Rabu, 13 Mei 2026

ASHA Jual Aset Kapal Penangkap Ikan Senilai Rp5,9 Miliar Guna Efisiensi

ASHA Jual Aset Kapal Penangkap Ikan Senilai Rp5,9 Miliar Guna Efisiensi
Ilustrasi PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) (https://carisaham.com/assets/images/emiten/xASHA.webp.pagespeed.ic.SPplbUYCm0.webp)

JAKARTA – PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk atau ASHA resmi melakukan penjualan aset berupa kapal penangkap ikan senilai Rp5,9 miliar melalui entitas anak usahanya.

Langkah korporasi ini diambil sebagai bagian dari strategi manajemen untuk mengoptimalkan produktivitas armada penangkapan ikan di tengah perubahan dinamika industri kelautan.

"Perseroan melalui anak usaha PT Erbe Samudera Perikanan telah menandatangani akta jual beli satu unit kapal penangkap ikan dengan nilai transaksi 5,9 miliar rupiah," tulis manajemen ASHA, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Jumat (24/4/2026).

Baca Juga

Update Harga Sembako Jatim: Bawang Merah dan Aneka Cabai Melambung

Aset yang dilepas tersebut dijual kepada pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan guna menjamin transparansi transaksi.

Pihak manajemen menekankan bahwa pelepasan aset kapal ini dilakukan setelah mempertimbangkan efisiensi biaya perawatan dan umur teknis sarana penangkapan tersebut.

"Penjualan aset ini diharapkan dapat memperkuat posisi likuiditas perusahaan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan operasional di unit bisnis lainnya," jelas manajemen ASHA, melansir dari indopremier.com, Jumat (24/4/2026).

Sebelumnya, ASHA terus berupaya melakukan modernisasi armada dengan fokus pada kapal-kapal yang memiliki kapasitas penyimpanan lebih besar dan teknologi navigasi canggih.

Hasil dari penjualan ini akan dialokasikan untuk memperkuat struktur keuangan internal serta mendukung target pertumbuhan produksi pada semester kedua tahun ini.

Pasar merespon langkah ini sebagai bentuk disiplin modal dalam mengelola aset tetap yang mulai tidak efisien secara fungsional.

Meskipun terjadi pengurangan jumlah unit kapal, perseroan tetap optimis mampu menjaga volume tangkapan melalui optimalisasi kapal-kapal yang masih beroperasi secara aktif.

Langkah efisiensi ini merupakan bagian dari peta jalan besar perusahaan untuk menjadi pemain utama dalam industri perikanan terpadu di Indonesia.

Akbar

Akbar

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

PANR Bagikan Dividen Tiga Ribu Rupiah per Lot di Tengah Koreksi Saham

PANR Bagikan Dividen Tiga Ribu Rupiah per Lot di Tengah Koreksi Saham

BMRI dan BBCA Teratas Ini Saham Banyak Dijual Asing Sepekan Terakhir

BMRI dan BBCA Teratas Ini Saham Banyak Dijual Asing Sepekan Terakhir

BRI Danareksa Rekomendasi Buy Saham PANI PNLF dan RAJA Saat IHSG Lemah

BRI Danareksa Rekomendasi Buy Saham PANI PNLF dan RAJA Saat IHSG Lemah

PT Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Tunai Rp 397,50 Miliar

PT Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Tunai Rp 397,50 Miliar

Pentingnya Tata Kelola Korporasi untuk Menarik Modal Asing

Pentingnya Tata Kelola Korporasi untuk Menarik Modal Asing