Selasa, 12 Mei 2026

Sejak 2019, QRIS UMKM Terus Berkembang hingga Transaksi Lintas Negara

Sejak 2019, QRIS UMKM Terus Berkembang hingga Transaksi Lintas Negara
Ilustrasi Qris (https://www.jaringanprima.co.id/media/image/originals/post/2020/02/13/jaringan-prima-mengenal-qris-1875-x-1110.jpg)

PASURUAN – Pemanfaatan QRIS oleh pelaku UMKM mendapat sorotan serius dari Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, yang menilai sistem pembayaran digital ini bukan sekadar alat transaksi, melainkan fondasi penting bagi pelaku usaha kecil untuk naik kelas dan memperluas jangkauan pasar.

Pernyataan itu disampaikan Misbakhun dalam acara Publik Bicara Badan Supervisi Bank Indonesia di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat, 1 Mei 2026. Ia menyebut Bank Indonesia menghadirkan QRIS sebagai solusi praktis, aman, dan efisien dalam mendukung transaksi masyarakat, khususnya UMKM.

"QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi rakyat. Pelaku UMKM dapat naik kelas karena memiliki pencatatan keuangan yang lebih baik serta akses pembiayaan yang lebih terbuka," kata Misbakhun, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Baca Juga

Update Harga Sembako Jatim: Bawang Merah dan Aneka Cabai Melambung

Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini menegaskan bahwa digitalisasi sistem pembayaran sudah bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Karena itu, ia secara tegas mendorong pelaku UMKM memanfaatkan QRIS sebagai sistem pembayaran digital untuk menangkap peluang ekonomi yang lebih luas.

Sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2019, QRIS terus dikembangkan dan kini berpotensi digunakan dalam transaksi lintas negara. Misbakhun menyebut perluasan jangkauan QRIS hingga ke tingkat internasional akan meningkatkan daya saing UMKM Indonesia di pasar global secara signifikan.

"Dengan semakin luasnya adopsi QRIS, UMKM di daerah diharapkan dapat terhubung dengan ekosistem ekonomi digital dan memanfaatkan peluang pasar yang lebih besar," katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Misbakhun juga memastikan aspek keamanan transaksi melalui QRIS sudah terjaga dengan baik. Bank Indonesia sebagai otoritas moneter dinilai telah membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan aman, serta sesuai dengan kondisi infrastruktur Indonesia.

Menurutnya, risiko yang ditimbulkan dari penggunaan QRIS sangat minim, sehingga masyarakat tidak perlu ragu beralih dari uang tunai. "QRIS memberikan kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada uang tunai dan risiko kesalahan dapat diminimalkan," ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, QRIS UMKM dipandang sebagai instrumen strategis yang mampu menjembatani pelaku usaha kecil dari level lokal menuju ekosistem ekonomi digital yang lebih luas. Adopsi yang semakin masif di berbagai daerah diharapkan menjadi katalis nyata bagi pertumbuhan UMKM Indonesia secara berkelanjutan.

Akbar

Akbar

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

PANR Bagikan Dividen Tiga Ribu Rupiah per Lot di Tengah Koreksi Saham

PANR Bagikan Dividen Tiga Ribu Rupiah per Lot di Tengah Koreksi Saham

BMRI dan BBCA Teratas Ini Saham Banyak Dijual Asing Sepekan Terakhir

BMRI dan BBCA Teratas Ini Saham Banyak Dijual Asing Sepekan Terakhir

BRI Danareksa Rekomendasi Buy Saham PANI PNLF dan RAJA Saat IHSG Lemah

BRI Danareksa Rekomendasi Buy Saham PANI PNLF dan RAJA Saat IHSG Lemah

PT Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Tunai Rp 397,50 Miliar

PT Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Tunai Rp 397,50 Miliar

Pentingnya Tata Kelola Korporasi untuk Menarik Modal Asing

Pentingnya Tata Kelola Korporasi untuk Menarik Modal Asing