Selasa, 12 Mei 2026

KB Bank Nilai Program PINISI BI Mampu Perkuat Kredit Sektor Riil

KB Bank Nilai Program PINISI BI Mampu Perkuat Kredit Sektor Riil
Gedung Bank KB Bukopin (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Bank KB Bukopin Tbk. (BBKP) atau KB Bank memberikan pandangan bahwa program Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI) yang diluncurkan oleh Bank Indonesia mempunyai potensi untuk memperkuat fungsi intermediasi perbankan sekaligus memacu penyaluran kredit ke sektor riil.

Direktur Utama KB Bank, Kurnady, menyebutkan bahwa inisiatif ini dapat menyokong peningkatan bankability pada berbagai proyek prioritas lewat proses kurasi yang lebih maksimal, transparansi yang semakin solid, hingga koordinasi antar pemangku kepentingan yang lebih padu.

“Program ini berpotensi meningkatkan bankability proyek-proyek prioritas melalui kurasi proyek yang lebih baik, transparansi yang lebih kuat, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan yang lebih terintegrasi,” kata Kurnady sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Sabtu (9/5/2026).

Baca Juga

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kurnady berpendapat bahwa langkah tersebut sangatlah krusial demi mendukung kejelasan kelayakan kredit serta kepastian arus kas proyek, terutama pada sektor-sektor utama seperti hilirisasi, ketahanan pangan, dan perumahan.

Walau begitu, Kurnady memberikan catatan bahwa keberhasilan program PINISI akan sangat bertumpu pada konsistensi dalam penerapan, kualitas pipeline proyek, serta tersedianya dukungan mitigasi risiko dari pihak regulator dan pemerintah.

Di tengah kondisi global yang masih terdampak oleh tren suku bunga tinggi dan risiko arus modal keluar (capital outflow), KB Bank menyatakan tetap mempunyai ruang untuk melaksanakan ekspansi penyaluran kredit secara hati-hati dan selektif.

Kurnady menjelaskan bahwa perseroan akan tetap berfokus pada sektor yang mempunyai fundamental kokoh serta arus kas sehat, dengan ditunjang oleh disiplin underwriting dan manajemen risiko yang konsisten.

“Pendekatan ini memungkinkan pertumbuhan kredit berjalan seiring dengan terjaganya kualitas aset, sesuai prinsip risk-adjusted growth yang menjadi dasar strategi pembiayaan kami,” jelas Kurnady sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Lebih lanjut, KB Bank memandang bahwa optimalisasi intermediasi melalui PINISI memerlukan sinergi yang berkesinambungan antara pihak pemerintah, regulator, dan industri perbankan.

Perseroan berpendapat bahwa penguatan kesiapan proyek, penyelarasan kebijakan antar sektor, serta tersedianya skema mitigasi risiko menjadi bentuk dukungan nyata yang diperlukan supaya pembiayaan ke sektor riil dapat berjalan secara lebih efektif.

Di samping itu, koordinasi antara kementerian dan regulator juga dinilai sangat penting demi memberikan kepastian dalam eksekusi berbagai inisiatif baru. Hal tersebut bertujuan agar industri perbankan mempunyai panduan yang jelas dalam mengalirkan kredit ke sektor-sektor yang menjadi prioritas pemerintah.

Gemilang Ramadhan

Gemilang Ramadhan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

United Tractors Revisi Target Penjualan Alat Berat dan Tambang 2026

United Tractors Revisi Target Penjualan Alat Berat dan Tambang 2026

IGC: Produksi Gandum dan Jagung Dunia Melosot di Kuartal II/2026

IGC: Produksi Gandum dan Jagung Dunia Melosot di Kuartal II/2026

Danantara Sebut Empat Raksasa Teknologi Global Incar Emiten Energi RI

Danantara Sebut Empat Raksasa Teknologi Global Incar Emiten Energi RI

Karya Bersama Anugerah Perluas Proyek Properti ke Jabodetabek

Karya Bersama Anugerah Perluas Proyek Properti ke Jabodetabek

Sokong Proyek Energi Sampah, Danantara Dorong IPO PT Denera pada 2028

Sokong Proyek Energi Sampah, Danantara Dorong IPO PT Denera pada 2028