Mitratel Targetkan Merger Internal Rampung 1 Juli 2026 demi Efisiensi
- Sabtu, 09 Mei 2026
JAKARTA – Rencana PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel untuk melaksanakan penggabungan dua anak perusahaannya, yaitu PT Persada Sokka Tama (PST) dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT), ke dalam struktur induk perusahaan dianggap akan membawa pengaruh positif.
Berdasarkan draf penggabungan usaha yang dirilis pada Jumat (8/5/2026), agenda merger internal Mitratel ini direncanakan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.
Untuk merealisasikan aksi korporasi itu, MTEL akan meminta restu melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilaksanakan pada 30 Juni 2026.
Lewat kebijakan ini, Mitratel akan berperan sebagai entitas penerima penggabungan dari Persada Sokka Tama serta Ultra Mandiri Telekomunikasi. Seluruh aset, hak, liabilitas, maupun kewajiban dari kedua perusahaan tersebut secara otomatis dialihkan kepada MTEL.
Baca Juga
Selaras dengan agenda merger internal ini, anggaran dasar MTEL pun akan dilakukan penyesuaian setelah menerima entitas hasil penggabungan. Mitratel setidaknya akan menambah empat bidang KBLI atau kegiatan usaha baru. Aktivitas tersebut mencakup jasa akses internet, konsultasi dan perancangan internet of things (IoT), penyediaan tenaga kerja sementara serta SDM lainnya, dan aktivitas telekomunikasi lainnya.
Maksud utama dari merger internal ini ialah guna menyederhanakan struktur grup perseroan, mengintegrasikan bisnis infrastruktur digital, sekaligus memperkokoh langkah transformasi perusahaan menuju platform Next-Gen TowerCo.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa penggabungan internal ini dapat menaikkan efisiensi serta mengoptimalkan operational expenditure (opex) yang dimiliki Mitratel.
“Sehingga bisa berdampak pada penurunan operating expense sambil memperkuat sinergi bisnia dan mengoptimalkan infrastruktur yang ada,” jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber Kontan, Jumat (8/5).
Apabila diperhatikan, merger internal ini betul-betul dijalankan MTEL sebagai langkah penyederhanaan struktur grup, pengintegrasian bisnis infrastruktur digital, serta penguatan transformasi menjadi platform Next-Gen TowerCo.
Lebih lanjut, Nafan memberikan rekomendasi hold untuk saham MTEL dengan target harga pada posisi Rp 550 per saham. Pada penutupan perdagangan Jumat (8/5), harga saham MTEL bertengger di level Rp 515 per saham.
Gemilang Ramadhan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026












