Rabu, 13 Mei 2026

CFX Dorong Kepercayaan Aset Digital Lewat Forum CFX Connect Vol.2 di UI

CFX Dorong Kepercayaan Aset Digital Lewat Forum CFX Connect Vol.2 di UI

Depok – PT Central Finansial X (CFX) menggelar forum diskusi bertajuk CFX Connect Vol.2 di Auditorium R. Soeria Atmadja, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Membangun Kepercayaan dalam Ekonomi Aset Keuangan Digital” dengan menyoroti peran regulasi, infrastruktur pasar, serta literasi generasi muda.  

Forum ini mempertemukan pelaku industri, regulator, dan akademisi untuk membahas penguatan ekosistem aset digital di Indonesia. Diskusi difokuskan pada upaya mendorong pertumbuhan sektor aset keuangan digital yang berkelanjutan melalui tata kelola yang baik dan peningkatan pemahaman masyarakat.

Direktur Utama CFX, Subani, menegaskan bahwa literasi dan edukasi menjadi faktor kunci dalam memperkuat ekosistem tersebut, terutama bagi generasi muda yang mendominasi pengguna aset digital.

Baca Juga

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

“Mayoritas pemilik aset keuangan digital berusia di bawah 35 tahun, yakni Gen Z dan milenial. Mereka menjadi kelompok terbesar yang beraktivitas di kripto,” ujarnya.  

CFX juga menyatakan komitmennya untuk mendorong terciptanya pasar yang transparan, akuntabel, dan terpercaya.

Sementara itu, Deputi Direktur Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Yogi Syamriadi, menekankan pentingnya penguatan tata kelola sebagai fondasi industri.

Menurutnya, OJK terus mendorong penerapan proses Know Your Customer (KYC) serta pengawasan transaksi guna memastikan keamanan dan kelayakan konsumen.  

Co-Founder Bukalapak, Fajrin Rasyid, turut menyoroti pesatnya perkembangan ekonomi digital di Asia dalam satu dekade terakhir. Ia mengingatkan bahwa peningkatan minat investasi harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai.

“Tidak semua investasi berhasil. Penting bagi konsumen untuk meningkatkan literasi keuangan sebelum terlibat,” katanya.  

Hal senada disampaikan Dosen FEB UI, Rahmat A. Baskoro, yang menilai literasi keuangan—khususnya terkait aset digital—harus menjadi perhatian utama. Ia menegaskan bahwa pelaku industri tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga bertanggung jawab meningkatkan pemahaman investor.

Selain diskusi, acara ini juga menghadirkan sesi tanya jawab serta final kompetisi CFX Lab yang melibatkan mahasiswa.

Melalui forum ini, CFX berharap dapat menjadi ruang pertukaran gagasan antara akademisi, regulator, dan pelaku industri, sekaligus mendorong peningkatan literasi serta kepercayaan publik terhadap industri aset keuangan digital di Indonesia.  

Redaksi

Redaksi

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

United Tractors Revisi Target Penjualan Alat Berat dan Tambang 2026

United Tractors Revisi Target Penjualan Alat Berat dan Tambang 2026

IGC: Produksi Gandum dan Jagung Dunia Melosot di Kuartal II/2026

IGC: Produksi Gandum dan Jagung Dunia Melosot di Kuartal II/2026

Danantara Sebut Empat Raksasa Teknologi Global Incar Emiten Energi RI

Danantara Sebut Empat Raksasa Teknologi Global Incar Emiten Energi RI

Karya Bersama Anugerah Perluas Proyek Properti ke Jabodetabek

Karya Bersama Anugerah Perluas Proyek Properti ke Jabodetabek

Sokong Proyek Energi Sampah, Danantara Dorong IPO PT Denera pada 2028

Sokong Proyek Energi Sampah, Danantara Dorong IPO PT Denera pada 2028