Selasa, 12 Mei 2026

Krakatau Steel Catat Laba USD4,6 Juta Berkat Efisiensi Ketat

Krakatau Steel Catat Laba USD4,6 Juta Berkat Efisiensi Ketat
ILUSTRASI, Krakatau Steel

JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mulai menunjukkan tanda pemulihan kinerja pada awal 2026 dengan mengandalkan program efisiensi yang sangat disiplin.

Langkah ini terlihat dari pencapaian pendapatan sebesar 262,4 juta dolar AS pada kuartal 1 tahun ini.

"Kinerja kami mulai meningkat secara bertahap di awal tahun ini. Namun, kami tetap memandang bahwa program efisiensi masih menjadi kunci penting dalam menjaga momentum ini. Dengan hasil kuartal 1 yang mulai stabil, kami akan tetap menjaga agar selalu konsisten dan bisa berkelanjutan," ujarnya dalam acara Coffee Morning Media with CEO KRAS di The Surosowan Jakarta, sebagaimana dilansir dari bisnis.com, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Akbar Djohan mengungkapkan bahwa keberhasilan meraup laba bersih 4,6 juta dolar AS merupakan dampak positif dari transformasi bisnis.

Efisiensi biaya operasional secara menyeluruh menjadi prioritas manajemen untuk memperkuat struktur ekuitas perusahaan.

Saat ini nilai ekuitas emiten baja pelat merah tersebut telah mencapai 745,7 juta dolar AS.

Produksi baja pada periode ini menyentuh angka 360 ribu ton yang didorong oleh optimalisasi fasilitas pabrik.

Penggunaan teknologi di fasilitas Hot Strip Mill 1 atau HSM-1 turut meningkatkan utilisasi produksi secara signifikan.

Akbar menegaskan bahwa manajemen sangat menghindari perbaikan kinerja yang hanya bersifat kosmetik atau sementara.

Menurut dia, transformasi yang dijalankan harus mampu menciptakan fondasi bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Strategi yang diterapkan tidak hanya berfokus pada hasil jangka pendek melainkan juga penguatan tata kelola jangka panjang.

Krakatau Steel membidik target pendapatan operasional mencapai 20 triliun rupiah hingga akhir tahun 2026.

Perseroan juga memiliki ambisi untuk mengantongi laba bersih minimal 129 juta dolar AS sepanjang tahun ini.

Dukungan pendanaan dari Danantara senilai 5 triliun rupiah menjadi suntikan energi untuk meningkatkan modal kerja.

Dana tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk pembelian bahan baku demi menjaga kelancaran operasional pabrik.

"Dengan fondasi yang lebih sehat ini, kami optimis Krakatau Steel dapat terus melangkah sebagai perusahaan yang memberikan nilai tambah yang berkelanjutan," pungkas Akbar Djohan, seperti dikutip dari bisnis.com, Selasa (28/4/2026).

Langkah efisiensi logistik juga dipandang sebagai salah satu aspek krusial dalam memperkuat daya saing industri baja nasional.

Manajemen terus melakukan penyederhanaan birokrasi agar proses pengambilan keputusan di internal perusahaan menjadi lebih cepat.

Program KS Reborn diharapkan menjadi pilar utama dalam mengembalikan kejayaan perusahaan di pasar domestik maupun global.

Setiap unit bisnis di bawah naungan grup kini diwajibkan untuk menjalankan prinsip efisiensi yang ketat tanpa kompromi.

Gemilang Ramadhan

Gemilang Ramadhan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

United Tractors Revisi Target Penjualan Alat Berat dan Tambang 2026

United Tractors Revisi Target Penjualan Alat Berat dan Tambang 2026

IGC: Produksi Gandum dan Jagung Dunia Melosot di Kuartal II/2026

IGC: Produksi Gandum dan Jagung Dunia Melosot di Kuartal II/2026

Danantara Sebut Empat Raksasa Teknologi Global Incar Emiten Energi RI

Danantara Sebut Empat Raksasa Teknologi Global Incar Emiten Energi RI

Karya Bersama Anugerah Perluas Proyek Properti ke Jabodetabek

Karya Bersama Anugerah Perluas Proyek Properti ke Jabodetabek

Sokong Proyek Energi Sampah, Danantara Dorong IPO PT Denera pada 2028

Sokong Proyek Energi Sampah, Danantara Dorong IPO PT Denera pada 2028