Rabu, 13 Mei 2026

IHSG Berpotensi Menguat Terbatas Hari Ini Berikut Rekomendasi Saham Cuan

IHSG Berpotensi Menguat Terbatas Hari Ini Berikut Rekomendasi Saham Cuan
IHSG Berpotensi Menguat Terbatas Hari Ini Berikut Rekomendasi Saham Cuan

JAKARTA - Pergerakan pasar saham Indonesia kembali menjadi sorotan pada perdagangan Jumat, 10 April 2026. 

Setelah sempat mengalami tekanan di awal sesi sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tanda pemulihan meski masih dalam batas yang terbatas. Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar dalam merespons berbagai sentimen global dan domestik yang berkembang.

Optimisme yang muncul di pasar tidak sepenuhnya lepas dari bayang-bayang ketidakpastian. Faktor geopolitik hingga proyeksi ekonomi global masih menjadi variabel penting yang memengaruhi arah pergerakan indeks. Oleh karena itu, pelaku pasar cenderung selektif dalam mengambil keputusan investasi.

Baca Juga

Update Harga Sembako Jatim: Bawang Merah dan Aneka Cabai Melambung

Pergerakan IHSG dan Sentimen Pasar

Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas pada perdagangan, Jumat 10 April 2026. Sementara itu, IHSG ditutup menguat 0,39% pada perdagangan terakhir setelah sempat tertekan di awal sesi akibat meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik geopolitik pasca wacana gencatan senjata.

Penguatan IHSG di sesi kedua ditopang oleh saham-saham seperti DSSA, BRPT, dan CUAN, meskipun masih dibayangi net sell asing sebesar Rp 1,77 triliun. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun indeks mampu naik, tekanan dari investor asing masih cukup signifikan.

Situasi tersebut membuat pergerakan IHSG cenderung terbatas. Investor domestik menjadi penopang utama dalam menjaga stabilitas pasar di tengah arus keluar dana asing yang masih berlangsung.

Faktor Global dan Makroekonomi

Dari sisi makro, sentimen juga cenderung negatif seiring penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh World Bank menjadi 4,7%. Penyesuaian proyeksi ini memberikan tekanan tambahan terhadap pasar saham domestik.

Selain itu, pelaku pasar tetap akan mencermati perkembangan konflik Iran–AS–Israel. Ketegangan geopolitik tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas pasar global, termasuk Indonesia.

Pergerakan harga komoditas global, khususnya minyak, juga menjadi perhatian utama. Tidak hanya itu, rilis data inflasi Amerika Serikat turut dinantikan karena akan mempengaruhi arah kebijakan suku bunga global.

Analisis Teknikal IHSG

“Secara teknikal, IHSG masih berpotensi menguat terbatas dengan pergerakan dalam range 7.200-7.310,“ tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasan, Jumat 10 April 2026.

Rentang pergerakan tersebut menunjukkan bahwa ruang kenaikan indeks masih ada, tetapi tidak terlalu lebar. Hal ini sejalan dengan kondisi pasar yang masih dipenuhi ketidakpastian.

Dengan demikian, strategi trading jangka pendek dinilai lebih relevan bagi sebagian investor. Mereka cenderung memanfaatkan momentum pergerakan harian untuk meraih keuntungan.

Pengaruh Bursa Global terhadap IHSG

Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street ditutup menguat. Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,58% ke level 48.185,8. Sementara itu, S&P 500 menguat 0,62% ke 6.824,6 dan Nasdaq Composite menguat 0,83% menjadi 22.822,4.

Penguatan bursa global ini memberikan sentimen positif bagi pasar saham domestik. Namun, dampaknya terhadap IHSG tetap terbatas karena adanya faktor internal dan regional yang turut memengaruhi.

Korelasi antara pasar global dan domestik memang cukup kuat, tetapi tidak selalu searah. Oleh karena itu, investor perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan.

Rekomendasi Saham Hari Ini

BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi saham EMTK, RAJA, dan ESIP untuk trading, Jumat (10/4/2026).

Rekomendasi ini dapat menjadi referensi bagi investor yang ingin memanfaatkan peluang di tengah pergerakan IHSG yang terbatas. Saham-saham tersebut dinilai memiliki potensi pergerakan yang menarik dalam jangka pendek.

Meski demikian, investor tetap disarankan untuk melakukan analisis mandiri sebelum membeli saham. Hal ini penting untuk menyesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing.

Strategi Investor di Tengah Ketidakpastian

Dalam kondisi pasar yang cenderung fluktuatif, strategi yang tepat menjadi kunci utama. Investor perlu lebih selektif dalam memilih saham serta memperhatikan timing yang tepat untuk masuk dan keluar pasar.

Selain itu, diversifikasi portofolio juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko. Dengan menyebar investasi ke beberapa instrumen, potensi kerugian dapat diminimalkan.

Di tengah berbagai sentimen yang memengaruhi pasar, kehati-hatian tetap menjadi prinsip utama. Dengan pendekatan yang tepat, peluang keuntungan tetap terbuka meskipun pergerakan IHSG cenderung terbatas.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

PANR Bagikan Dividen Tiga Ribu Rupiah per Lot di Tengah Koreksi Saham

PANR Bagikan Dividen Tiga Ribu Rupiah per Lot di Tengah Koreksi Saham

BMRI dan BBCA Teratas Ini Saham Banyak Dijual Asing Sepekan Terakhir

BMRI dan BBCA Teratas Ini Saham Banyak Dijual Asing Sepekan Terakhir

BRI Danareksa Rekomendasi Buy Saham PANI PNLF dan RAJA Saat IHSG Lemah

BRI Danareksa Rekomendasi Buy Saham PANI PNLF dan RAJA Saat IHSG Lemah

PT Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Tunai Rp 397,50 Miliar

PT Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Tunai Rp 397,50 Miliar

Pentingnya Tata Kelola Korporasi untuk Menarik Modal Asing

Pentingnya Tata Kelola Korporasi untuk Menarik Modal Asing