Selasa, 12 Mei 2026

DSNG Bukukan Produksi TBS 492.000 Ton Selama Tiga Bulan Pertama 2026

DSNG Bukukan Produksi TBS 492.000 Ton Selama Tiga Bulan Pertama 2026
ILUSTRASI, DSNG Bukukan Produksi

JAKARTA - Dharma Satya Nusantara DSNG sukses mencatatkan volume produksi TBS hingga 492.000 ton sepanjang kuartal I 2026 yang ditopang efisiensi operasional perusahaan.

Emiten perkebunan kelapa sawit ini melaporkan angka pertumbuhan yang cukup stabil pada periode pembuka tahun ini.

Capaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi perkebunan yang diterapkan oleh manajemen dalam menjaga ritme panen di lapangan.

Baca Juga

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Peningkatan volume produksi crude palm oil tercatat sebesar 2,1 persen secara tahunan dengan total raihan mencapai 141.000 ton hingga Maret 2026.

"Produksi crude palm oil (CPO) tercatat meningkat 2,1% YoY menjadi 141.000 ton, diikuti Palm Kernel (PK) 2,9% YoY sebesar 27.000 ton, dan Palm Kernel Oil (PKO) 5,7% YoY sebesar 8.500 ton," tulis laporan yang dilangsir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).

Sektor produk turunan inti sawit juga memberikan kontribusi yang positif terhadap portofolio operasional perseroan pada triwulan pertama tersebut.

Realisasi angka produksi palm kernel terpantau mengalami kenaikan tipis menjadi 27.000 ton dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sejalan dengan kenaikan bahan baku, volume palm kernel oil turut terdongkrak naik sebesar 5,7 persen menuju angka 8.500 ton.

Meskipun volume produksi secara umum mengalami tren positif, perusahaan menghadapi tantangan pada sisi harga jual rata-rata komoditas di pasar internasional.

Berdasarkan data operasional terbaru, harga jual rata-rata produk minyak sawit mentah tercatat mengalami koreksi sekitar 3 persen pada awal tahun ini.

Penjualan panel kayu DSNG dilaporkan berada di level 26.000 meter kubik sementara produk engineered flooring mencapai 56.000 meter kubik.

Pertumbuhan kinerja dari sisi pendapatan konsolidasi tetap terjaga pada angka 8 persen dengan total nilai sebesar Rp 2,88 triliun.

"Penjualan CPO meningkat 18% namun harga jual rata-rata (average selling price/ASP) turun sekitar 3% pada kuartal pertama tahun 2026," demikian informasi dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).

Manajemen tetap optimistis terhadap prospek bisnis perkebunan kelapa sawit sepanjang sisa tahun 2026 seiring upaya optimalisasi lahan.

Kenaikan pendapatan yang dibukukan perusahaan memberikan bantalan finansial yang cukup kuat bagi struktur modal perseroan.

Total ekuitas perusahaan per Maret 2026 kini berada di posisi Rp 12,06 triliun atau meningkat dari saldo akhir tahun sebelumnya.

Kondisi kas dan setara kas yang berada di level Rp 635,77 miliar memastikan likuiditas operasional tetap terjaga dengan aman.

Gemilang Ramadhan

Gemilang Ramadhan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

United Tractors Revisi Target Penjualan Alat Berat dan Tambang 2026

United Tractors Revisi Target Penjualan Alat Berat dan Tambang 2026

IGC: Produksi Gandum dan Jagung Dunia Melosot di Kuartal II/2026

IGC: Produksi Gandum dan Jagung Dunia Melosot di Kuartal II/2026

Danantara Sebut Empat Raksasa Teknologi Global Incar Emiten Energi RI

Danantara Sebut Empat Raksasa Teknologi Global Incar Emiten Energi RI

Karya Bersama Anugerah Perluas Proyek Properti ke Jabodetabek

Karya Bersama Anugerah Perluas Proyek Properti ke Jabodetabek

Sokong Proyek Energi Sampah, Danantara Dorong IPO PT Denera pada 2028

Sokong Proyek Energi Sampah, Danantara Dorong IPO PT Denera pada 2028