Selasa, 12 Mei 2026

Saprahan Khatulistiwa 2026: Transformasi Digital UMKM Kalimantan Barat

Saprahan Khatulistiwa 2026: Transformasi Digital UMKM Kalimantan Barat
Saprahan Khatulistiwa 2026 Targetkan UMKM Naik Kelas

PONTIANAK - Bank Indonesia gelar Saprahan Khatulistiwa 2026 untuk mendorong transformasi UMKM dan sektor pariwisata Kalimantan Barat agar mampu bersaing di pasar global.

Gelaran tahunan yang memasuki edisi ke-6 ini kembali bersinergi dengan Kalbar Food Festival guna mengangkat potensi ekonomi lokal secara menyeluruh.

Doni Septadijaya menjelaskan bahwa menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika global menjadi prioritas utama untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Baca Juga

BMRI dan BBCA Teratas Ini Saham Banyak Dijual Asing Sepekan Terakhir

Langkah strategis yang diambil mencakup pengembangan klaster berbasis Good Agriculture Practice hingga penyediaan fasilitas business matching bagi para pelaku usaha.

"Melalui Saprahan Khatulistiwa, kami ingin mendorong UMKM agar semakin terintegrasi dalam rantai pasok yang lebih luas dan berkelanjutan," ujar Doni, Senin (4/5/26).

Fokus utama kegiatan ini terletak pada penguatan kelembagaan, integrasi sektor pariwisata, serta perluasan sistem pembayaran digital melalui penggunaan QRIS secara masif.

Transformasi digital dianggap sebagai kunci bagi pelaku usaha lokal untuk beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin modern.

Kerja sama yang solid antara pemerintah, lembaga perbankan, dan pelaku industri diharapkan mampu mengangkat posisi produk lokal ke level nasional.

"Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha akan memperkuat daya saing UMKM Kalbar di tingkat nasional maupun global," tambahnya.

Pihak penyelenggara memproyeksikan angka pembiayaan dari temu bisnis mencapai 2,65 miliar dengan estimasi nilai penjualan produk sebesar 2,10 miliar.

Program inkubasi bisnis juga menargetkan 30 UMKM terpilih untuk dipersiapkan menembus pasar ekspor melalui pendampingan intensif.

Target kunjungan masyarakat pada rangkaian acara ini dipatok mencapai angka 21.400 orang selama periode pelaksanaan berlangsung.

Persiapan matang telah dilakukan melalui rangkaian pra-event seperti sertifikasi desa wisata dan pelatihan khusus bagi para perajin tenun di Sintang.

Pengembangan kain tenun menjadi busana siap pakai menjadi salah satu sorotan untuk menunjukkan nilai tambah dari produk kerajinan tradisional Kalimantan Barat.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, secara resmi membuka acara puncak yang berlokasi di Ayani Mega Mall Pontianak.

Sekretaris Daerah Harisson turut hadir mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sebagai bentuk dukungan penuh terhadap penguatan ekonomi kerakyatan.

Agenda edukasi seperti Ngander Kapuas dan sosialisasi Cinta Bangga Paham Rupiah dikemas secara menarik untuk menarik minat generasi muda.

Terdapat lebih dari 60 gerai UMKM yang berpartisipasi dalam pameran ini dan akan terus melayani pengunjung hingga tanggal 10 Mei 2026.

Kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan katalisator nyata bagi terciptanya ekosistem ekonomi yang inklusif dan terdigitalisasi.

Kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat menjadi tujuan akhir dari seluruh upaya transformasi sektor pariwisata dan penguatan kapasitas pelaku usaha ini.

Ibtihal

Ibtihal

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kemenparekraf Perkuat UMKM Pariwisata Nasional dan Akses Pasar Global

Kemenparekraf Perkuat UMKM Pariwisata Nasional dan Akses Pasar Global

 Update Harga Kripto Bitcoin Turun 0,88 Persen dan Solana Naik 1,24 Persen

Update Harga Kripto Bitcoin Turun 0,88 Persen dan Solana Naik 1,24 Persen

Harga Pangan 12 Mei: Cabai Rawit Merah Tembus 67.650 Rupiah per Kg

Harga Pangan 12 Mei: Cabai Rawit Merah Tembus 67.650 Rupiah per Kg

Kementan Prioritaskan Peternak Rakyat dalam Industri Perunggasan

Kementan Prioritaskan Peternak Rakyat dalam Industri Perunggasan

Harga Bawang dan Cabai Merah di Medan Mulai Naik, Warga Mengeluh

Harga Bawang dan Cabai Merah di Medan Mulai Naik, Warga Mengeluh