertanian Mengandalkan Panas Bumi di Sulawesi Utara
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (PGEO). (Foto: liputan6.com)

JAKARTA – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) mulai memasuki sektor pangan melalui pengembangan proyek pertanian yang memanfaatkan energi panas bumi. 

Strategi ini merupakan bagian dari upaya hilirisasi energi guna mendukung penguatan sektor pangan nasional.

Proyek ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Agrotekno Estetika Laboratoris dalam kesepakatan Joint Study Development Agreement (JSDA) Project Beyond Katrili.

Baca Juga

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. Andi Joko Nugroho menyampaikan bahwa inisiatif tersebut menjadikan Katrili sebagai solusi nyata dalam menghadapi tantangan di dunia pertanian serta kebutuhan akan peningkatan produktivitas, terutama di area sekitar operasional panas bumi seperti di Sulawesi Utara.

Lewat proyek Katrili, ketiga instansi tersebut memadukan riset energi panas bumi dengan teknologi di bidang pertanian. Tujuannya adalah memproduksi booster pertanian berbasis silika geotermal yang dapat memperbaiki kualitas tanah, memperkokoh daya tahan tanaman, serta memacu peningkatan hasil panen secara berkelanjutan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Hilirisasi energi menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi sumber daya Indonesia. Kolaborasi ini mempercepat inovasi sekaligus menjadi implementasi visi kami dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional," katanya, Minggu (10/5/2026).

Andi menjelaskan bahwa ke depannya, bisnis panas bumi tidak akan hanya terpaku pada sektor kelistrikan, namun mengarah pada konsep beyond electricity yang memberikan kontribusi pada berbagai bidang, termasuk sektor pertanian.

PGEO, tambahnya, berharap Project Beyond Katrili mampu menjadi bagian dari strategi besar korporasi, baik dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian maupun memperluas cakupan pemanfaatan energi panas bumi.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Pemanfaatan energi panas bumi yang terintegrasi dengan sektor pertanian menjadi langkah penting dalam mendorong kemandirian energi, ketahanan pangan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia," tutupnya.

Ibtihal

Ibtihal

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

United Tractors Revisi Target Penjualan Alat Berat dan Tambang 2026

United Tractors Revisi Target Penjualan Alat Berat dan Tambang 2026

IGC: Produksi Gandum dan Jagung Dunia Melosot di Kuartal II/2026

IGC: Produksi Gandum dan Jagung Dunia Melosot di Kuartal II/2026

Danantara Sebut Empat Raksasa Teknologi Global Incar Emiten Energi RI

Danantara Sebut Empat Raksasa Teknologi Global Incar Emiten Energi RI

Karya Bersama Anugerah Perluas Proyek Properti ke Jabodetabek

Karya Bersama Anugerah Perluas Proyek Properti ke Jabodetabek

Sokong Proyek Energi Sampah, Danantara Dorong IPO PT Denera pada 2028

Sokong Proyek Energi Sampah, Danantara Dorong IPO PT Denera pada 2028