Rabu, 13 Mei 2026

Pembiayaan UMKM Adira Finance Tembus Rp1,8 Triliun, Ini Kinerjanya

Pembiayaan UMKM Adira Finance Tembus Rp1,8 Triliun, Ini Kinerjanya
Pembiayaan UMKM Adira Finance Tembus Rp1,8 Triliun, Ini Kinerjanya

JAKARTA - Di tengah dinamika global yang memengaruhi berbagai sektor ekonomi, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia menghadapi tantangan yang tidak ringan. 

Kenaikan harga komoditas akibat konflik geopolitik menjadi salah satu faktor yang turut menekan biaya operasional dan daya beli masyarakat.

Namun demikian, di balik tekanan tersebut, sektor pembiayaan masih menunjukkan daya tahan yang cukup kuat. Lembaga keuangan tetap berupaya menjaga aliran pendanaan agar pelaku UMKM dapat terus menjalankan usahanya dan bertahan di tengah kondisi yang tidak menentu.

Baca Juga

Update Harga Sembako Jatim: Bawang Merah dan Aneka Cabai Melambung

Konflik Timur Tengah mulai menekan industri Usaha Kecil Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) karena kenaikan harga sejumlah komoditas.

Chief Financial Officer PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) Sylvanus Gani menyebut bahwa situasi tersebut berpotensi memberi tekanan kepada pelaku UMKM, terutama dari sisi biaya operasional dan daya beli.

Penyaluran Pembiayaan UMKM Tetap Positif Meski Ada Tekanan Global

Kendati demikian, Adira Finance masih mencatatkan kinerja yang positif pada lini penyaluran pembiayaan di sektor UMKM.

Baca Juga: Asuransi Digital (YOII) Nilai Dampak El Nino Terbatas, Fokus Perkuat Manajemen Risiko

Per Februari 2026, perusahaan telah menyalurkan pembiayaan baru UMKM sebesar Rp1,8 triliun, dengan porsi sekitar 23% dari total portofolio.

"Permintaan pembiayaan tercatat masih tumbuh positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ungkapnya.

Dampak Konflik Global Picu Kenaikan Biaya dan Tekan Daya Beli

Meski begitu, Gani mengatakan bahwa pihaknya tetap mencermati potensi risiko termasuk kemungkinan tekanan terhadap kualitas kredit.

Di sisi lain, ia menyebut bahwa lembaga pembiayaan memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan usaha para pelaku UMKM terutama dalam menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik global.

Strategi Kehati-hatian Diterapkan untuk Jaga Kualitas Kredit Perusahaan

Oleh karenanya ia menegaskan bahwa Adira Finance akan terus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis, melalui penguatan manajemen risiko dan lebih selektif dalam penyaluran pembiayaan.

Hal itu dilakukan guna memastikan kinerja perusahaan tetap tumbuh secara berkelanjutan sekaligus untuk memastikan kualitas aset tetap terjaga.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

PANR Bagikan Dividen Tiga Ribu Rupiah per Lot di Tengah Koreksi Saham

PANR Bagikan Dividen Tiga Ribu Rupiah per Lot di Tengah Koreksi Saham

BMRI dan BBCA Teratas Ini Saham Banyak Dijual Asing Sepekan Terakhir

BMRI dan BBCA Teratas Ini Saham Banyak Dijual Asing Sepekan Terakhir

BRI Danareksa Rekomendasi Buy Saham PANI PNLF dan RAJA Saat IHSG Lemah

BRI Danareksa Rekomendasi Buy Saham PANI PNLF dan RAJA Saat IHSG Lemah

PT Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Tunai Rp 397,50 Miliar

PT Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Tunai Rp 397,50 Miliar

Pentingnya Tata Kelola Korporasi untuk Menarik Modal Asing

Pentingnya Tata Kelola Korporasi untuk Menarik Modal Asing